Lokal
Share this on:

Kesulitan Air, 352 Hektare Lahan Persawahan Puso

  • Kesulitan Air, 352 Hektare Lahan Persawahan Puso
  • Kesulitan Air, 352 Hektare Lahan Persawahan Puso

BREBES - Akibat kekeringan yang melanda saat ini, sebanyak 352 hektare (ha) lahan persawahan di Kabupaten Brebes mengalami gagal panen (puso). Di mana, rata-rata luas lahan persawahan yang mengalami gagal panen sebayak 25 ha per kecamatan.

Kecamatan Bulakamba merupakan daerah yang paling banyak mengalami puso yakni sebanyak 63 ha. Sedangkan Kecamtan Tanjung menjadi wilayah yang paling sedikit mengalami puso yakni sebanyak dua ha.

“Seperti pada jumlah lahan kekeringan, untuk tingkat puso juga ada tiga kecamatan yang wilayahnya tidak ada lahan yang gagal panen. Yakni Kecamatan Salem, Sirampog dan Kecamatan Tonjong,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes Yulia Herawati sesaat setelah meresmikan Posko Mitigasi Bencana di Desa Losari Lor, Kecamatan Losari, kemarin.

Selain sudah mengalami kekeringan, sedikitnya 1.521 ha lahan persawahan di Kabupaten Brebes terancam kekeringan. Hal ini disebabkan lantaran prediksi musim kemarau tahun ini akan panjang.

Kecamatan Banjarharjo memiliki luas lahan yang paling banyak terancam kekeringan yakni sebanyak 670 ha.

“Kalau di data kecamatan yang mengalami kekeringan dan puso ada tiga kecamatan yang aman, tapi kalau untuk didata terancam kekeringan sedikitnya ada ada lima kecamatan yang dinyatakan aman. Yakni Kecamatan Salem, Bantarkawung, Sirampog, Larangan dan Kecamatan Ketanggungan,” ucapnya.

Karenanya, untuk menekan angka puso dan ancaman kekeringan di Kabupaten Brebes pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya meresmikan Posko Kekeringan yang ada di Kecamatan Losari. Peresmian Posko Kekeringan ini menindaklanjuti hasil rapat Mitigasi Kekeringan di Jakarta pada awal Juli lalu dan Rakor Upsus Jateng di Cepu tanggal 10 - 11 Juli di Blora yang menekankan bahwa semua kabupaten harus membuat Posko Kekeringan.

“Dan dengan mitigasi posko kekeringan ini diharapkan kerugian yang diakibatkan oleh bencana kekeringan dapat ditanggulangi atau diminimalkan,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Idza Priyati yang hadir dalam peresmian tersebut menyambut baik adanya posko mitigasi tersebut. Pendirian posko tersebut dimaksudkan sebagai tempat berkoordinasi antarstakeholder dalam upaya mengidentifikasi sumber air alternatif yang masih tersedia dan dimanfaatkan baik melalui pompanisasi dan irigasi air tanah dangkal.

“Adanya posko ini kita harapkan bisa mengurangi jumlah puso di Kabupaten Brebes. Apalagi dengan mitigasi ini bisa menghasilkan ratusan ton padi. Jadi kita harapkan ke depan posko seperti ini bisa terus dibangun,” pungkasnya. (ded/ima*)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Gas Elpiji 3 Kg di Tegal Langka, Begini Tanggapan Pertamina

Gas Elpiji 3 Kg di Tegal Langka, Begini Tanggapan Pertamina

Sejumlah warga belakangan kelimpungan, karena kesulitan mencari gas LPG 3 kilogram.


Kloter SOC 47 Gelar Upacara HUT RI ke-74 di Mekkah

Kloter SOC 47 Gelar Upacara HUT RI ke-74 di Mekkah

Tak hanya digelar di tanah air, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-74 juga digelar di luar negeri.


Momen Hari Merdeka, Warga Dukuh Kalisusu Didrop Air Bersih

Momen Hari Merdeka, Warga Dukuh Kalisusu Didrop Air Bersih

Warga Dukuh Kalisusu RT 32 RW 14 Desa Karanganyar, Kecamatan Kedungbanteng, Sabtu (17/8) didroping air bersih oleh BPBD Kabupaten Tegal.


Jaringan Air Baku Diharapkan Jadi Solusi Permanen Atasi Kekeringan

Jaringan Air Baku Diharapkan Jadi Solusi Permanen Atasi Kekeringan

Jaringan air baku yang akan dibangun di Kecamatan Pulosari diharapkan bisa menjadi solusi permanen mengatasi persoalan air bersih


Disidak, Elpiji Tiga Kilogram Ternyata Dipakai Bahan Bakar Mesin Pompa Air

Disidak, Elpiji Tiga Kilogram Ternyata Dipakai Bahan Bakar Mesin Pompa Air

Hasil sidak Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM bersama Pertamina ke toko-toko di wilayah Dukuhwaru dan Pagerbarang


Air Sulit, Petani Tetap Tanam

Air Sulit, Petani Tetap Tanam

Di tengah kesulitan air, tidak sedikit petani di Pemalang yang tetap menanam padi saat memasuki musim tanam ketiga tahun ini.


Kemarau, Bendung Sungapan Pemalang Krisis

Kemarau, Bendung Sungapan Pemalang Krisis

Kondisi debit air di Bendung Sungapan, Pemalang terpantau krisis, atau hanya menyisakan 1000-1200 liter per detik.


Babi Hutan Turun Gunung, Rusak Lahan Pertanian dan Rumah Warga Kabupaten Tegal

Babi Hutan Turun Gunung, Rusak Lahan Pertanian dan Rumah Warga Kabupaten Tegal

Kemarau tak hanya membuat hutan menjadi rawan kebakaran, akhir-akhir ini banyak babi hutan alias celeng yang turun gunung masuk ke perkampungan penduduk.


Sumur dan Sungai Mengering, Desa Semedo Didroping 10.000 Air Bersih

Sumur dan Sungai Mengering, Desa Semedo Didroping 10.000 Air Bersih

Sudah beberapa bulan terakhir ini, masyarakat Desa Semedo mengalami kelangkaan air bersih.


250 Hektare Sawah Petani di Tiga Kecamatan Puso

250 Hektare Sawah Petani di Tiga Kecamatan Puso

Sekitar 250 hektare sawah milik petani mengalami puso. Tiga wilayah tersebut meliputi Kecamatan Warureja, Suradadi dan Kramat.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!