Lokal
Share this on:

Kemarau, Petani Bawang Terpaksa Manfaatkan Air Selokan

BREBES - Petani bawang merah di Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan Brebes mulai merasakan dampak dari mengeringnya saluran irigasi pertanian. Bahkan beberapa petani terpaksa harus memanfaatkan selokan air yang memenuhi keburuhan air bagi tanaman mereka.

Seperti yang dialami Ahmad Barikhurrohman, 45. Ia terpaksa memanfaatkan selokan air untuk mengairi tanaman yang baru beberapa minggu ditanam. Meski bisa mengancam kualitas hasil panen nantinya, namun Ahmad harus melakukannya agar tanaman tetap hidup.

Dan untuk bisa mengalirkan air selokan, Ahmad mengaku harus menggunakan pompa air. Dan untuk mengoperasikannya, dirinya harus membeli bensin sebanyak 7 liter setiap harinya. "Risikonya saya harus menambah pengeluaran untuk membeli bahan bakar," terang Ahmad. Menurutnya, aktivitas tersebut sudah dilakukan sejak dua minggu terakhir.

Ahmad berharap, pemerintah bisa segera mengatasi persoalan yang tengah dihadapi oleh para petani bawang. Yakni dengan mensuplai air melalui saluran irigasi yang tersedia.

Sementara, Kabid Irigasi dan Air Baku Dinas Pengairan Sumber Daya Air (DPSDA) Kabupaten Brebes Anna Dwi Rahayuningtyas Risky mengatakan, yang dialami petani di wilayah pantura ini akibat debit air irigasi mulai berkurang. Sehingga lahan-lahan pertanian di wilayah utara banyak yang tidak kebagian air. "Saat ini memang mulai kecil debit airnya. Makanya lahan-lahan yang jauh akan tidak kebagian air," katanya.

Meski demikian, pihak pemerintah melalui DPSDA menerapkan sistem bergilir dalam pembagian air. Selain itu, pemerintah juga menerapkan pola tanam agar petani tidak dirugikan.

"Saat kemarau ini, pembagian air mulai dilakukan dengan pola bergilir. Dan jangan lupa, kami juga menerapkan pola tanam, dimana saat musim kemarau petani dianjurkan agar menanam palawija," pungkasnya. (har/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kloter SOC 47 Gelar Upacara HUT RI ke-74 di Mekkah

Kloter SOC 47 Gelar Upacara HUT RI ke-74 di Mekkah

Tak hanya digelar di tanah air, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-74 juga digelar di luar negeri.


Momen Hari Merdeka, Warga Dukuh Kalisusu Didrop Air Bersih

Momen Hari Merdeka, Warga Dukuh Kalisusu Didrop Air Bersih

Warga Dukuh Kalisusu RT 32 RW 14 Desa Karanganyar, Kecamatan Kedungbanteng, Sabtu (17/8) didroping air bersih oleh BPBD Kabupaten Tegal.


Jaringan Air Baku Diharapkan Jadi Solusi Permanen Atasi Kekeringan

Jaringan Air Baku Diharapkan Jadi Solusi Permanen Atasi Kekeringan

Jaringan air baku yang akan dibangun di Kecamatan Pulosari diharapkan bisa menjadi solusi permanen mengatasi persoalan air bersih


Disidak, Elpiji Tiga Kilogram Ternyata Dipakai Bahan Bakar Mesin Pompa Air

Disidak, Elpiji Tiga Kilogram Ternyata Dipakai Bahan Bakar Mesin Pompa Air

Hasil sidak Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM bersama Pertamina ke toko-toko di wilayah Dukuhwaru dan Pagerbarang


Anak SD Kabupaten Tegal Manfaatkan Limbah Plastik Jadi Ekobrik

Anak SD Kabupaten Tegal Manfaatkan Limbah Plastik Jadi Ekobrik

Murid sekolah dasar di Kecamatan Kedungbanteng membuat inovasi pengolahan limbah plastik dengan sistem ekobrik.


Air Sulit, Petani Tetap Tanam

Air Sulit, Petani Tetap Tanam

Di tengah kesulitan air, tidak sedikit petani di Pemalang yang tetap menanam padi saat memasuki musim tanam ketiga tahun ini.


Kemarau, Bendung Sungapan Pemalang Krisis

Kemarau, Bendung Sungapan Pemalang Krisis

Kondisi debit air di Bendung Sungapan, Pemalang terpantau krisis, atau hanya menyisakan 1000-1200 liter per detik.


Harga Anjlok, Petani Garam di Pantura Galauw

Harga Anjlok, Petani Garam di Pantura Galauw

Petani garam di Kabupaten Brebes galaw, lantaran dibayang-bayangi anjloknya harga garam saat musim.


Babi Hutan Turun Gunung, Rusak Lahan Pertanian dan Rumah Warga Kabupaten Tegal

Babi Hutan Turun Gunung, Rusak Lahan Pertanian dan Rumah Warga Kabupaten Tegal

Kemarau tak hanya membuat hutan menjadi rawan kebakaran, akhir-akhir ini banyak babi hutan alias celeng yang turun gunung masuk ke perkampungan penduduk.


Sumur dan Sungai Mengering, Desa Semedo Didroping 10.000 Air Bersih

Sumur dan Sungai Mengering, Desa Semedo Didroping 10.000 Air Bersih

Sudah beberapa bulan terakhir ini, masyarakat Desa Semedo mengalami kelangkaan air bersih.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!