Lokal
Share this on:

Kemarau Panjang, Dua Waduk di Brebes Kritis

  • Kemarau Panjang, Dua Waduk di Brebes Kritis
  • Kemarau Panjang, Dua Waduk di Brebes Kritis

BREBES - Kemarau panjang saat ini terjadi mulai membuat debit air di dua waduk di Kabupaten Brebes yakni Waduk Penjalin dan Waduk Malahayu kritis.

Bahkan, Waduk Penjalin sudah tidak berfungsi sebagai suplai kebutuhan air lahan pertanian. Selain debit airnya minim, saat ini waduk itu dalam pengeringan untuk perbaikan.

Sementara di Waduk Malahayu, stok air di waduk tersebut jika disuplai ke lahan pertanian hanya mampu untuk menyuplai kebutuhan air selama 48 hari. Karenanya, saat ini Pemkab Brebes menerapkan sistem gilir dalam menyuplai air bagi lahan pertanian. Sehingga debit air yang tersedia bisa bertahan hingga datangnya musim hujan.

"Kondisi debit air di dua waduk ini sudah mulai kritis. Di Waduk Panjalin sampai saat ini tidak bisa menyuplai air lantaran ada perbaikan. Sedangkan di Waduk Malahayu kalau disuplai ke lahan hanya mampu menyuplai selama 48 hari," terang Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (DPSDPR) Kabupaten Brebes Agus As'ari didampingi Kabid Irigasi Anna Dwi Rahayu, Senin (15/7).

Dia menambahkan, di kondisi normal, debit air di Waduk Malahayu mencapai 31 juta meter kubik. Namun saat ini tinggal tersisa sekitar 14 juta meter kubik. Sedangkan untuk angka keamanan debit waduk sebesar 2 juta meter kubik. Sehingga debit yang tersisa saat ini hanya 12 juta meter kubik. Jika air yang ada itu dialirkan ke lahan pertanian terus menerus sebesar 3.000 liter per detik setiap harinya, maka hanya bisa bertahan selama 48 hari. Padahal waduk tersebut berfungsi untuk mengaliri lahan pertanian di tiga daerah irigasi. Yakni, daerah irigasi Kabuyutan, Babakan dan Jengkelok.

Sedangkan untuk daerah irigasi Pemali Hilir, lanjut dia, dialiri oleh Waduk Penjalin dan Bendung Notog di Kecamatan Songgom. Namun untuk saat ini Waduk Penjalin tidak bisa menyuplai air karena dikeringkan untuk perbaikan. Debit air yang ada saat ini hanya sebesar 2,5 juta meter kubik, dan itu sudah di bawah angka keamanan debit air Waduk Penjalin sebesar 3,3 juta meter kubik.

Padahal saat normal, debit air di waduk itu sebesar 7 juta meter kubik. Sehingga untuk wilayah daerah irigasi Pemali hilir hanya mengandalkan Bendung Notog yang saat ini debitnya sudah kurang dari 10.000 liter/ detik.

Debit itu tidak bisa memenuhi kebutuhan air bagi tiga sistem pengairan yang menjadi wilayah alirannya. Yakni, Pemali hilir kanan, Pemali hilir kiri dan Pemali hilir tengan.

"Saat ini untuk di Waduk Malahayu kita terapkan sistem bergilir. Empat hari sekali mengaliri. Sedangkan di Bendung Notog, kami gilir dengan sistem tiga hari sekali. Nah untuk hari Minggu dan hari ini, di Bendung Notog suplai air sedang diarahkan ke Pemali hilir kanan. Selasa dan Rabu Pemali hilir kiri, sedangkan Kamis dan Jumat Pemali hilir tengah," paparnya.

Menurut dia, kondisi kemarau yang terjadi itu sebenarnya sudah diprediksi oleh BMKG. Dimana, kemarau yang terjadi akan lebih awal, yakni mulai bulan Juni hingga November. Sehingga, untuk mencukupi kebutuhan air bagi lahan pertanian di Brebes dengan total luas 56.000 ha pada musim kemarau, pihaknya menerapkan sistem gilir.

"Sistem ini kita lakukan untuk menjaga kondisi waduk agar tetap aman dan stok air bisa tercukupi hingga musim penghujan nanti," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dengan keterbatasan debit air saat kemarau, para petani diminta mematuhi pola tanam yang telah ditetapkan, sesuai Peraturan Bupati nomor 048 tahun 2018. Sesuai peraturan tersebut, pola tanam pertama adalah padi, kedua palawija dan ketiga palawija. Namun kenyataan di lapangan, banyak petani yang menanam padi pada pola tanam ketiga, yang semestinya adalah palawija. Hal itu menyebabkan petani kekurangan air.

"Ini yang menjadi kendala. Padahal, petani sudah memahami adanya sistem pola tanam ini, tapi masih sedikit yang masih menjalaninya," pungkasnya. (ded/ima*)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Tertimpa Tebing Longsor, Dua Penambang Tewas, Dua Terluka

Tertimpa Tebing Longsor, Dua Penambang Tewas, Dua Terluka

Tebing galian pasir di Desa Pandawa Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal longsor, Sabtu (24/8) siang, sekitar pukul 10.00 WIB.


Dua Hari Tim Penyidik Polda Periksa Pegawai Pekerjaan Umum

Dua Hari Tim Penyidik Polda Periksa Pegawai Pekerjaan Umum

Tim Penyidik Polda Jateng selama dua hari berturut-turut menyambangi salah satu kantor di Pemkab Tegal.


Dua Rumah Terbakar, 12 Ekor Kambing Tepanggang Hidup-hidup

Dua Rumah Terbakar, 12 Ekor Kambing Tepanggang Hidup-hidup

Rumah milik Darsono (45) di Desa Klampok RT 05 RW 02 Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes ludes terbakar, Sabtu (24/8).


Terjerat Hutang, Bakul Rujak Nekat Gadaikan Motor Saudaranya

Terjerat Hutang, Bakul Rujak Nekat Gadaikan Motor Saudaranya

Satu dari dua pelaku curanmor yakni Liswati (40) yang berprofesi sebagai pedagang rujak di desanya.


16 Pelaku Curaranmor Ditangkap, Dua Emak-emak

16 Pelaku Curaranmor Ditangkap, Dua Emak-emak

Polres Tegal berhasil membekuk 16 orang terkait kasus pencurian kendaraan bermotor yang meresahkan masyarakat di Kabupaten Tegal dan sekitarnya.


Setelah AM Setubuhi Korban, Dua Pelaku Sempat Minta 'Jatah' tapi Ditolak

Setelah AM Setubuhi Korban, Dua Pelaku Sempat Minta 'Jatah' tapi Ditolak

Sejumlah fakta di balik pembunuhan Nurhikmah (16), yang mayatnya ditemukan terbungkus karung, Rabu (21/8), semakin terang benderang.


Rutin Adakan Sekolah Sungai, Komunitas Ini Raih Juara Harapan Dua Tingkat Jateng

Rutin Adakan Sekolah Sungai, Komunitas Ini Raih Juara Harapan Dua Tingkat Jateng

Di tengah perkembangan teknologi dan maraknya pergaulan bebas, rupanya masih ada sekumpulan anak muda di Pemalang


Malu Hamil, Oknum Mahasiswi Ini Buang Bayinya

Malu Hamil, Oknum Mahasiswi Ini Buang Bayinya

RS (19), warga Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes harus mempertanggungjawabkan perbuatannya membuang bayi yang baru saja dilahirkannya.


Saluran Bau dan Penuh Sampah, Bupati Brebes Tegur Sejumlah Kepala Dinas

Saluran Bau dan Penuh Sampah, Bupati Brebes Tegur Sejumlah Kepala Dinas

Bupati Brebes Idza Priyanti naik pitam saat meninjau saluran irigasi di sebelah pasar belakang Markas Kodim 0713/Brebes, Rabu (14/8).


Penahanan Dua Kades Terduga Korupsi Dana Desa dan PBB Dipindah ke Semarang

Penahanan Dua Kades Terduga Korupsi Dana Desa dan PBB Dipindah ke Semarang

Dua tersangka kasus korupsi dana desa (DD) dan pajak bumi bangunan (PBB) di Kabupaten Brebes dititipkan di Lapas Kedungpane Semarang oleh Kejaksaan Negeri (Keja



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!