• Home
  • Berita Lokal
  • Kejaksaan Panggil Badan Usaha yang Belum Menjadi Peserta BPJS TK

Lokal
Share this on:

Kejaksaan Panggil Badan Usaha yang Belum Menjadi Peserta BPJS TK

  • Kejaksaan Panggil Badan Usaha yang Belum Menjadi Peserta BPJS TK
  • Kejaksaan Panggil Badan Usaha yang Belum Menjadi Peserta BPJS TK
  • Kejaksaan Panggil Badan Usaha yang Belum Menjadi Peserta BPJS TK
  • Kejaksaan Panggil Badan Usaha yang Belum Menjadi Peserta BPJS TK

TEGAL - Kejaksaan Negeri kota Tegal memanggil 300 badan usaha yang belum terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yg dibagi menjadi 5 kali pemanggilan dalam 5 hari kerja.

Kejaksaan akan berfungsi sebagai Jaksa Pengacara Negara dan memberikan pendampingan hukum kepada BPJS Ketenagakerjaan terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tegal di wilayah kerja kota Tegal.

“Dalam kegiatan ini kami memanggil sebanyak 300 badan usaha untuk diberikan sosialisasi manfaat dan implementasi UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS & PP 86 tahun 2013. Di dalamnya disebutkan wajib mendaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan," kata Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tegal, I made suwarjana SH MH.

"Sedang kita proses pemanggilan untuk diberi sosialisasi manfaat program BPJS TK dan sanksi hukum, dengan harapan mereka kemudian mendaftar menjadi peserta BPJS TK dan tidak perlu berurusan dg hukum di kemudian hari".

Dalam PP Nomor 86 Tahun 2013 disebutkan bahwa perusahaan/pemberi kerja yang tidak mendaftarkan dirinya dan pekerjanya kepada BPJS dapat dikenakan sanksi administratif tidak mendapat pelayanan publik tertentu antara lain perizinan terkait usaha, izin mengikuti tender, Surat Izin Mengemudi, setifikat tanah, paspor, atau STNK.

Dalam UU Nomor 24 Tahun 2011, pemberi kerja yang tidak memungut dan menyetor iuran yang menjadi beban peserta dari pekerjanya atau tidak menyetorkan iuran yang menjadi tanggung jawabnya kepada BPJS dapat dikenakan sanksi pidana 8 tahun atau denda Rp1 miliar.

“Akan ada sanksi administrasi dan pidana jika tidak mematuhi aturan, karena ini sudah aturan pemerintah, kami hanya menjalankan kewajiban," tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tegal, Cep Nandi Yunandar, bahwa hal tersebut sudah disampaikan secara tertulis kepada perusahaan/pemberi kerja tersebut sebanyak 2 kali yaitu melalui surat pemberitahuan pertama dan kedua.

“Kami hanya mengingatkan bahwa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bersifat wajib kepada seluruh pemberi kerja dari perusahaan berskala mikro, kecil, menengah sampai dengan besar. Hari ini kami bersama kejaksaan masih dalam tahap pembinaan dengan memberikan informasi manfaat dan kesadaran hukum sehingga diharapkan tidak perlu diambil tindakan hukum lebih lanjut,” tukas dia.(muj/adv)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Uniknya Pelayanan di Kelurahan Sugihwaras, Warga Wajib Bawa Sampah Plastik

Uniknya Pelayanan di Kelurahan Sugihwaras, Warga Wajib Bawa Sampah Plastik

Sampah plastik menjadi persoalan pencemaran lingkungan yang sedang dihadapi. Sudah menjadi pengetahuan bersama bahwa sampah berbahan ini sulit teruai.


Proses Pemadaman Api Terkendala Minimnya Peralatan

Proses Pemadaman Api Terkendala Minimnya Peralatan

Kebakaran hutan yang terjadi di Lereng Gunung Slamet, Dusun Sawangan dan Kalipedes semakin meluas.


Tak Terlihat Tiga Hari, ABG Tewas di Rumahnya yang Terkunci

Tak Terlihat Tiga Hari, ABG Tewas di Rumahnya yang Terkunci

Nurlia Amanda Saputri (15), warga Desa Kramat, Jatibarang, Brebes ditemukan tewas di dalam rumahnya, Kamis (19/9) malam.


Polisi Bentuk Tim Atasi Kebakaran Lereng Gunung Slamet

Polisi Bentuk Tim Atasi Kebakaran Lereng Gunung Slamet

Untuk mengatasi kebakaran 18 hektare hutan lindung yang berada di Petak 48 dan 16, Polres Tegal membentuk tim penanggulangan.


Ambulans Bawa Jenazah Tabrak Truk, Empat Tewas Seketika

Ambulans Bawa Jenazah Tabrak Truk, Empat Tewas Seketika

Ambulans jenazah yang melaju dari arah Jakarta menuju ke Semarang menabrak truk di Jalan Tol PPTR Jalur A KM 300+400 tepatnya di Desa Kendayakan Kecamatan Waruj


Polisi Gadungan Ternyata Sudah Bawa Kabur Tiga Gadis Incarannya

Polisi Gadungan Ternyata Sudah Bawa Kabur Tiga Gadis Incarannya

Polisi gadungan Tasima (28) warga Cirebon yang membawa kabur gadis Pemalang, ternyata bukan pertama kali melakukan aksinya.


Buruh Tani Ngaku Polisi untuk Pikat Gadis Incaran, Lalu Dibawa Kabur

Buruh Tani Ngaku Polisi untuk Pikat Gadis Incaran, Lalu Dibawa Kabur

Polisi gadungan yang membawa kabur gadis Pemalang, Sari, ternyata kesehariannya berprofesi sebagai buruh tani.


Dosen dan Mahasiswa di Tegal Tolak UU KPK yang Baru

Dosen dan Mahasiswa di Tegal Tolak UU KPK yang Baru

Puluhan mahasiswa dan civitas akademika dari salah satu universitas ternama di Kota Tegal menggelar aksi penolakan disyahkannya Undang-undang (UU) KPK yang baru


Panitia Pilkades Gumayun Diduga Teledor

Panitia Pilkades Gumayun Diduga Teledor

Riak kecil mulai mengemuka di tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang ketiga yang akan digelar 20 November 2019.


Kekeringan di Pantura Semakin Parah

Kekeringan di Pantura Semakin Parah

Kekeringan di wilayah Pantura Kabupaten Tegal semakin parah. Sumur warga sudah banyak yang mengering. Lahan pertanian juga mengalami hal serupa.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!