• Home
  • Berita Lokal
  • Mau ke Purwokerto Lewat Jalur Selatan? Awas Macet Parah di Paguyangan

Lokal
Share this on:

Mau ke Purwokerto Lewat Jalur Selatan? Awas Macet Parah di Paguyangan

  • Mau ke Purwokerto Lewat Jalur Selatan? Awas Macet Parah di Paguyangan
  • Mau ke Purwokerto Lewat Jalur Selatan? Awas Macet Parah di Paguyangan

MENGULAR - Antrean kendaraan mengular di jalan nasioal Tegal-Purwokerto wilayah Paguyangan menyusul adanya perbaikan di ruas jalan tersebut. (Teguh Supriyanto/Radar Brebes)

**PAGUYANGAN ** - Antrean kendaraan mengular di sepanjang ruas jalan nasional Tegal-Purwokerto, wilayah Bumiayu Kabupaten Brebes, hingga perbatasan Kabupaten Banyumas.

Selain diakibatkan meningkatnya volume kendaraan pada libur hari besar dan akhir pekan, kemacetan juga disebabkan adanya perbaikan jalan di jalur sekitar Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan.

Pantauan Radar disepanjang jalur tersebut, antrean kendaraan sudah terlihat sejak simpang tiga jalan lingkar Bumiayu ke arah selatan hingga wilayah Paguyangan.

Vitri, 34, warga Paguyangan mengaku terjebak dalam antrian kendaraan sejak berada di wilayah Kranggan, Banyumas sekitar pukul 10.00. Dirinya baru bisa sampai di Paguyangan pukul 13.00.

"Hampir tiga jam kena macet, padahal normalnya perjalanan dari Kranggan menuju Paguyangan tidak lebih dari 30 menit saja," ungkapnya.

Antrean kendaraan semakin padat menjelang sore hari, seiring dengan mulai banyaknya truk maupun bus yang melintas di jalur tersebut.

"Sudah satu jam saya belum lepas jalan lingkar Bumiayu, tadi mulai kena antrian menjelang flyover Kretek jam 14.30. Sekarang jam 15.20 baru Paguyangan padahal jaraknya sangat dekat," kata Farid, seorang kru bus pariwisata.

Dikatakan, jalur tengah Tegal-Purwokerto ini menjadi favorit pengemudi bus maupun truk sebagai penghubung wilayah Pantura menuju Yogyakarta maupun daerah lainnya di Jateng.

"Meskipun masih terdapat lokasi jalan sempit di beberapa bagian, tapi jalur ini lebih mudah dilintasi ketimbang jalur Pantura yang sering macet maupun selatan dengan banyaknya tanjakan," kata Farid.

Anggota Poslantas Bumiayu Bripka Widadi menyampaikan, antrian kendaraan disebabkan adanya perbaikan jalan di sekitar wilayah Winduaji depan SMK Maarif Paguyangan.

"Saat bersamaan saat ini juga bertepatan dengan libur panjang, sehingga jumlah kendaraan meningkat," jelas Widadi.

Sementara Dinas Pehubungan melalui Kepala Terminal Bumiayu Edi Suswanto menambahkan, perbaikan di ruas jalan utama tersebut mulai dilaksanakan tahap pengecoran. Sehingga pemberlakuan sistem buka tutup lajur terpaksa dilakukan.

"Sehingga kendaraan terpaksa melintasi area perbaikan secara bergantian, karena salah satu lajur sedang dalam perbaikan," imbuhnya. (pri/wan)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Miris, Di Pantura Marak Panti Pijat Tidak Berizin dan Bersertifikat

Miris, Di Pantura Marak Panti Pijat Tidak Berizin dan Bersertifikat

Beberapa panti pijat di jalur Pantura Kabupaten Tegal diketahui belum memiliki izin dan bersertifikat.


Awas! Pasar Burung Pemalang Rawan Pencurian dan Kumuh

Awas! Pasar Burung Pemalang Rawan Pencurian dan Kumuh

Pencurian burung rupanya juga sering terjadi di Pasar Burung Pemalang. Korbannya para pedagang setempat.


Nasabah Juga Tak Bisa Cek Saldo dari Buku Rekening

Nasabah Juga Tak Bisa Cek Saldo dari Buku Rekening

Kepanikan nasabah mandiri semakin bertambah. Pasalnya, selain tak bisa mengecek saldo lewat ATM, mereka juga tak bisa melakukannya menggunakan buku rekening.


Saldo Jadi Rp0, Nasabah Mandiri Juga Kesulitan Transaksi lewat ATM

Saldo Jadi Rp0, Nasabah Mandiri Juga Kesulitan Transaksi lewat ATM

Sejumlah nasabah Bank Mandiri Kota Tegal terus mendatangi Kantor Cabang Bank di Jalan Jendral Sudirman Kota Tegal, Sabtu (20/7) siang.


Ironis! Meski Dekat Waduk Penjalin, Warga Malah Rawan Kekeringan

Ironis! Meski Dekat Waduk Penjalin, Warga Malah Rawan Kekeringan

Ironis! Sebanyak 6 pedukuhan yang berada di pinggiran Waduk Penjalin Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan justru rawan mengalami krisis air bersih.


Dampak Kemarau Makin Parah, 1.790 Lahan Pertanian Mengering

Dampak Kemarau Makin Parah, 1.790 Lahan Pertanian Mengering

Dampak dari kemarau yang berkepanjangan semakin parah.


Awas! Brebes Sangat Potensial untuk Peredaran Narkoba

Awas! Brebes Sangat Potensial untuk Peredaran Narkoba

BNK Brebes menyatakan, Kabupaten Brebes merupakan tempat atau daerah yang sangat potensial bagi perlintasan dan peredaran narkoba.


Mau Fotocopy, ABG Dirayu lalu Digarap Dalam Perahu di Tepi Pantai

Mau Fotocopy, ABG Dirayu lalu Digarap Dalam Perahu di Tepi Pantai

Satreskrim Polres Tegal kembali berhasil membongkar kasus dugaan persetubuhan anak di bawah umur di wilayah Kabupaten Tegal.


Jalan Rusak Desa Legok Kian Meresahkan

Jalan Rusak Desa Legok Kian Meresahkan

Warga Desa Legok, Kecamatan Bantarkawung masih menunggu perbaikan terhadap sebagian ruas jalan kabupaten Legok-Mayana yang kian rusak parah.


Waduk Penjalin Susut, Petani Berkebun di Lahan Kajog

Waduk Penjalin Susut, Petani Berkebun di Lahan Kajog

Seiring dengan menyusutnya volume air di Waduk Penjalin Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, warga masyarakat sekitar waduk memanfaatkan munculnya tanah



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!