Lokal
Share this on:

Kebijakan Dinilai Memberatkan, Karyawan Tuntut HRD Diganti

  • Kebijakan Dinilai Memberatkan, Karyawan Tuntut HRD Diganti
  • Kebijakan Dinilai Memberatkan, Karyawan Tuntut HRD Diganti
  • Kebijakan Dinilai Memberatkan, Karyawan Tuntut HRD Diganti
  • Kebijakan Dinilai Memberatkan, Karyawan Tuntut HRD Diganti
  • Kebijakan Dinilai Memberatkan, Karyawan Tuntut HRD Diganti
  • Kebijakan Dinilai Memberatkan, Karyawan Tuntut HRD Diganti

ADIWERNA - Ratusan karyawan pabrik teh di Jalan Raya Selatan Adiwerna Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik, Senin (16/4) pagi. Dalam aksinya mereka menuntut salah seorang pejabat untuk diganti.

Pasalnya, kebijakan yang dikeluarkan selama ini dianggap merugikan karyawan. Karyawan mengancam akan melakukan aksi mogok jika tuntutan mereka tidak di penuhi.

Salah satu karyawan pabrik, Darisah mengatakan, kebijakan yang diterapkan itu di antaranya menghilangkan uang jamu yang merupakan hak karyawan. Kemudian, karyawan yang tidak berangkat selama 10 hari tidak akan mendapatkan pesangon.

"Tadinya ada uang jamu, tapi sekarang sudah tidak ada," katanya.

Karenanya, karyawan meminta agar pimpinan itu diganti. Sebab, kebijakannya dinilai memberatkan karyawan.

Menanggapi itu, Manager HRD Tedi mengatakan, dalam aturan perusahaan, jika karyawan tidak berangkat 10 hari berturut-turut sudah termasuk pelanggaran berat. Karenanya, akan dikenakan sanksi berupa pemberian surat peringatan (SP).

"Jadi kalau tidak masuk, harus memberitahukan kepada perusahaan," jelas Tedi.

Terkait uang jamu, kata Tedi, itu sudah dicabut sebelum dia menjabat. Sehingga itu merupakan kebijakan pimpinan sebelumnya.

Kasi Hubungan Industrial Disnakerin Kabupaten Tegal Agus Marsani mengatakan apa yang menjadi keluhan karyawan perlu ditindaklanjuti. Sebab, di perusahaan manapun ada kekurangan.

"Karenanya, dia mencoba untuk meneliti apakah sudah sesuai dengan peraturan perundangan-undangan," kata Agus.

Menurutnya, Terkait upah minimum kabupaten (UMK) Rp1.617.000 dan tidak boleh ditawar lagi karena sudah masuk bulan April. Pihaknya mendapati, masih ada yang dibayar di bawah UMK.

"Untuk itu, saya menghimbau agar disesuaikan. Kemudian untuk peraturan perusahaan harus disosialisasikan secara menyeluruh karena dipahami semua karyawan perusahaan," tandas Agus. (muj/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pemkab Tegal Tepis Masih Ada Perusahaan yang Gaji Karyawan Tidak sesuai UMK

Pemkab Tegal Tepis Masih Ada Perusahaan yang Gaji Karyawan Tidak sesuai UMK

Pekerja pabrik teh 2 Tang Adiwerna Kabupaten Tegal sempat menggelar aksi unjuk rasa dan mogok kerja untuk menuntut pembayaran upah sesuai UMK.


Tak Perpalang, 6 Perlintasan KA di Pemalang Rawan Kecelakaan

Tak Perpalang, 6 Perlintasan KA di Pemalang Rawan Kecelakaan

Sedikitnya ada enam perlintasan kereta api di Pemalang yang dinilai rawan kecelakan.


Pembatas Jalan di banjaran Akan Diganti Beton

Pembatas Jalan di banjaran Akan Diganti Beton

Setelah hilangnya puluhan stick cone Dishub Kabupaten Tegal di sekitar Pasar Banjaran, kini pembersihan total piranti pembagi arus itu dilakukan.


Dibayar Sesuai UMK dan HRD Mundur, Pekerja Teh 2 Tang Akhiri Mogok Kerja

Dibayar Sesuai UMK dan HRD Mundur, Pekerja Teh 2 Tang Akhiri Mogok Kerja

Tuntutan pekerja Pabrik Teh 2 Tang Adiwerna di Kabupaten Tegal, akhirnya dipenuhi pihak perusahaan.


Dinilai Tak Adil, Pedagang Pasar Pagi Protes Putusan PN Tegal

Dinilai Tak Adil, Pedagang Pasar Pagi Protes Putusan PN Tegal

Putusan pengadilan yang mengabulkan gugatan sederhana investor terhadap pedagang Pasar Pagi Tegal dinilai tidak adil.


Desain di Flyover Kretek Sesuai Perencanaan

Desain di Flyover Kretek Sesuai Perencanaan

Kecelakaan yang kerap terjadi di flyover Kretek, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes dinilai bukan disebabkan oleh faktor struktur bangunan.


Tuntut Legalitas Cantrang, Nelayan Gelar Kirab

Tuntut Legalitas Cantrang, Nelayan Gelar Kirab

Nelayan cantrang dan pelaku usaha perikanan di Kota Tegal menggelar kegiatan kirab, Rabu (11/4) siang.


Lecehkan Islam, Ribuan Umat Islam Tegal Tuntut Sukmawati Diadili

Lecehkan Islam, Ribuan Umat Islam Tegal Tuntut Sukmawati Diadili

Ribuan umat muslim dari berbagai organisasi massa (ormas) dan keagamaan menggelar aksi di depan Masjid Agung Kota Tegal, Jumat (6/4).


Kepala SMK BP Talang Diganti, Muncul Kabar Empat Guru Mengundurkan Diri

Kepala SMK BP Talang Diganti, Muncul Kabar Empat Guru Mengundurkan Diri

Aksi unjuk rasa dan mogok sekolah siswa SMK Bhakti Praja (BP) Talang Kabupaten Tegal yang berujung pada penggantian kepala sekolah berbuntut panjang.


Kepala Sekolah Diganti, Siswa SMK BP Talang Sujud Syukur

Kepala Sekolah Diganti, Siswa SMK BP Talang Sujud Syukur

Kepala SMK Bhakti Praja (BP) Talang Kabupaten Tegal Rofikoh akhirnya diganti, setelah siswa menggelar unjuk rasa dan mogok sekolah sejak, Senin (12/3) lalu.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!