Lokal
Share this on:

Keluarga Abu Riski alias Yoni Wahyudi Cenderung Tertutup

  • Keluarga Abu Riski alias Yoni Wahyudi Cenderung Tertutup
  • Keluarga Abu Riski alias Yoni Wahyudi Cenderung Tertutup

KEDUNGBANTENG - Sabtu (4/8) pagi, warga dan pedagang serta pengunjung dibuat kaget, saat tim Densus 88 Anti Teror melakukan penggeledahan di Optimal Optik di Jalan Garuda Desa Kemantran Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal. Tim yang datang dengan beberapa mobil langsung merangsak ke dalam optik milik Yoni Wahyudi alias Abu Riski, warga RT 12 RW IV Desa Semedo Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal.

Edi (49), warga Kemantaran mengaku saat penggeledahan berlangsung sedang berada di bengkel sepeda motor. Lokasinya tepat di sebelah kiri optik tersebut.

Begitu Densus 88 tiba, dia dan warga lainnya yang sedang memperbaiki sepeda motor sempat kaget . Sebab, banyak aparat dengan senjata laras panjang yang masuk ke dalam optik.

Namun, sehari setelah penggeledahan, optik yang sebelumnya menjadi perhatian banyak orang sudah mulai beroperasi seperti biasa. Terkait dengan aktivitas pemilik optik, kata dia, secara umum tidak ada yang mencurigakan.

Sebab, setiap hari ada saja orang yang keluar masuk untuk membeli kacamata dan sebagainya di sana. Sepintas, cara berpakaian pemilik optik beserta istrinya memang sedikit berbeda dari kebanyakan warga.

Wahyudi, kata Edi, kerap mengenakan celana yang agak cingkrang. Sementara sang istri sejak dulu sudah mengenakan pakaian yang tertutup. Selebihnya, utamanya masalah pribadi dan kebiasaan mereka, dia kurang begitu paham.

Apalagi, keduanya agak tertutup. Mereka sehari-hari biasanya hanya datang, membuka kios, melayani pembeli, dan menutup kios. “Kios tidak digunakan untuk tempat tinggal. Jadi saat malam tiba, kios tutup dan mereka pulang ke rumahnya,” jelasnya.

Kepala Desa Kemantran M. Sugeng Yusuf menambahkan secara personal, dia tidak begitu mengenal pemilk kios yang diamankan Densus 88. Dari informasi yang dia peroleh, aktivitas sehari-hari pemilik dan kelurga secara umum tidak terlalu mencolok dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kios.

Kejadian tersebut, kata dia, menjadi pelajaran berharga. Dengan demikian, ke depan warga harus lebih berhati-hati dan segera melaporkan kepada pihak berwajib, ketika melihat ada tetangga atau pendatang yang mencurigakan.

Kini, pascapenggeledahan, aktivitas berjalan seperti biasa. Optik milik terduga teroris maupun kios di sebelah kanan dan kirinya tetap buka melayani pengunjung yang datang. “Mudah-mudahan kejadian serupa tidak terulang lagi di desa kami karena sempat membuat warga panik,” tandasnya. (gun/fat/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Keluarga Siswi yang Dicabuli, Minta Oknim Guru Cabul Dihukum Berat

Keluarga Siswi yang Dicabuli, Minta Oknim Guru Cabul Dihukum Berat

Keluarga korban pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru SMK swasta di Kecamatan Losari, meminta pelaku dihukum berat.


Duh, 47 Ribu Keluarga Miskin di Kabupaten Tegal Masih BAB Sembarangan

Duh, 47 Ribu Keluarga Miskin di Kabupaten Tegal Masih BAB Sembarangan

Sebanyak 47.000 rumah tangga tidak mampu di Kabupaten Tegal masih belum memiliki jamban hingga akhir tahun ini.


Co Pilot Lion Air yang Jatuh Rutin Biayai Pendidikan Anak-anak Yatim di Pemalang

Co Pilot Lion Air yang Jatuh Rutin Biayai Pendidikan Anak-anak Yatim di Pemalang

Jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) pagi, tak hanya meninggalkan duka bagi keluarga 189 penumpang.


Kekeringan Makin Parah, Warga Harus Jalan Kaki Dua Kilometer Cari Air

Kekeringan Makin Parah, Warga Harus Jalan Kaki Dua Kilometer Cari Air

Ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Dermasuci Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau panjang.


2019, Kabupaten Brebes Akan Punya Mal Pelayanan Publik

2019, Kabupaten Brebes Akan Punya Mal Pelayanan Publik

Pemerintah Kabupaten Brebes berencana membuat Mal Pelayanan Publik untuk mempermudah warga mengurus pembuatan Kartu Keluarga, KTP, akte kelahiran, izin usaha.


Duh, 98.633 keluarga di Kabupaten Tegal Belum Miliki Kartu Kekuarga (KK)

Duh, 98.633 keluarga di Kabupaten Tegal Belum Miliki Kartu Kekuarga (KK)

98.633 keluarga di Kabupaten Tegal belum memiliki kartu keluarga (KK).


Penerbitan Akta Kelahiran Belum Capai Target

Penerbitan Akta Kelahiran Belum Capai Target

Target penerbitan akta kelahiran melalui program Lahir Olih Akta dan Kartu Keluarga (LOAK) yang dicanangkan Pemkab Tegal belum tercapai.


Sembilan Kecamatan di Brebes Kekeringan, Polisi Kerahkan Mobil Water Canon

Sembilan Kecamatan di Brebes Kekeringan, Polisi Kerahkan Mobil Water Canon

Sembilan kecamatan di Kabupaten Brebes mulai dilanda krisis air bersih alias kekeringan.


Pengurusan SIPI Sulit, PAD Hasil Lelang Diprediksi Tak Sesuai Target

Pengurusan SIPI Sulit, PAD Hasil Lelang Diprediksi Tak Sesuai Target

Pendapatan asli daerah (PAD) hasil lelang ikan di tiga TPI diprediksi tidak sesuai target. Bahkan, jumlahnya cenderung mengalami penurunan.


Meski Meringkuk Dibui, Bos Wijin Bisa Kendalikan Transaksi Sabu

Meski Meringkuk Dibui, Bos Wijin Bisa Kendalikan Transaksi Sabu

Kendati berada dalam sel tahanan Lapas Kelas IIA Kendal, narapidana kasus narkoba Andrian alias Bos Wijin, kembali ditetapkan sebagai tersangka.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!