• Home
  • Berita Lokal
  • Marah Tak Dipinjami Tas, Anak Bacok Ibu Kandung dan Adik Iparnya

Lokal
Share this on:

Marah Tak Dipinjami Tas, Anak Bacok Ibu Kandung dan Adik Iparnya

  • Marah Tak Dipinjami Tas, Anak Bacok Ibu Kandung dan Adik Iparnya
  • Marah Tak Dipinjami Tas, Anak Bacok Ibu Kandung dan Adik Iparnya

DIRAWAT – Kasan (28), korban pembacokan di Desa Luwungragi, Bulakamba, Brebes menjalani perawatan di rumah sakit, kemarin. (eko fidiyanto/radar brebes)

BREBES - Nahas benar nasib Kasan (28) dan Surwi (50), warga RT 04 RW 07 Desa Luwungragi Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes ini. Menantu dan mertua itu mengalami luka bacok di bagian kepala dan tangan, Kamis (24/1) malam, yang dilakukan anak kandungnya sendiri, Nur Aziz (30).

Nur Aziz yang tak lain kakak ipar Kasan membacok keduanya, lantaran emosi tak dibolehkan meminjam tas. Kedua korban dibacok di kamarnya sekitar pukul 21.00 WIB.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, sekitar pukul 21.00 WIB Kasan dan Nur Aziz terlibat cekcok. Entah Pertengkaran itu dipicu kekesalan Nur Aziz kepada adik iparnya. "Itu mulanya diawali cekcok, kemudian pelaku tega menyerang membacok ibu kandung dan adik iparnya sendiri menggunakan golok," kata Nur Alif, salah seorang saksi yang juga tetangga korban.

Akibatnya, Kasan mengalami luka robek di bagian samping wajah dan kepalanyaa. Sedangkan Surwi menderita luka bacok atau robek pada bagian tangannya. Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhakti Asih untuk mendapatkan perawatan, sedangkan pelaku langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono membenarkan kejadian itu. Kapolres menjelaskan, kejadian bermula saat pelaku hendak meminjam tas milik adik iparnya.

Namun, tas tersebut akan dipakai adik iparnya yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK), sehingga permintaan pelaku tak diizinkan. Saat itu, ibu pelaku yang mengetahui keributan antara kedua anaknya, datang menghampiri. Namun, nahas tangan sang ibu justru tersabet golok.

"Pelaku kemudian tersulut emosi dan sempat cekcok dengan adik iparnya. Hingga akhirnya pelaku mengambil golok yang berada di belakang rumah untuk melukai korban. Adik ipar mengalami dua luka sobek yang cukup dalam sepanjang 20 sentimeter. Untuk kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan," katanya, Jumat (25/1) kemarin.

Hingga kini, kondisi korban dalam perawatan intensif di RS Bhakti Asih. Mereka mengalami luka parah dan harus menjalani operasi bedah pada bagian kepalanya. Sedangkan sejumlah barang bukti, seperti golok dan pakaian korban sudah disita polisi.

"Pelaku dijerat Pasal 44 ayat 2 UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dan atau Pasal 351 ayat 2 KUHP. Pelaku diancam hukuman 10 tahun penjara," ungkapnya.

Pelaku mengaku membacok para korban lantaran kesal dengan kakak iparnya. Di hadapan polisi, dia menyesali perbuatanya dan berjanji tak akan mengulanginya.

"Mau pinjam tas saja enggak boleh. Saya emosi dan ambil golok di belakang rumah. Saya menyesal melakukan itu, memang saya akui salah dan emosi," tutur pelaku.

Sebelumnya, Tim Unit Satreskrim Polsek Bulakamba meringkus seorang pelaku pembacokan terhadap adik ipar dan ibu kandungnya sendiri. Kapolsek Bulakamba AKP Widiaspo, melalui Kanit Reskrim Ipda Tasudin mengatakan, pelaku langsung diamankan beserta barang bukti tindak kekerasan. Yakni sebilah golok dan pakaian korban yang berlumuran darah.

"Kejadian dilakukan di dalam kamar. Tersangka Nur Aziz menggunakan sebilah golok yang diarahkan kepada bagian salah seorang kepala korban, Kasan," katanya.

Kemudian, Polsek Bulakamba langsung berkoordinasi dengan Satuan Reskrim Polres Brebes untuk menangani kasus kekerasan tersebut. Pelaku langsung digelandang polisi satu jam usai kejadian sekitar pukul 22.00 WIB.

Pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polres Brebes atas kasus yang didasari karena emosi dan rasa kesal pelaku kepada korban. "Tersangka sudah diamankan dan korban sudah dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi bedah pada bagian kepala," tandasnya. (fid/fat/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Sedang Nonton TV, Atap dan Tembok Rumah Tiba-tiba Ambruk

Sedang Nonton TV, Atap dan Tembok Rumah Tiba-tiba Ambruk

Sebuah rumah di Desa Plumbungan Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal tiba-tiba ambruk, Minggu (22/3) malam.


Jelang Coblosan, Dua Kapolsek dan Kasatlantas Dimutasi

Jelang Coblosan, Dua Kapolsek dan Kasatlantas Dimutasi

Sejumlah Perwira di jajaran Polres Tegal Kota dimutasi untuk menempati sejumlah jabatan. Mutasi diharapkan akan memperkuat upaya pengamanan Pemilu 2019.


Lubang "Sumur" di Jalur Pantura Semakin Membahayakan

Lubang "Sumur" di Jalur Pantura Semakin Membahayakan

Intensitas hujan yang masih tinggi di Pantura Jawa dan sekitarnya, menyebabkan beberapa lajur di Jalur Pantura rusak.


Wali Kota Tegal Dedy Yon Minta Tak Ada Lagi Istilah Kubu atau Blok-blokan

Wali Kota Tegal Dedy Yon Minta Tak Ada Lagi Istilah Kubu atau Blok-blokan

Setelah resmi dilantik dan menempati rumah dinasnya, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan Wakil Wali Kota Muhamad Jumadi menggelar ramah tamah.


100 Hari Pertama, Dedy Yon Akan Benahi Manajemen Pemerintahan Pemkot Tegal

100 Hari Pertama, Dedy Yon Akan Benahi Manajemen Pemerintahan Pemkot Tegal

Duet Dedy Yon Supriyono dan Muhamad Jumadi resmi menjabat wali kota dan wakil wali kota regal periode 2019-2024.


Ini Kegiatan Dedi Yon-Jumadi Usai Dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal

Ini Kegiatan Dedi Yon-Jumadi Usai Dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal

Usai dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal periode 2019-2024, Sabtu (23/3), Dedy Yon Supriyono dan Jumadi langsung tancap gas.


Dedy Yon-Jumadi Dilantik Jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal

Dedy Yon-Jumadi Dilantik Jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal

Setelah melalui proses yang cukup panjang, Dedy Yon Supriyono-Muhammad Jumadi akhirnya dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal periode 2019-2024.


Bupati Tegal Minta Jaga Paseduluran meski Berbeda Pilihan

Bupati Tegal Minta Jaga Paseduluran meski Berbeda Pilihan

Bupati Tegal Umi Azizah meminta masyarakat Kabupaten Tegal untuk tetap menjaga persatuan dan kondusifitas wilayah.


Kasihan, Empat Kakak Beradik di Pemalang Ini Lumpuh Sejak Kecil

Kasihan, Empat Kakak Beradik di Pemalang Ini Lumpuh Sejak Kecil

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Itulah kiasan yang pas untuk menggambarkan nasib empat bersaudara asal Pemalang.


Kepala Dinas Bantah Ada Pungutan UNBK, Hanya Sumbangan Sukarela

Kepala Dinas Bantah Ada Pungutan UNBK, Hanya Sumbangan Sukarela

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal menegaskan bahwa tidak ada pungutan untuk pengadaan komputer sebagai penunjang pelaksanaan UNBK.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!