Lokal
Share this on:

Merapi Luncurkan Awan Panas, Gunung Slamet Masih Waspada

  • Merapi Luncurkan Awan Panas, Gunung Slamet Masih Waspada
  • Merapi Luncurkan Awan Panas, Gunung Slamet Masih Waspada
  • Merapi Luncurkan Awan Panas, Gunung Slamet Masih Waspada
  • Merapi Luncurkan Awan Panas, Gunung Slamet Masih Waspada

PEMALANG - Gunung Merapi dikabarkan kembali meluncurkan awan panas. Lewat akun twitter resminya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merilis, guguran awan panas erupsi Merapi terjadi satu kali, dengan luncuran jarak sejauh 950 meter menuju arah tenggara. Terjadi pukul 04.52 WIB.

Sementara itu, pantauan di Gunung Api Slamet saat ini menunjukkan situasi yang berbeda. Aktivitas kegempaan di gunung tersebut justru cenderung relatif stabil. Namun masih berstatus Waspada. Kepulan asap putih tipis masih terlihat di seputar kawah.

Sebagaimana dikatakan Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Desa Gambuhan, Pulosari, Pemalang Sukedi, bahwasanya hasil pengamatan pada seismograf pukul 06.00 hingga 12.00 WIB Rabu (14/7) tadi, amplitudo gempa tremor masih 0.5 hingga 3 milimeter dan dominan pada 1 milimeter.

"Aktivitas kegempaan saat ini relatif stabil namun status masih Waspada. Kita terus lihat perkembangannya dari waktu ke waktu dan tidak dapat memperkirakan ya. Indikasinya yang jelas magma masih beraktivitas," katanya.

Sedangkan gempa hembusan juga berlangsung secara fluktuatif atau naik turun setiap enam jam sekali. Gempa hembusan ini muncul karena adanya konsentrasi gas di seputar kawah. Namun sampai hari ini menurutnya tidak sampai menimbulkan suara gemuruh.

Melihat kondisi itu, masyarakat selain tetap dilarang menjalani aktivitas dengan radius 2 km dari kawah, semua jalur pendakian ke Gunung Api Slamet juga ditutup. Para pecinta alam yang sudah berencana hendak merayakan HUT RI di puncak gunung juga terpaksa harus dibatalkan. (sul/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Proyek Gardu Pandang Dinilai Lamban

Proyek Gardu Pandang Dinilai Lamban

Proyek pembangunan Gardu Pandang Gunung Slamet senilai Rp15,8 miliar di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari dinilai lamban.


Rutin Adakan Sekolah Sungai, Komunitas Ini Raih Juara Harapan Dua Tingkat Jateng

Rutin Adakan Sekolah Sungai, Komunitas Ini Raih Juara Harapan Dua Tingkat Jateng

Di tengah perkembangan teknologi dan maraknya pergaulan bebas, rupanya masih ada sekumpulan anak muda di Pemalang


130 Siswa Sajikan Perjuangan Bung Tomo Lewat Teater

130 Siswa Sajikan Perjuangan Bung Tomo Lewat Teater

Seni teater hingga sekarang masih terus menggeliat.


Aquaponic Jadi Solusi untuk Pesarean

Aquaponic Jadi Solusi untuk Pesarean

Sampah merupakan masalah terbesar yang masih menjadi tugas utama bagi semua unsur masyarakat yang ada di Desa Pesarean.


Status Waspada, Tradisi Rayakan HUT RI di Puncak Gunung Slamet Sementara Ditutup

Status Waspada, Tradisi Rayakan HUT RI di Puncak Gunung Slamet Sementara Ditutup

Sudah menjadi tradisi bagi komunitas pecinta alam merayakan hari ulang tahun kemerdekaan RI di puncak Gunung Slamet.


Sebelum Dihabisi, Nurhikmah Diajak Berwisata Kelima Terduga Pelaku

Sebelum Dihabisi, Nurhikmah Diajak Berwisata Kelima Terduga Pelaku

Penemuan mayat Nurhikmah (16), yang jazadnya sudah menjadi tengkorak di dalam karung di Desa Cerih Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal masih menjadi buah bibir


Babi Hutan Turun Gunung, Rusak Lahan Pertanian dan Rumah Warga Kabupaten Tegal

Babi Hutan Turun Gunung, Rusak Lahan Pertanian dan Rumah Warga Kabupaten Tegal

Kemarau tak hanya membuat hutan menjadi rawan kebakaran, akhir-akhir ini banyak babi hutan alias celeng yang turun gunung masuk ke perkampungan penduduk.


Para Terduga Pembantai ABG Dalam Karung Masih Ada Hubungan Saudara

Para Terduga Pembantai ABG Dalam Karung Masih Ada Hubungan Saudara

Jajaran Polres Tegal terus berupaya mengungkap misteri penemuan jazad dalam karung yang ditemukan di Desa Cerih Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal.


Waspada! Aktivitas Vulkanik Gunung Slamet Terus Meningkat

Waspada! Aktivitas Vulkanik Gunung Slamet Terus Meningkat

Sejak dinaikkan statusnya dari level satu menjadi dua atau waspada, aktivitas vulkanik gunung api Slamet cenderung terus mengalami peningkatan.


Status Gunung Slamet Naik, Warga Dilarang Beraktivitas 2 Kilometer dari Puncak

Status Gunung Slamet Naik, Warga Dilarang Beraktivitas 2 Kilometer dari Puncak

Meski status Gunung Slamet sudah dinaikkan dari normal menjadi waspada, namun warga dan masyarakat diminta tidak panik dan tetap tenang.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!