by

Krisis Air Bersih Pantura, Desa Diminta Buat Penampung

SLAWI – Persoalan kelangkaan air bersih di wilayah pantura menjadi perhatian serius Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak desa diminta membuat tandon besar agar bisa disuplai air bersih oleh PDAM.

Direktur PDAM Kabupaten Tegal Brahmono Weko Pujiono, Selasa (14/1) mengatakan, guna mengatasi krisis air bersih di wilayah pantura, PDAM sudah pernah berkoordinasi dengan Bappeda. Solusinya, pihak desa membuat tandon atau tangki isi 6.000 liter. Nanti dari PDAM yang suplai air bersih ke sana.

“Desa membuat BUMDes, nanti air dijual ke masyarakat. Kalau di tempat lain satu dirigen dijual Rp2.000, tapi kalau desa dijual Rp1.000 dan itu ada keuntungan Rp500. Karena PDAM menjual ke desa memakai paket sosial,” katanya.

Persoalan pipa air PDAM di pantura, tambah Brahmono, hingga saat ini terus dilakukan pendekatan dengan PDAM Pemalang. Bahkan dua pegawainya datang langsung ke sumber air di wilayah Pemalang. Namun kendalanya, dari pihak PDAM Pemalang belum memberikan jawaban pasti soal kerja sama tersebut.

“Kalau kita mencari sumber di Gunung Tanjung, debitnya kecil dan tidak bakal menutup biaya operasionalnya. Termudah adalah kerja sama dengan PDAM Pemalang dan anggarannya diajukan ke pemerintah pusat,” tambahnya.

Meski belum ada jawaban pasti, lanjut Brahmono, pihaknya akan terus melakukan pendekatan dengan PDAM Pemalang. Karena hanya dari sumber mata air di wilayah Kabupaten Pemalang, penanganan air bersih untuk wilayah pantura dapat teratasi. (guh/ima)

Comment

Berita Terbaru