• Home
  • Berita Lokal
  • Langgar Aturan, Puluhan APK Paslon Bupati dan Gubernur Dicopoti Paksa

Lokal
Share this on:

Langgar Aturan, Puluhan APK Paslon Bupati dan Gubernur Dicopoti Paksa

  • Langgar Aturan, Puluhan APK Paslon Bupati dan Gubernur Dicopoti Paksa
  • Langgar Aturan, Puluhan APK Paslon Bupati dan Gubernur Dicopoti Paksa
  • Langgar Aturan, Puluhan APK Paslon Bupati dan Gubernur Dicopoti Paksa
  • Langgar Aturan, Puluhan APK Paslon Bupati dan Gubernur Dicopoti Paksa

SLAWI - Puluhan alat peraga kampanye (APK) yang dipasang pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati Tegal dan gubernur-wakil gubernur Jateng melanggar dalam pemasangannya. Keberadaannya pun dicopot paksa.

Keberadaan APK yang melanggar ketentuan KPU itu setelah petugas gabungan dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwsalu) Kabupaten Tegal, Satpol PP Kabupaten Tegal, Polres Tegal, dan Satpol PP Provinsi Jateng, melakukan penertiban APK sejak, Senin (19/3) lalu.

"Ada 71 alat peraga kampanye yang diamankan setelah dilakukan penertiban di sejumlah wilayah di Kabupaten Tegal," kata Panwaslu Kabupaten Tegal, Harpendi Dwi Pratiwi, Rabu (21/3).

Jumlah APK yang ditertibkan tersebut belum termasuk jumlah APK hasil penertiban yang dilakukan Panwaslu Kecamatan. Selain APK bergambar paslon bupati-wakil bupati dan gubernur-wakil gubernur, terdapat juga APK terkait pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres).

"APK pilbup yang diamankan sebanyak 24 buah, pilgub 9 buah, pileg, dan pilpres sebanyak 38 buah," kata Harpendi merinci.

Dia mengemukakan, APK yang diamankan antara lain berupa banner, baliho, spanduk, dan liflet. Selain pemasangannya, APK tersebut juga dicopot paksa karena tidak ada yang sesuai desain dari KPU.

"Makanya, tidak diperbolehkan dipasang kembali," tandasnya.

Harpendi mempersilahkan para pemilih APK untuk mengambil APK yang sudah diamankan di kantor Panwaslu. Namun, perwakilan paslon atau tim kampanye yang mengambil harus menunjukan bukti kepemilikan APK yang disertai dengan kuitansi pesanan dari pihak percetakan dan bukti pemasangan.

"Paslon dan tim kampanye juga wajib membuat surat pernyataan untuk tidak memasang kembali APK yang sudah diamankan," imbuh Harpendi menegaskan. (far/zul)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Alat Berat Tenggelam, Kepala DKP Brebes Diperiksa

Alat Berat Tenggelam, Kepala DKP Brebes Diperiksa

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Brebes Tandi akhirnya diperiksa oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.


16.918 Pemilih Pilgub Tegal Dicoret

16.918 Pemilih Pilgub Tegal Dicoret

KPU Kabupaten Tegal menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilihan gubernur Jateng dan pemilihan bupati Tegal sebanyak 1.171.029 orang.


Tarif Tak Manusiawi, Pengemudi Go Jek Pilih Mogok

Tarif Tak Manusiawi, Pengemudi Go Jek Pilih Mogok

Pengemudi ojek online yang tergabung dalam Komunitas Betawi (Brebes, Tegal, dan Slawi) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Tegal.


Jumlah Rombel SMK/SMA di Kota Tegal Diusulkan Dibatasi

Jumlah Rombel SMK/SMA di Kota Tegal Diusulkan Dibatasi

Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Tegal mengusulkan pembatasan jumlah rombongan belajar (rombel) SMA/SMK dan sejenisnya.


Pemkab Tegal Tepis Masih Ada Perusahaan yang Gaji Karyawan Tidak sesuai UMK

Pemkab Tegal Tepis Masih Ada Perusahaan yang Gaji Karyawan Tidak sesuai UMK

Pekerja pabrik teh 2 Tang Adiwerna Kabupaten Tegal sempat menggelar aksi unjuk rasa dan mogok kerja untuk menuntut pembayaran upah sesuai UMK.


Debat Paslon Wali Kota Tegal Berlangsung Seru

Debat Paslon Wali Kota Tegal Berlangsung Seru

Debat terbuka paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal yang digelar KPU sukses digelar, Selasa (17/4) malam.


Besok Pemilih Pilbup dan Pilgub Ditetapkan

Besok Pemilih Pilbup dan Pilgub Ditetapkan

KPU Kabupaten Tegal akan menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) pemilihan bupati (pilbup) Tegal dan pemilihan gubernur (pilgub) Jateng, Kamis (19/4) besok.


Protes Putusan Pengadilan, Pedagang Pasar Pagi Siapkan Mogok Massal

Protes Putusan Pengadilan, Pedagang Pasar Pagi Siapkan Mogok Massal

Puluhan pedagang Pasar Pagi Blok B dan C menyatakan siap menggelar aksi lanjutan berupa mogok massal berdagang.


Buntut Kasus Bully, Kepala Sekolah dan Guru Disanksi Teguran Keras

Buntut Kasus Bully, Kepala Sekolah dan Guru Disanksi Teguran Keras

Disdikbud Kota Tegal segera melayangkan peringatan keras kepada kepala sekolah dan guru di salah satu SD Negeri di Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur.


Tarif Dikurangi 50 Persen Lebih, Pengojek Online Log Out Akun

Tarif Dikurangi 50 Persen Lebih, Pengojek Online Log Out Akun

Masih mogoknya ojek online atau daring di wilayah Kota Tegal dan sekitarnya, Rabu (18/4), ternyata cukup membuat repot penggunanya.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!