• Home
  • Berita Lokal
  • Minta Angkutan Online Ditertibkan, Angkutan Umum di Pemalang Mogok

Lokal
Share this on:

Minta Angkutan Online Ditertibkan, Angkutan Umum di Pemalang Mogok

  • Minta Angkutan Online Ditertibkan, Angkutan Umum di Pemalang Mogok
  • Minta Angkutan Online Ditertibkan, Angkutan Umum di Pemalang Mogok

MENYAMPAIKAN – Koordinator Aksi Andi Rustono menyampaikan hasil pertemuan dengan DPRD, kemarin. (agus pratikno/radar pemalang)

PEMALANG - Sejumlah awak angkutan darat di Kabupaten Pemalang mogok beroperasional. Mereka menggelar aksi demo ke DPRD Pemalang, menuntut pemerintah segera menertibkan angkutan online, kemarin.

Aksi yang dimotori Andi Kristiono dari Komunitas Rakyat Gereh Phetek tersebut diikuti angkutan darat dari berbagai elemen. Yakni, Koperanda (angkutan kota), minibus elf, AKDP 3/4, dan becak. Mereka mendatangi Gedung DPRD beriringan menggunakan armadanya masing-masing.

Kedatangan mereka ditemui Wakil Ketua Komisi B DPRD Fahmi Hakim, didampingi anggotanya, Sutiah dan Susi di Ruang Rapat Komisi. Selain itu, hadir pula perwakilan Dinas Perhubungan, Bagian Hukum, dan Satlantas Polres Pemalang.

Andi menyampaikan kehadirannya karena keinginan agar angkutan online ditertibkan, dan tidak bersinggungan di lapangan. Dia mengaku sekarang memang tidak bisa menghindari kemajuan teknologi.

Namun, angkutan online mestinya juga bisa mentaati aturan dan tidak mangkal di tempat -tempat strategis yang menjadi target angkutan konvensional. Karenamya, Andi meminta, ketegasan dinas dan instansi terkait untuk menertibkannya.

”Kita ini butuh ketegasan karena kita sudah capek berulang kali melakukan demo dan datang ke dewan. Karena itu, dalam pertemuan ini kita sepakati saja. Jika angkutan online, mestinya jangan mangkal atau ngetem,” katanya.

Andi menambahkan, kehadirannya ini juga untuk mendukung polisi lalu lintas dan Dinas Perhubungan Kabupaten Pemalang untuk menangani persoalan tersebut. Dalam kesempatan itu, sejumlah aspirasi juga disampaikan oleh perwakilan awak angkutan.

Mereka meminta agar angkutan online ditertibkan. Mereka meminta jika tidak mau menaati aturan, lebih baik dibubarkan. Sebab, adanya angkutan online sangat berdampak pada pendapatan para awak angkutan konvensional. Jika tetap tidak ada upaya penertiban, pihaknya mengancam akan mogok beroperasi selama-lamanya.

”Kita minta ketegasan, jika tidak ada tindakan, kami akan mogok beroperasi,” tegasnya salah seorang awak angkutan di ruangan tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Fahmi Hakim menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berupaya dan mengupayakan kepentingan warga agar persoalan yang ada segera diselesaikan. ”Prinsipnya kami ketika bertemu dengan warga yang telah menyampaikan aspirasi, kami akan segera tindaklanjuti,” tegasnya. (apt/fat/zul)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tak Kunjung Pulang, ternyata Meninggal Jatuh dari Tebing Setinggi 4 Meter

Tak Kunjung Pulang, ternyata Meninggal Jatuh dari Tebing Setinggi 4 Meter

Tirah (55), warga Desa Tundagan Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang ditemukan meninggal dunia, jatuh dari tebing setinggi sekitar 4 meter.


Sopir di Slawi Tolak Kehadiran Angkutan Baru

Sopir di Slawi Tolak Kehadiran Angkutan Baru

Aksi penolakan terhadap rencana hadirnya angkutan sewa khusus dilakukan pengemudi angkutan konvensional yang tergabung dalam DPC Organda Kabupaten Tegal.


Punya Istri Tiga, Pelaku Penipuan Uang Ghoib Ajak Ritual Korbannya di Gunung dan Pantai

Punya Istri Tiga, Pelaku Penipuan Uang Ghoib Ajak Ritual Korbannya di Gunung dan Pantai

Kholis (sebelumnya ditulis Rokhim), warga Desa Sikasur Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang diringkus Unit Reskrim Polsek Adiwerna.


Surat Suara Pilpres di Kabupaten Tegal Kurang

Surat Suara Pilpres di Kabupaten Tegal Kurang

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tegal masih kekurangan surat suara untuk pemilu presiden (pilpres) 2019 sebanyak 1.883 lembar.


Lilin Jatuh, Nenek di Pemalang Tewas Terpangang Hidup-hidup

Lilin Jatuh, Nenek di Pemalang Tewas Terpangang Hidup-hidup

Karsem (90), warga Desa Randudongkal Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang meninggal dengan cara yang tragis.


Deklarasi Solo, Bupati dan Wabup Pemalang Diklarifikasi Bawaslu

Deklarasi Solo, Bupati dan Wabup Pemalang Diklarifikasi Bawaslu

Bupati Pemalang H. Junaedi dan Wakil Bupati H. Martono diperiksa Bawaslu Pemalang, Kamis (7/2).


Polisi Minta Warga Waspadai Teror Bakar Kendaraan

Polisi Minta Warga Waspadai Teror Bakar Kendaraan

Polda Jawa Tengah bersama Polres jajaran dan elemen masyarakat meningkatkan patroli skala besar untuk menciptakan suasana aman.


Sembilan Desa di Brebes dan Pemalang Terendam Banjir

Sembilan Desa di Brebes dan Pemalang Terendam Banjir

Curah hujan yang cukup tinggi di mingu-minggu ini perlu menjadi kewaspadaan bagi masyarakat.


Cemari Lingkungan, Warga Minta Pabrik-pabrik Pengolah Limbah Ditutup

Cemari Lingkungan, Warga Minta Pabrik-pabrik Pengolah Limbah Ditutup

Bupati Tegal Umi Azizah mendatangi sejumlah pabrik penampungan dan pengolahan limbah B3 di Desa Karangdawa Kecamatan Margasari yang dikeluhkan warga setempat.


Sudah Empat Bulan BPJS Kesehatan Nunggak Klaim RSUD Dr Soeselo

Sudah Empat Bulan BPJS Kesehatan Nunggak Klaim RSUD Dr Soeselo

BPJS Kesehatan menunggak pembayaran ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soeselo Slawi Kabupaten Tegal selama empat bulan.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!