Lokal
Share this on:

Minum Obat dari Bidan, Bocah 9 Tahun Kulitnya Melepuh

  • Minum Obat dari Bidan, Bocah 9 Tahun Kulitnya Melepuh
  • Minum Obat dari Bidan, Bocah 9 Tahun Kulitnya Melepuh

KONFIRMASI - Orang tua korban sedang menceritakan awal mula anaknya sebelum kulitnya melepuh, kemarin. (dedi sulastro/radar brebes)

WANASARI - Ari Yuliarti (9), terpaksa dilarikan ke RS Bhakti Asih, Minggu (31/12) lalu. Kulit di sekujur tubuhnya dari kepala hingga bagian perutnya melepuh layaknya luka bakar pascaminum obat yang diberikan oleh bidan desa.

Hingga Kamis (4/1) sore, Ari masih dirawat disalah satu kamar di RS Bhati Asih untuk mendapatkan perawatan. Ibu korban, Sri Usiyanti (30), mengungkapkan, kulit anaknya mulai melepuh setelah berobat ke salah seorang bidan yang ada di Desa Pakijangan Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes.

Namun, saat itu korban diantar oleh kakak ipar orang tuanya, sebab Sri Usiyanti bersama suaminya saat itu sedang berada di Jakarta. Dia menceritakan, anaknya pertama kali berobat pada Jumat (29/12) lalu karena mengalami panas tinggi.

Saat itu, bidan memberikan obat penurun panas dan vitamin C. Dan keesokan harinya, obat tersebut baru diimum oleh korban. "Dua jam setelah diminum, kulit anak saya mulai melepuh," ungkapnya saat ditemui di RS Bhakti Asih, kemarin.

Saat itu, kondisi yang melepuh hanya dibagian mulut saja dan tidak banyak. Sehingga, pada Minggu (31/12) Ari kembali mengkonsumi obat yang sama dari bidan tempatnya periksa. Namun, kondisi kulitnya justru semakin parah.

"Akhirnya minggu sore anak saya dibawa ke rumah sakit, sebab sekujur tubuhnya mulai melepuh seperti terbakar," paparnya lagi.

Pihak keluarga tidak berkenan saat awak media hendak mengambil gambar kondisi bocah tersebut. Dia hanya bersedia diwawancarai di ruangan lain.

Menurut Sri, bidan yang bersangkutan telah menjenguk anaknya. Dia menyatakan, masalah ini telah diselesaikan secara kekeluargaan. Sebab, kejadian ini bukanlah murni kesalahan bidan. “Menurut dokter anak saya mengalami alergi obat, kena virus gitu,” kata dia.

Saat dikonfirmasi, bidan Padmi mengaku tidak tahu kenapa pasiennya menjadi seperti itu. Saat datang berobat ke rumahnya, dia mengaku sudah menanyakan kepada yang mengantar Ari, apakah pasiennya punya alergi obat.

"Sebelum diperiksa sudah saya tanya apakah ada riwayat alergi obat atau tidak. Katanya tidak ada, saat itu yang bawa juga bukan orang tuanya,” akunya.

Direktur RS Bhakti Asih Brebes, dr. Khosiatun Azmi mengungkapkan, apa yang dialami bocah tersebut kemungkinan disebabkan virus akibat alergi obat. Tapi, pihaknya masih memeriksa kira-kira jenis virus apa yang menyerang pasien tersebut.

"Tapi kondisinya sudah cukup membaik. Diperkirakan yang dialami Ari ini karena virus alergi obat-obatan," pungkasnya. (ded/ism/zul)

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!