• Home
  • Berita Lokal
  • MUI Minta Timses Paslon Wali Kota dan Wakilnya Tak Halalkan Segala Cara

Lokal
Share this on:

MUI Minta Timses Paslon Wali Kota dan Wakilnya Tak Halalkan Segala Cara

  • MUI Minta Timses Paslon Wali Kota dan Wakilnya Tak Halalkan Segala Cara
  • MUI Minta Timses Paslon Wali Kota dan Wakilnya Tak Halalkan Segala Cara
  • MUI Minta Timses Paslon Wali Kota dan Wakilnya Tak Halalkan Segala Cara
  • MUI Minta Timses Paslon Wali Kota dan Wakilnya Tak Halalkan Segala Cara

TEGAL - Dalam pilkada, tim sukses (timses) para paslon diimbau untuk tidak menghalalkan segala cara untuk menang. Sebab, Pilkada bukanlah tujuan melainkan sarana berdemokrasi.

Itu diungkapkan Ketua MUI Kota Tegal KH Abu Khaer Annur saat memberikan sambutan dalam pembinaan dan sosialisasi fatwa Kamis (24/5) siang. Pada kesempatan itu juga dibagikan bisyaroh kepada 150 ulama se Kota Tegal, Kamis (24/5) di kantor MUI jalan Hangtuah, Kota Tegal.

Menurut Abu Khaer, Pilkada bukanlah tujuan, karenanya tim ses diminta tak menghalalkan semua cara. Serta menggunakan SARA dalam berkampanye.

"Dan khusus kepada politisi, agar jangan hanya berfikir untuk kepentingan politik saja. Namun, jadilah sosok negarawan," katanya.

Terkait bisyaroh, Abu Khaer mengungkapkan untuk masing-masing ulama menerima bisyaroh untuk tahun 2018 ini sebesar Rp750.000 yang dibagikan di bulan Ramadhan. Bisyaroh, dibagikan rutin setiap tahun, namun yang berbeda itu masuk kedalam hibah MUI dari Pemerintah Kota Tegal.

Pejabat Sementara (PJS) Wali Kota Tegal Achmad Rofai mengatakan, ulama merupakan komponen terpenting bangsa dalam memberikan kesejukan kepada umat. Ujungnya, kesatuan dan persatuan bangsa.

"Ini penting, karena kehadiran peran ulama saat ini sangat dinantikan oleh umat," kata Achmad Rofai.

Menurut Pjs. Wali Kota, Pertemuan itu sengaja digelar terkait dengan peran para ulama untuk membangun Kota Tegal yang lebih baik dan maju. MUI bisa menjadi penghubung antara ulama dan umaro dalam rangka memajukan kota Tegal.

"Kami berharap agar ulama tidak segan-segan untuk memberikan masukan kepada Pemerintah apabila kebijakan yang diambil, dirasa kurang tepat. Kami akan menerima dan tentunya akan melakukan evaluasi," pungkasnya. (muj/zul)

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!