• Home
  • Berita Lokal
  • Kepala Dinas Bantah Ada Pungutan UNBK, Hanya Sumbangan Sukarela

Lokal
Share this on:

Kepala Dinas Bantah Ada Pungutan UNBK, Hanya Sumbangan Sukarela

  • Kepala Dinas Bantah Ada Pungutan UNBK, Hanya Sumbangan Sukarela
  • Kepala Dinas Bantah Ada Pungutan UNBK, Hanya Sumbangan Sukarela

KETERANGAN - Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Tegal Retno Suprobowati didampingi Ketua MKKS SMP Kabupaten Tegal Alfatah memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan di Ruang Kerja Kepala Dinas Dikbud, Rabu (20/3) kemarin. (yeri novel/radar slawi)

SLAWI - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal menegaskan bahwa tidak ada pungutan untuk pengadaan komputer sebagai penunjang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di wilayah didiknya.

"Tidak ada pungutan," kata Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Tegal Retno Suprobowati didampingi Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Tegal Alfatah di Ruang Kerja Kepala Dinas Dikbud, kemarin.

Dia menyatakan, dinas dikbud tidak mewajibkan sekolah untuk melaksanakan ujian nasional dengan menggunakan komputer. Namun, ada sejumlah sekolah, utamanya Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berinisiatif menyelenggarakan UNBK.

Sekolah tersebut akhirnya membuat program komputerisasi dengan melibatkan komite sekolah. Hal itu terpaksa dilakukan lantaran anggaran dari pemerintah terbatas. Program itu juga telah dibicarakan dengan orang tua siswa.

"Jadi bukan pungutan, tapi sumbangan sukarela. Tidak ditentukan nominalnya, dan yang tidak mampu tidak dibebani sumbangan. Itu sudah dibicarakan antara komite dengan orangtua siswa," ujar Retno.

Retno menjelaskan, UN SMP yang dilaksanakan pada tanggal 22 sampai 26 April 2019 itu, diikuti sekitar 110 sekolah baik negeri maupun swasta. Dari jumlah itu, hanya 38 sekolah yang baru menggunakan sistem komputerisasi atau UNBK. Sisanya, sekolah menggelar UN dengan sistem Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP).

Dinas dikbud telah berupaya untuk mengalokasikan anggaran pengadaan komputer dan jaringan internet. Tahun ini, anggaran tersebut telah dialokasikan dalam APBD Kabupaten Tegal tahun 2019 sebesar Rp1 miliar. Anggaran tersebut hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan komputer untuk lima sekolah.

"Kami berharap ada tambahan anggaran untuk pengadaan komputer dan jaringan, karena daerah lainnya sudah 100 persen menyelenggarakan UNBK," ucapnya.

Sementara itu, pernyataan kepala Dinas Dikbud Kabupaten Tegal dipertegas Ketua MKKS SMP Kabupaten Tegal Alfatah. Menurutnya, sumbangan sukarela untuk pengadaan komputer yang dilakukan sejumlah SMP, tidak mengikat.

Siswa yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) tidak dibebani sumbangan sukarela. Bahkan, orang tua yang merasa keberatan juga dibebaskan dari sumbangan tersebut. "Jadi, tidak ada bunyi Rp 1 juta. Orang tua siswa secara sukarela memberikan sumbangan untuk kemajuan sekolah," tegas Alfatah yang juga kepala SMPN 1 Slawi itu.

Ditanya soal penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pengadaan komputer, Alfatah menjelaskan, BOS bisa digunakan untuk pengadaan komputer, tapi hanya 1 unit setiap tahun. Sedangkan, dana BOS lainnya digunakan untuk operasional sekolah dan membayar guru Pegawai Tidak Tetap (PTT).

"Untuk membayar guru PTT pun dibatasi hanya 15 persen dari total BOS," ujarnya.

Menurutnya, ujian nasional dengan menggunakan sistem komputer dinilai lebih menguntungkan bagi siswa. Dari segi waktu pelaksanaan, UNBK lebih hemat waktu sekitar 30 menit. Siswa tidak repot melingkari jawaban, karena tinggal klik di komputer dan bisa langsung menjawab pertanyaan. Selama ini, pelaksanaan UNBK berjalan lancar berkat koordinasi dengan PLN dan Telkom.

"Sekolah kami sudah melaksanakan UNBK selama 4 tahun. Alhamdulillah tidak ada kendala," imbuhnya. (yer/ima/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Banyak ASN di Brebes Ajukan Izin Ikut Pilkades

Banyak ASN di Brebes Ajukan Izin Ikut Pilkades

Ternyata, banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Brebes banyak yang tertarik untuk menduduki posisi sebagai kepala desa.


Fasihin: Gerakan Ini Masif, Terjadi Juga di Brebes

Fasihin: Gerakan Ini Masif, Terjadi Juga di Brebes

Divisi Teknis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tegal mengakui ada gerakan masif yang dilakukan oknum tertentu untuk menggunakan hak pilihnya secara paksa.


Kantor Disdukcapil Buka, Warga Antre Membuat Suket

Kantor Disdukcapil Buka, Warga Antre Membuat Suket

Meski Rabu (17/4) hari libur bersama, Kantor Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tegal tetap membuka layanan administrasi kependudukan.


Rokok Dibayar Uang Palsu, Pedagang Kelontong Lapor Polisi

Rokok Dibayar Uang Palsu, Pedagang Kelontong Lapor Polisi

Zainun (28) anak pemilik warung kelontong hanya bisa pasrah ketika seorang pembeli yang tidak diketahui identitasnya ternyata membeli rokoknya dengan upal.


Tidak Ada TPS Khusus, 393 Pasien RSUD Soeselo Slawi Terancam Tidak Mencoblos

Tidak Ada TPS Khusus, 393 Pasien RSUD Soeselo Slawi Terancam Tidak Mencoblos

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tegal ternyata tidak menyiapkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus di RSUD dr Soesilo Slawi pada Pemilu 2019.


PLN Jamin, Selama Coblosan Tidak Ada Pemadaman Listrik

PLN Jamin, Selama Coblosan Tidak Ada Pemadaman Listrik

Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjamin tidak ada pemadaman listrik sejak 16 April hingga 4 Mei mendatang.


Bawaslu: Ada 10 Kategori TPS Rawan

Bawaslu: Ada 10 Kategori TPS Rawan

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Brebes telah memetakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan.


Diguyur Hujan, Dua Gudang Penyimpanan Logistik Pemilu Bocor

Diguyur Hujan, Dua Gudang Penyimpanan Logistik Pemilu Bocor

Dua gudang penyimpanan logistik Pemilihan Umum (Pemilu) yang ada di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Slawi dan Lebaksiu terkena bocoran air hujan.


Puluhan Pedangang Asongan dan Awak Agen Bus Ikut UNBK Kejar Paket

Puluhan Pedangang Asongan dan Awak Agen Bus Ikut UNBK Kejar Paket

Sebanyak 21 warga Terminal Bus Kota Tegal yang terdiri dari para pedagang asongan dan awak agen bus mengikuti UNBK Kejar Paket.


4.821 Warga Brebes Bakal Nyoblos di Luar Daerah

4.821 Warga Brebes Bakal Nyoblos di Luar Daerah

Sebanyak 4.821 warga Kabupaten Brebes tercatat akan menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di daerah lain.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!