Lokal
Share this on:

Lambat Berkembang, Perajin Gula Merah Butuh Pendampingan

  • Lambat Berkembang, Perajin Gula Merah Butuh Pendampingan
  • Lambat Berkembang, Perajin Gula Merah Butuh Pendampingan

CETAK GULA - Salah seorang perajin gula merah tengah mencetak sebagai tahapan sebelum dijual ke pasaran. (teguh supriyanto/radar brebes)

TONJONG - Lemahnya pemahaman mengenai akses pemasaran yang baik, mengakibatkan para perajin tidak dapat mengembangkan hasil produksinya. Padahal beberapa diantaranya, menjadikan usaha yang digeluti sebagai sandaran ekonomi keluarga.

Seperti yang dialami para perajin gula merah di Dukuh Mingkrik, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong. Sekitar 10 perajin gula merah aktif berproduksi di wilayah tersebut. Menurut dia, saat ini para perajin tidak dapat menentukan harga hasil produksinya. Kondisi ini akibat masih bergantungnya para perajin, kepada pihak ketiga sebagai pemodal.

"Mulai dari pohon kelapa yang disadap, adalah milik orang. Selain itu, untuk permodalan dalam proses produksi juga masih didapat dari orang yang nantinya membeli gula merah hasil dari para perajin," ungkap Saefudin, 45, salah seorang perajin gula merah, Rabu (17/7).

Dikatakan, akibat dari kondisi ini kebanyakan perajin tidak bisa mempertahankan harga. Hal itu terjadi karena modal untuk berproduksi diperoleh dari pihak ketiga. Perajin umumnya masih menggunakan cara-cara tradisional. Termasuk di dalamnya pemahaman mengenai sistem penjualan dan akses pemasaran.

Mereka lebih memilih menjual pada pengepul yang datang ketimbang menjual langsung ke pasaran.

"Padahal dari sisi keuntungan jelas sangat jauh berbeda dibandingkan jika dijual langsung ke pasaran," kata Saefudin.

Dari sisi kualitas, dia menjamin gula produksi warga Dukuh Mingkrik bisa bersaing dengan produk luar daerah. Rata-rata perajin, mampu memproduksi 10 kilogram sampai dengan 12 kilogram setiap harinya. Jumlah tersebut bisa menurun drastis, saat musim kemarau seperti yang berlangsung saat ini.

"Kalau kemarau, air sadapan berkurang, meskipun dari segi kualitas lebih bagus daripada saat musim hujan. Dampaknya, kalau musim kemarau seperti ini, bisa menghasilkan 7 kilogram gula saja sudah bagus," urainya.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari pegiat sosial yang juga sempat tergabung sebagai anggota Forum Pengembangan Ekonomi Daerah Kabupaten Brebes, Mardiyanto SAg. Dia, memandang perlu dibangun sebuah lembaga koperasi sebagai senjata paling ampuh untuk meningkatkan daya saing khususnya dari sisi produktivitas.

"Koperasi memiliki potensi yang besar untuk menjadi stimulan di era perdagangan bebas," kata Mardiyanto.

Untuk kepentingan itu, menurut dia, maka para perajin berskala kecil harus mulai berada dalam naungan koperasi. Apalagi rendahnya produktivitas menjadi salah satu faktor utama sulit bersaingnya para perajin kecil dan menengah dengan perusahaan lain dalam konteks ekonomi global.

"Dengan bernaung di bawah koperasi, juga jauh lebih mudah dibina karena terkoordinasi dalam satu atap koperasi," pungkasnya. (pri/ism/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dini Hari, Sejumlah Rumah Warga di Pantura Terbakar Hebat

Dini Hari, Sejumlah Rumah Warga di Pantura Terbakar Hebat

Sejumlah bangunan dan rumah warga di Dukuh Blendung RT 14 RW 05 Desa Kertasari Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal diamuk si jago merah, Jumat (9/8) pukul 00.05


Kerap Terjadi Kebakaran di Kota Tegal, Begini Imbauan BPBD

Kerap Terjadi Kebakaran di Kota Tegal, Begini Imbauan BPBD

Amukan si jago merah belakangan ini sering terjadi di wilayah Kota Tegal dan sekitarnya.


Fantastis! Target Bulan Dana PMI Capai Rp1,25 M

Fantastis! Target Bulan Dana PMI Capai Rp1,25 M

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal mentargetkan pada bulan dana tahun ini mencapai Rp1,25 miliar.


Harga Sayur dan Cabai Makin Menggila

Harga Sayur dan Cabai Makin Menggila

Harga sejumlah sayuran dan cabai merah terus naik di sejumlah pedagang eceran Pasar Bumiayu.


Rampas HP, Dua Remaja Ini Juga Palu Kepala Korbannya

Rampas HP, Dua Remaja Ini Juga Palu Kepala Korbannya

Tak Butuh waktu lama, Satreskrim Polres Tegal Kota berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan .


Jumlah Kerugian Belum Bisa Dipastikan

Jumlah Kerugian Belum Bisa Dipastikan

Sebuah bangunan yang difungsikan sebagai bengkel di Jalan Hanoman RT 12 RW 2 Kelurahan Slerok Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal ludes dilalap si jago merah, Sela


Lupa Matikan Kompor, Bengkel dan Dua Mobil Ludes Terbakar

Lupa Matikan Kompor, Bengkel dan Dua Mobil Ludes Terbakar

Sebuah bangunan yang difungsikan sebagai bengkel yang berada di Jalan Hanoman ludes dilalap si jago merah Selasa (16/7) sore


Ditinggal ke Sawah, Rumah di Luwunggede Terbakar

Ditinggal ke Sawah, Rumah di Luwunggede Terbakar

Nasib apes menimpa Subur (50), warga RT 2, RW 4, Desa Luwunggede, Kecamatan Tanjung. Rumahnya ludes dilahap si jago merah, Senin (15/7).


Butuh 4.000 Keping Blangko KTP-El, Kemendagri Hanya Beri 500

Butuh 4.000 Keping Blangko KTP-El, Kemendagri Hanya Beri 500

Warga Kabupaten Tegal yang mengajukan permohonan pembuatan KTP elektronik harus bersabar.


Kemarau, Petani Bawang Terpaksa Manfaatkan Air Selokan

Kemarau, Petani Bawang Terpaksa Manfaatkan Air Selokan

Petani bawang merah di Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan Brebes mulai merasakan dampak dari mengeringnya saluran irigasi pertanian.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!