Lokal
Share this on:

Malam-malam, Subkhan yang Viral dengan Sandiaga Uno Ditahan

  • Malam-malam, Subkhan yang Viral dengan Sandiaga Uno Ditahan
  • Malam-malam, Subkhan yang Viral dengan Sandiaga Uno Ditahan

BREBES - Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Brebes M. Subkhan, warga Desa Tegalglagah Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes Selasa (19/3) malam, resmi ditahan penyidik Satreskrim Polres Brebes. Penahanan tersebut terkait dugaan tindak dugaan penganiayaan terhadap seseorang yang bernama Sukro.

Subkhan dimasukkan tahanan Polres Brebes usai menjalani pemeriksaan selama tujuh jam. Mulai pukul 14.00 WIB hingga 21.00 WIB. Saat datang hingga diperiksa, Subkhan didampingi kuasa hukumnya, M. Fayyadh.

Kasatreskrim Polres Brebes AKP Tri Agung Suryomicho melalui KBO Reskrim Polres Brebes Iptu Triyatno mengatakan, penahanan Subkhan dilakukan setelah penyidik mengantongi dua alat bukti yang cukup atas kasus dugaan penganiayaan tersebut. Setelah mendapatkan dua alat bukti, yang bersangkutan kita tetapkan tersangka dan penyidik menyatakan sudah memenuhi syarat dilakukan penahan.

"Karenanya, kita tahan yang bersangkutan untuk 20 hari ke depan," katanya.

Diketahui, kejadian tersebut bermula saat korban tengah memperbaiki bendera bergambar Calon Presiden (Capres) Joko Widodo di Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Brebes, Sabtu (9/3) lalu. Tiba-tiba, Subkhan datang dengan mengendarai kendaraan roda empat.

Usai turun dari mobil, Subkhan datang menghampiri Sukro untuk memintai keterangan terait video yang menyebutkan dirinya (Subkhan, Red.) pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Namun, saat itu terjadi cekcok antar keduanya. Setelah terjadi cekcok, diduga Subkhan melakukan tindakan penganiayaan kepada Sukro.

Usai kejadian itu, Sukro langsung melakukan visum dan melaporkan penganiayaan yang dialaminya ke Polres Brebes. Dalam penyelidikannya, penyidik telah memintai keterangan tiga orang saksi, termasuk korban.

"Subkhan sendiri diperiksa dua kali sebelum akhirnya ditahan. Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 351 ayat 1 dengan ancaman pidana penjara 2,8 tahun," jelasnya. (ded/fat/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

C1 Plano Tak Ketemu, Rekapitulasi Dihentikan Sementara

C1 Plano Tak Ketemu, Rekapitulasi Dihentikan Sementara

Proses rekapitulasi C1 Pemilu 2019 untuk Kelurahan Panggung Kota Tegal yang dilaksanakan Jumat (19/4) sore terpaksa dihentikan sementara.


Banyak ASN di Brebes Ajukan Izin Ikut Pilkades

Banyak ASN di Brebes Ajukan Izin Ikut Pilkades

Ternyata, banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Brebes banyak yang tertarik untuk menduduki posisi sebagai kepala desa.


Fasihin: Gerakan Ini Masif, Terjadi Juga di Brebes

Fasihin: Gerakan Ini Masif, Terjadi Juga di Brebes

Divisi Teknis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tegal mengakui ada gerakan masif yang dilakukan oknum tertentu untuk menggunakan hak pilihnya secara paksa.


Gawat, DAS Rusak Picu Perubahan Alur Sungai Keruh

Gawat, DAS Rusak Picu Perubahan Alur Sungai Keruh

Sungai Keruh yang melintasi wilayah Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes belakangan mengalami perubahan alur menyusul terjadinya beberapa kali banjir di sungai te


Bupati Bersama Forkompinda Patroli dan Cek TPS

Bupati Bersama Forkompinda Patroli dan Cek TPS

Bupati Hj Idza Priyanti SE MH bersama dengan jajaran Forkompinda menggelar patroli dan cek beberapa tempat pemungutan suara (TPS) Pemilu 2019 di wilayah Kabupat


"Jomblo ke TPS Loro, Mbokan Olih Jodoh..."

"Jomblo ke TPS Loro, Mbokan Olih Jodoh..."

Banyak keunikan yang terjadi di Tempat Pemungutan Suara pada Pemilu 2019 , salah satunya di TPS 02 Kelurahan Procot, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Rabu (17/


Angkot Libur Saat Coblosan, Penumpang Harus Bersabar

Angkot Libur Saat Coblosan, Penumpang Harus Bersabar

Sejumlah awak angkutan kota (Angkot), Rabu (17/4), banyak yang memilih tak beroperasi karena harus menyalurkan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS).


Klir, Total APK yang Dibersihkan 34.440 Buah

Klir, Total APK yang Dibersihkan 34.440 Buah

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tegal telah selesai mencopot seluruh alat peraga kampanye caleg, DPD dan capres-cawapres.


Dewan Kesenian Lima Tahun Mati Suri

Dewan Kesenian Lima Tahun Mati Suri

Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Tegal mengaku sudah lima tahun ini mati suri. Seluruh kegiatan yang digelar Dewan Kesenian semua patungan dari para pengurus.


Rokok Dibayar Uang Palsu, Pedagang Kelontong Lapor Polisi

Rokok Dibayar Uang Palsu, Pedagang Kelontong Lapor Polisi

Zainun (28) anak pemilik warung kelontong hanya bisa pasrah ketika seorang pembeli yang tidak diketahui identitasnya ternyata membeli rokoknya dengan upal.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!