Lokal
Share this on:

Kopi Capar, Alternatif Baru Robusta Lokal asal Brebes

  • Kopi Capar, Alternatif Baru Robusta Lokal asal Brebes
  • Kopi Capar, Alternatif Baru Robusta Lokal asal Brebes

POTENSIAL- Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan DPKP Brebes Tanti Palupi menunjukkan Kopi Capar dalam kemasan. (ekofidiyanto/radarbrebes)

BREBES - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Brebes mendorong para petani kopi di Brebes untuk dapat mengembangkan budidaya kopi menjadi produk siap konsumsi. Satu di antaranya menggencarkan Sekolah Lapangan (SL) bagi petani kopi.

Di sekolah lapangan, mereka diajarkan teknik menanam kopi, perawatan hingga produksi menjadi kopi bubuk siap konsumsi.

"Selama ini sebenarnya Brebes memiliki produk kopi yang siap konsumsi yaitu Kopi Capar yang diproduksi petani di Desa Capar, Salem. Hanya memang belum meluas karena baru berjalan beberapa tahun terakhir," kata Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan DPKP Brebes Tanti Palupi, Jumat (12/7).

Munculnya brand Kopi Capar di Brebes tak lepas dari luasnya lahan perkebunan kopi petani yang mencapai 1.035,53 hektare. Jumlah tersebut tersebar di lima kecamatan yang ada di wilayah selatan Brebes yaitu Salem, Bantarkawung, Paguyangan, Sirampog dan Banjarharjo.

Setiap tahunnya, para petani mampu memproduksi 498,54 ton kopi.

"Dengan jumlah tersebut, Brebes memiliki potensi yang besar menjadi daerah produsen kopi selain dikenal dengan tanaman bawang merah dan telur asin. Produksi kopi paling banyak terdapat di Kecamatan Salem yaitu di Desa Capar. Bahkan saat ini petani sudah memproduksinya menjadi kopi siap konsumsi yaitu kopi robusta Capar," paparnya.

Selain kopi robusta di Desa Capar, Kecamatan Salem, DPKP Brebes juga mendorong potensi kopi arabica yang terdapat di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog. Kopi tersebut juga sudah mulai diproduksi menjadi kopi siap konsumsi. Namun jumlahnya belum sebanyak Kopi Capar di Salem.

"Kami ingin ada nilai tambah yang diperoleh petani kopi dengan mengelola kopi dari hulu sampai hilir. Sehingga tidak hanya menanam dan memanennya saja tapi juga mengolah menjadi produk," harapnya.

Berbagai upaya juga sudah dilakukan Pemkab Brebes melalui DPKP, selain memberikan sekolah lapangan secara rutin, juga memberikan berbagai bantuan. Pada 2018 lalu, DPKP telah menyalurkan bibit kopi unggulan dan alat pengolah kopi kepada kelompok tani Harapan Tani Makmur di Salem.

Pada 2019 ini, bantuan serupa diberikan kepada kelompok tani di berbagai desa di lima kecamatan pemproduksi kopi.

"Tidak hanya mendorong saja, kami juga terus berupaya meningkatkan produksi kopi tiap tahunnya. Targetnya kopi robusta di Capar dan arabica di Dawuhan dikenal kalangan luas," terangnya.

Saat ini, katanya, kopi asli Brebes memang sudah diproduksi. Hanya saja, pangsa pasarnya masih sebatas pasar domestik dan jumlahnya yang masih terbatas. Jika produksinya bisa meningkat, tak menutup kemungkinan produk kopi Brebes mampu menembus pasar ekspor.

"Sudah ada investor yang melakukan penjajakan untuk memproduksi kopi asli Brebes. Hanya masih ada kekhawatiran dari petani jika nantinya brand asli yaitu Kopi Capar justru hilang," imbuhnya.

Camat Salem Nur Ari HY mengaku senang dengan semangat para petani di Kecamatan Salem dalam upaya menggali potensi lokal dengan mengikuti Sekolah Lapangan (SL) untuk meningkatkan hasil panen kopi.

"Nanti diharapkan Kopi Salem yaitu Kopi Capar bisa menjadi ikon yang dapat mengangkat Kecamatan Salem," harapnya. (fid/ism/ima)


Berita Sejenis

Tak Terlihat Tiga Hari, ABG Tewas di Rumahnya yang Terkunci

Tak Terlihat Tiga Hari, ABG Tewas di Rumahnya yang Terkunci

Nurlia Amanda Saputri (15), warga Desa Kramat, Jatibarang, Brebes ditemukan tewas di dalam rumahnya, Kamis (19/9) malam.


Gelandangan di Tengah Kota, Enam Orang Gila Diamankan

Gelandangan di Tengah Kota, Enam Orang Gila Diamankan

Enam orang gila diamankan Dinas Sosial dan personel Satpol PP Kabupaten Brebes, Kamis (19/9).


Dosen dan Mahasiswa di Tegal Tolak UU KPK yang Baru

Dosen dan Mahasiswa di Tegal Tolak UU KPK yang Baru

Puluhan mahasiswa dan civitas akademika dari salah satu universitas ternama di Kota Tegal menggelar aksi penolakan disyahkannya Undang-undang (UU) KPK yang baru


Pelaku Pembunuhan Pengantin Baru di Pemalang, Terancam Hukuman Seumur Hidup

Pelaku Pembunuhan Pengantin Baru di Pemalang, Terancam Hukuman Seumur Hidup

Rekontruksi pembunuhan pegantin baru di Desa Mendelelem, Kecamatan Belik, menemukan fakta baru.


247 Pejabat Dilantik, Bupati Minta Laporkan Bila Ada Oknum

247 Pejabat Dilantik, Bupati Minta Laporkan Bila Ada Oknum

Sebanyak 247 pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemkab Pemalang baru saja dilantik dan diambil sumpahnya, Rabu (18/9) di pendapa kabupaten.


Diduga Sering Dibuat Mesum, Banyak Ditemukan Kondom di Taman Pulosari

Diduga Sering Dibuat Mesum, Banyak Ditemukan Kondom di Taman Pulosari

Sebuah taman rakyat di Kabupaten Brebes diduga kerap digunakan sebagai ajang mesum di malam hari.


Dokter Spesialis di RSUD Brebes Mogok, Pasien Kecewa

Dokter Spesialis di RSUD Brebes Mogok, Pasien Kecewa

Dokter-dokter spesialis di RSUD Brebes, Rabu (18/9), mogok kerja.


Diduga Aniaya Karyawannya, Bos WNA Dilaporkan ke Polisi

Diduga Aniaya Karyawannya, Bos WNA Dilaporkan ke Polisi

General manager salah satu perusahaan di Brebes yang berstatus warga negara asing (WNA), LHK, dilaporkan ke Polres Brebes.


Peringati Tahun Baru Islam, Ribuan Santri Gelar Pawai Obor

Peringati Tahun Baru Islam, Ribuan Santri Gelar Pawai Obor

Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Tegal memperingati tahun baru Islam dengan menggelar pawai obor.


Suporter Persab Brebes dan Persip Pekalongan Bentrok, Empat Orang Dilarikan ke RSUD Brebes

Suporter Persab Brebes dan Persip Pekalongan Bentrok, Empat Orang Dilarikan ke RSUD Brebes

Laga kandang Persab Brebes di stadion Karangbirahi dalam lanjutan Liga 3 Regional Jateng berhadapan dengan Persip Pekalongan, Minggu (15/9), berakhir ricuh.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!