Lokal
Share this on:

Kasihan... Mbah Was'ud, Hidup Sebatang Kara

  • Kasihan... Mbah Was'ud, Hidup Sebatang Kara
  • Kasihan... Mbah Was'ud, Hidup Sebatang Kara

TIDAK LAYAK - Beginilah kondisi rumah yang dihuni Was'ud, 80, warga Desa Kemuning RT 03, RW 11 Kecamatan Kramat.

KRAMAT - Mbah Was'ud, 80, warga Desa Kemuning, RT 03, RW 11 Kecamatan Kramat hidup sebatang kara. Meski memiliki kakak dan adik di Desa Kemuning, tapi hidupnya ditopang oleh tetangga.

Kata Indra Kurniawan, Senin (17/6), Mbah Was'ud menempati rumah yang tidak layak huni. Tanpa pintu dan jendela serta berlantai tanah. Kondisi rumahnya, sudah sangat rusak dan tidak ada meja kursi maupun dapur. Hanya beberapa pakaian saja yang disimpan di dinding rumah.

"Di rumah tersebut hanya ada papan untuk tempat tidur dan beralas tikar. Jangankan peralatan memasak, piring dan gelas pun tidak ada. Mbah Was'ud benar-benar hidup dalam kondisi rumah tidak layak," katanya.

Kakek berusia 80 tahun ini, tambah Indra, hidup di rumah yang sudah rusak parah. Meski memiliki kakak dan adik, tapi kurang memperhatikan. Makanya, untuk kebutuhan makan dan minum sehari-hari, mendapat uluran tangan dari tetangga. Rasa simpatik inilah yang menyebabkan para tetangga mau merawat hingga tahunan.

"Dari informasi tetangga, tidak ada pihak pemerintah yang datang untuk membantu Mbah Was'ud. Jangankan pemerintah, kakak dan adiknya saja kurang peduli. Makanya tetangga secara bergantian mengirim makan dan minum untuk Mbah Was'ud," tambahnya.

Sementara itu, Mbah Was'ud mengaku banyak berterimakasih pada para tetangga yang telah membantu selama ini. Meski hidup serba kekurangan, namun kepedulian para tetangganya cukup besar. Berbeda dengan saudara sedarahnya. Meski hidup di rumah yang nyaris ambruk, tetap disyukuri meskipun kalau malam rasa dingin dirasakannya karena rumah yang ditempati tanpa pintu dan jendela. (guh/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

2021, Pemkab Brebes Bangun Tempat Pemrosesan Sampah

2021, Pemkab Brebes Bangun Tempat Pemrosesan Sampah

Pemkab Brebes melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) berencana membangun Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Terpadu (TPAST)


 Agus Subagyo : Soal Sampah, Dinas Sudah Berulang Kali Sosialisasi

Agus Subagyo : Soal Sampah, Dinas Sudah Berulang Kali Sosialisasi

Banyaknya TPS ilegal hingga terjadi penumpukan sudah berulang kali disikapi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal.


Rapat Keluarga, Mbah Was'ud Dibawa ke Panti Sosial

Rapat Keluarga, Mbah Was'ud Dibawa ke Panti Sosial

Kedatangan Tim Yayasan Gerak Sedekah Tegal (GST) ke rumah Mbah Was'ud di Desa Kemuning RT 03, RW 11 Kecamatan Kramat, membuat geger warga sekitar.


Produksi Sampah Meningkat Hingga 75 Persen

Produksi Sampah Meningkat Hingga 75 Persen

Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Brebes mencatat ada peningkatan produksi sampah selama berlangsungnya Lebaran Idul Fitri.


Sampah TPS Pinggir Jalan Tak Terkontrol

Sampah TPS Pinggir Jalan Tak Terkontrol

Dinas Lingkungan Hidup berencana menutup seluruh tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang berada di pinggir jalan.


Rumah Mbah Taswi Sudah Bisa Dihuni

Rumah Mbah Taswi Sudah Bisa Dihuni

Rumah Mbah Taswi (60) warga RT 03 RW 01, Desa Luwungbata Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebers yang hampir roboh kini sudah selesai dipugar.


Meski Terisolir, Warga Dukuh Karangsari Siap Salurkan Hak Pilih

Meski Terisolir, Warga Dukuh Karangsari Siap Salurkan Hak Pilih

Meski hidup terisolir, sebanyak 371 warga Dukuh Karangsari Desa Wotgalih Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal siap menyalurkan hak pilihnya.


Kapolres Bantu Bangun Rumah Mbah Taswi

Kapolres Bantu Bangun Rumah Mbah Taswi

Mbah Taswi, 60, warga Desa Luwungbata, Kecamatan Tanjung yang sempat menjadi viral dan pemberitaan dibeberapa media masa lantaran tinggal di gubug hampir roboh


Ini Alasannya Mengapa PKS Bakal Hapus Pajak Motor dan Berlakukan SIM Seumur Hidup

Ini Alasannya Mengapa PKS Bakal Hapus Pajak Motor dan Berlakukan SIM Seumur Hidup

Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah, Abdul Fikri Faqih, menyampaikan dua alasan mendasar kenapa PKS mengeluarkan pr


Miris, Nenek Sebatang Kara Tinggal di Rumah Hampir Roboh

Miris, Nenek Sebatang Kara Tinggal di Rumah Hampir Roboh

Menempati Rumah Layak Huni (RLH) nampaknya menjadi impian besar bagi Taswi, 60, warga RT 03 RW 01, Desa Luwungbata, Kecamatan Tanjung.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!