Lokal
Share this on:

Maaf, Bansos untuk Guru Tak Bisa Dianggarkan Tahun Depan

  • Maaf, Bansos untuk Guru Tak Bisa Dianggarkan Tahun Depan
  • Maaf, Bansos untuk Guru Tak Bisa Dianggarkan Tahun Depan

SLAWI - Dalam APBD tahun 2020, ribuan guru non-PNS di Kabupaten Tegal terancam tidak mendapatkan bantuan sosial (bansos). Berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Jateng, bansos untuk guru non-PNS dinilai tidak masuk dalam masyarakat yang rawan sosial.

Ketua DPRD Kabupaten Tegal Agus Salim, Selasa (22/10) mengatakan, guru non-PNS yang terancam tidak mendapatkan bansos adalah guru swasta yang bekerja di sekolah swasta, guru TPQ dan madrasah. Karena di tahun 2019, guru tersebut sudah mendapatkan bansos yang diambil dari APBD. Guru swasta tahun ini mendapatkan bansos sekitar Rp8 miliar, dan setiap guru mendapatkan sekitar Rp1,2 juta pertahun. Sedangkan guru TPQ dialokasikan sebesar Rp6 miliar, dan setiap guru mendapatkan Rp1,5 juta pertahun. Sementara, guru madrasah dialokasikan Rp5 miliar, dan setiap guru mendapatkan Rp1,5 juta pertahun.

"Total anggaran untuk guru-guru tersebut lumayan besar juga. Guru-guru tersebut juga sebelumnya telah mendapatkan bansos. Namun, berdasarkan pemeriksaan BPK pada bulan Februari-April 2019, guru-guru tersebut disarankan untuk tidak mendapatkan bansos kembali," katanya.

BPK beranggapan, tambah Agus Salim, guru swasta, guru TPQ dan guru madrasah bukan masuk golongan kelompok yang memiliki kerawanan sosial. Tapi kalau tidak dianggarkan kembali, maka rawan konflik karena menyangkut ribuan orang.

Karena itu, pimpinan DPRD Kabupaten Tegal telah melakukan konsultasi dengan sejumlah daerah yang masih menganggarkan bansos untuk guru-guru tersebut.

"Kami dari unsur pimpinan dewan telah melakukan kunjungan ke Surabaya dan Sidoarjo pada pekan lalu. Hasilnya, dua daerah itu masih memberikan bansos bagi guru-guru tersebut, dan BPK tidak mempersoalkan bansos tersebut," tambahnya.

BPK di wilayah Surabaya dan Sidoarjo, lanjut Agus Salim, tidak mempersoalkan itu. Dirinya tidak tahu kenapa BPK di Jateng mempersoalkan hal tersebut. Untuk memperkuat hal tersebut, pimpinan DPRD melakukan konsultasi dengan Departemen Dalam Negeri (Depdagri) di Jakarta, pekan lalu.

Dalam konsultasi itu, Depdagri menilai bahwa persepsi pemeriksaan setiap orang berbeda-beda. Depdagri juga telah memberikan solusi untuk permasalahan ini. Dan solusinya akan dibahas dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada Senin mendatang. Lihat saja nanti seperti apa solusi yang dilakukan untuk tetap menganggarkan bagi guru swasta, guru TPQ dan guru madrasah. (guh/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tiga Hari Dinyatakan Hilang, Lansia Ditemukan di Pekalongan

Tiga Hari Dinyatakan Hilang, Lansia Ditemukan di Pekalongan

Lansia berusia 63 tahun, Siti Muniroh, warga Desa Penusupan, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal yang meninggalkan rumah


Antisipasi Darurat Sampah, TPA Penujah Akan Diperluas

Antisipasi Darurat Sampah, TPA Penujah Akan Diperluas

Upaya untuk mengantisipasi agar Kabupaten Tegal tidak darurat sampah, berbagai upaya dilakukan Pemkab Tegal.


Tabrak Truk Tronton, Mahasiswa Tewas

Tabrak Truk Tronton, Mahasiswa Tewas

Kecelakaan kembali terjadi di Jalur Pantura Wiradesa. Kali ini terjadi di depan SPBU Bondansari, kemarin.


HKN ke-55, Generasi Sehat Indonesia Unggul

HKN ke-55, Generasi Sehat Indonesia Unggul

Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 tahun ini mengambil tema "Generasi Sehat Indonesia Unggul, untuk Mengajak Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat."


Wadir Reakrimsus Ajak Ulama Perkuat Ukhuwah

Wadir Reakrimsus Ajak Ulama Perkuat Ukhuwah

Wakil Direktur Reskrimsus Polda Jateng AKBP Firman Lukman Hakim mengajak para alim ulama untuk bersama-sama memperkuat ukhuwah insaniyah


Tak Kelihatan Seharian, Pria di Tegal Ditemukan Tergantung di Dalam Rumahnya

Tak Kelihatan Seharian, Pria di Tegal Ditemukan Tergantung di Dalam Rumahnya

Seorang pria di Desa Blubuk Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal ditemukan tewas tergantung di dalam rumahnya, Jumat (15/11) sore, sekitar pukul 17.00 WIB.


Wadir Reskrimsus Polda Jateng Ajak Ulama Perkuat Ukhuwah

Wadir Reskrimsus Polda Jateng Ajak Ulama Perkuat Ukhuwah

Wakil Direktur Reskrimsus Polda Jateng AKBP Firman Lukman Hakim mengajak para alim ulama untuk bersama-sama memperkuat ukhuwah insaniyah dan islamiyah di tengah


HKN ke-55, Generasi Sehat Indonesia Unggul

HKN ke-55, Generasi Sehat Indonesia Unggul

Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 mengambil tema generasi sehat Indonesia unggul, untuk mengajak masyarakat hidup bersih dan sehat.


Tujuh Hektare Lahan Disiapkan untuk Pelabuhan

Tujuh Hektare Lahan Disiapkan untuk Pelabuhan

Pemerintah Kabupaten Pemalang terus mengupayakan pembangunan pelabuhan pengumpan lokal atau niaga.


Jaga Palang Kereta, Sayidi Andalkan Upah Jimpitan dari Warga

Jaga Palang Kereta, Sayidi Andalkan Upah Jimpitan dari Warga

Sudah empat tahun, Sayidi (57) warga desa Wanarejan Utara, Kecamatan Taman, menjaga perlintasan palang kereta di desanya.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!