Lokal
Share this on:

Kiai dan Menantunya Dibacok di Hadapan Anak dan Istrinya

  • Kiai dan Menantunya Dibacok di Hadapan Anak dan Istrinya
  • Kiai dan Menantunya Dibacok di Hadapan Anak dan Istrinya
  • Kiai dan Menantunya Dibacok di Hadapan Anak dan Istrinya
  • Kiai dan Menantunya Dibacok di Hadapan Anak dan Istrinya

MENGAWAL - KH Ahmad Zaenuri (51) dan Agus Nurus Sakban (27), saat hendak dirujuk ke RSUD Tugurejo Semarang untuk perawatan lanjutan, Sabtu (17/3) malam. (nur kholid ms/radar pekalongan)

KENDAL - Seorang kiai dan menantunya dibacok orang tak dikenal di depan rumahnya Dukuh Krajan Desa Truko RT 4 RW 1 Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal, Sabtu (17/3) sekitar pukul 16.15 WIB. Saat ini, kedua korban KH Ahmad Zaenuri (51), Syuriyah NU Ranting Desa Truko, dan menantunya, Agus Nurus Sakban (27), dirawat di RSI Weleri.

Sementara pelaku dirawat RSUD Kendal karena dikeroyok warga. Hingga kini belum diketahui motif pembacokan kiai dan anak menantunya tersebut. Informasi yang dihimpun, kejadian itu bermula saat Agus Nurus Sakban, menantu KH Ahmad Zaenuri tengah mengeluarkan mobil pickup Nopol AA 1681 SW bersama istrinya Zakiatul Fakiroh (27).

Mereka hendak pergi ke Kendal menggunakan mobil. Pada waktu yang bersamaan, pelaku datang menghampiri menantu kiai dengan membawa sebilah golok. "Sambil membawa golok, pelaku menghampiri mobil," kata Zakiatul Fakiroh.

Diceritakan Zakiatul, saat mobil keluar dari garasi, pelaku menghampiri dan langsung membacok suaminya dengan golok. Agus sempat melakukan perlawanan, namun pelaku membabi buta. Pada kesempatan itu, KH Ahmad Zaenuri yang melihat menantunya diserang keluar rumah. Ia mencoba melerai. Namun tak disangka, justru ia mendapatkan bacokan golok pelaku.

"Saya kemudian berteriak minta tolong. Warga yang melihat kejadian tersebut langsung menangkap pelaku dan menghajarnya hingga babak belur," ungkap dia.

Terpisah, Kapolres Kendal, AKBP Adi Wijaya, membenarkan telah terjadi tindak pidana penganiayan dengan menggunakan senjata tajam jenis golok yang dilakukan Suyatno warga Desa Johorejo, Kecamatan Gemuh tersebut. Peristiwa pembacokan dilakukan pelaku di depan rumah korban KH Ahmad Zaenurisekitar pukul 16.15.

"Saat itu, korban Agus bersama dengan istrinya hendak keluar rumah dengan menggunakan mobil pick up nopol AA 1681 SW. Kemudian pelaku tiba-tiba menyerang korban Agus dengan senjata tajam golok dan melukai kepalanya," kata dia.

Kapolres mengungkapkan, melihat suaminya dibacok, istri korban berteriak meminta tolong sehingga ayahnya keluar rumah berusaha untuk menolong menantunya. Namun mertuanya ikut terkena sabetan golok di bagian lengan dan tangan. Sedangkan pelaku diamuk massa hingga babak belur.

Korban Agus mengalami luka pada bagian dahinya, tangan, dan kaki sobek terkena benda tajam. Sedangkan mertuanya luka pada bagian tangan mengalami patah dan lengan sobek terkena benda tajam. Pelaku diamankan oleh petugas Polsek Kangkung.

"Pengakuan dari kakak pelaku, bahwa pelaku mengalami stres atau gangguan jiwa sejak setahun belakangan ini dikarenakan habis mengalami masalah pisah dari istrinya dan pelaku belum pernah masuk atau di rawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ)," ungkap dia.

Kapolres memastikan kasus pembacokan dan penganiayaan terhadap dua orang warga Desa Truko Kangkung ini murni kriminal. Namun demikian polisi masih memeriksa pelaku yang kondisinya luka parah akibat dihakimi massa.

Dua orang yang menjadi korban pembacokan sendiri dua orang mengalami luka parah serta salah satunya terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Semarang. Pelaku hingga kemarin masih dalam perawatan di RSUD Soewondo Kendal karena mengalami luka parah akibat dihakimi massa.

"Kasus ini murni kriminal, hanya kebetulan salah satu korban adalah takmir masjid di wilayah Truko," pungkas dia. (nur/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Alat Berat Tenggelam, Kepala DKP Brebes Diperiksa

Alat Berat Tenggelam, Kepala DKP Brebes Diperiksa

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Brebes Tandi akhirnya diperiksa oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.


16.918 Pemilih Pilgub Tegal Dicoret

16.918 Pemilih Pilgub Tegal Dicoret

KPU Kabupaten Tegal menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilihan gubernur Jateng dan pemilihan bupati Tegal sebanyak 1.171.029 orang.


Tarif Tak Manusiawi, Pengemudi Go Jek Pilih Mogok

Tarif Tak Manusiawi, Pengemudi Go Jek Pilih Mogok

Pengemudi ojek online yang tergabung dalam Komunitas Betawi (Brebes, Tegal, dan Slawi) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Tegal.


Jumlah Rombel SMK/SMA di Kota Tegal Diusulkan Dibatasi

Jumlah Rombel SMK/SMA di Kota Tegal Diusulkan Dibatasi

Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Tegal mengusulkan pembatasan jumlah rombongan belajar (rombel) SMA/SMK dan sejenisnya.


Kerap Palak Sopir, 15 Anjal Diamankan Polisi

Kerap Palak Sopir, 15 Anjal Diamankan Polisi

Lantaran kerap meminta uang kepada pengguna jalan raya, sedikitnya 15 anak jalanan (anjal) diamankan Satuan Sabhara Polres Tegal Kota.


Pemkab Tegal Tepis Masih Ada Perusahaan yang Gaji Karyawan Tidak sesuai UMK

Pemkab Tegal Tepis Masih Ada Perusahaan yang Gaji Karyawan Tidak sesuai UMK

Pekerja pabrik teh 2 Tang Adiwerna Kabupaten Tegal sempat menggelar aksi unjuk rasa dan mogok kerja untuk menuntut pembayaran upah sesuai UMK.


Debat Paslon Wali Kota Tegal Berlangsung Seru

Debat Paslon Wali Kota Tegal Berlangsung Seru

Debat terbuka paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal yang digelar KPU sukses digelar, Selasa (17/4) malam.


Besok Pemilih Pilbup dan Pilgub Ditetapkan

Besok Pemilih Pilbup dan Pilgub Ditetapkan

KPU Kabupaten Tegal akan menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) pemilihan bupati (pilbup) Tegal dan pemilihan gubernur (pilgub) Jateng, Kamis (19/4) besok.


Protes Putusan Pengadilan, Pedagang Pasar Pagi Siapkan Mogok Massal

Protes Putusan Pengadilan, Pedagang Pasar Pagi Siapkan Mogok Massal

Puluhan pedagang Pasar Pagi Blok B dan C menyatakan siap menggelar aksi lanjutan berupa mogok massal berdagang.


Buntut Kasus Bully, Kepala Sekolah dan Guru Disanksi Teguran Keras

Buntut Kasus Bully, Kepala Sekolah dan Guru Disanksi Teguran Keras

Disdikbud Kota Tegal segera melayangkan peringatan keras kepada kepala sekolah dan guru di salah satu SD Negeri di Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!