Lokal
Share this on:

Museum Purbakala Semedo, Minus Infrastruktur dan Instalasi Air

  • Museum Purbakala Semedo, Minus Infrastruktur dan Instalasi Air
  • Museum Purbakala Semedo, Minus Infrastruktur dan Instalasi Air
  • Museum Purbakala Semedo, Minus Infrastruktur dan Instalasi Air
  • Museum Purbakala Semedo, Minus Infrastruktur dan Instalasi Air

LIHAT SITUS - Forkompinda melihat-lihat kondisi dalam Museum Semedo, Kecamatan Kedungbanteng. (Iman Teguh S/Radartegal.com)

KEDUNGBANTENG - Keberadaan Museum Purbalaka Semedo yang terletak di Kecamatan Kedungbanteng akan dibuka pada tahun 2020. Namun, masih banyak kendala di lapangan seperti minimnya sarana infrastruktur dan instalasi air.

Pemandu Situs Purbakala Semedo Tanti Asih, Kamis (13/6) mengatakan, sejumlah kendala dan masalah muncul jelang dibukanya Museum Purbalaka Semedo. Dan Pemkab Tegal harus segera mengatasi persoalan tersebut.

Apalagi, Museum Purbakala Semedo akan dinikmati wisatawan lokal maupun mancanegara pada tahun 2020 nanti.

"Semedo akan dikunjungi banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Termasuk peneliti dari mancanegara pun bakal datang kesini. Karenanya, kesadaran warga harus mulai ditumbuhkan, terutama sikap ramah kepada para pendatang," katanya.

Kalau melihat dari fakta yang sebenarnya, tambah Tanti Asih, sampai saat ini infrastruktur dan sarana di Museum Purbalaka Semedo yang bertaraf internasional belum lengkap.

Sejumlah kendala ditemuinya perihal infrastruktur dan instalasi air untuk museum. Karena

kontraktor sebelumnya telah mengebor tanah sedalam 120 meter untuk mencari sumber instalasi air.

"Hal ini dipersiapkan sebagai standar minimal berfungsinya sebuah museum bertaraf internasional. Karena yang didapat kontraktor saat mengebor tanah ternyata air laut asin sehingga tidak bisa digunakan untuk sumber instalasi," tambahnya.

Dengan asinnya air di museum, lanjut Tanti, harus mencari lokasi lain untuk sumber instalasi air. Ini cukup urgent mengingat tahun depan sudah mulai beroperasi.

Selain perihal instalasi air, masalah akses jalan menuju museum pun sedang ramai-ramainya disorot.

Sebab, akses jalan layak menuju museum tersebut belum dibangun hingga saat ini. Meski demikian, pengisian fosil-fosil kuno di museum tersebut sudah tergarap 95 persen. Adapun 105 potong fosil telah tersusun di ruang display Museum Purbakala Semedo saat ini. Salah satu fosil langka yang terdisplay antara lain gading gajah purba dengan ukuran panjang 4 meter.

Kemudian, ada juga fosil berupa fragmen atap tengkorak manusia purba Homo Erectus yang kini sudah menghias museum.

Temuan penting lainnya yaitu fosil rahang kera raksasa Gigantopithecus.

Fosil kera raksasa tersebut, merupakan temuan pertama di Indonesia. Selama ini, Gigantopithecus dipercaya hanya tersebar di Tiongkok, Asia Selatan, dan wilayah Vietnam yang dekat dengan Tiongkok.

Tulang Gigantopithecus tersebut ditemukan pada lapisan tanah dengan umur geologi mencapai satu juta tahun lalu. (guh/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kloter SOC 47 Gelar Upacara HUT RI ke-74 di Mekkah

Kloter SOC 47 Gelar Upacara HUT RI ke-74 di Mekkah

Tak hanya digelar di tanah air, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-74 juga digelar di luar negeri.


Momen Hari Merdeka, Warga Dukuh Kalisusu Didrop Air Bersih

Momen Hari Merdeka, Warga Dukuh Kalisusu Didrop Air Bersih

Warga Dukuh Kalisusu RT 32 RW 14 Desa Karanganyar, Kecamatan Kedungbanteng, Sabtu (17/8) didroping air bersih oleh BPBD Kabupaten Tegal.


BPJS Ketenagakerjaan dan Satwasnaker Wilayah Pekalongan Tingkatkan Pengawasan

BPJS Ketenagakerjaan dan Satwasnaker Wilayah Pekalongan Tingkatkan Pengawasan

Dalam rangka meningkatkan kepatuhan pemberi kerja terhadap pelaksanaan program bpjs ketenagakerjaan


Jaringan Air Baku Diharapkan Jadi Solusi Permanen Atasi Kekeringan

Jaringan Air Baku Diharapkan Jadi Solusi Permanen Atasi Kekeringan

Jaringan air baku yang akan dibangun di Kecamatan Pulosari diharapkan bisa menjadi solusi permanen mengatasi persoalan air bersih


Rutin Adakan Sekolah Sungai, Komunitas Ini Raih Juara Harapan Dua Tingkat Jateng

Rutin Adakan Sekolah Sungai, Komunitas Ini Raih Juara Harapan Dua Tingkat Jateng

Di tengah perkembangan teknologi dan maraknya pergaulan bebas, rupanya masih ada sekumpulan anak muda di Pemalang


Disidak, Elpiji Tiga Kilogram Ternyata Dipakai Bahan Bakar Mesin Pompa Air

Disidak, Elpiji Tiga Kilogram Ternyata Dipakai Bahan Bakar Mesin Pompa Air

Hasil sidak Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM bersama Pertamina ke toko-toko di wilayah Dukuhwaru dan Pagerbarang


Saluran Bau dan Penuh Sampah, Bupati Brebes Tegur Sejumlah Kepala Dinas

Saluran Bau dan Penuh Sampah, Bupati Brebes Tegur Sejumlah Kepala Dinas

Bupati Brebes Idza Priyanti naik pitam saat meninjau saluran irigasi di sebelah pasar belakang Markas Kodim 0713/Brebes, Rabu (14/8).


Cemburu dan Sakit Hati, Alasan Para Pelaku Tega Habisi Nurhikmah

Cemburu dan Sakit Hati, Alasan Para Pelaku Tega Habisi Nurhikmah

Misteri pembunuhan terhadap Nurhikmah (16) yang jazadnya ditemukan dalam rumah kosong akhirnya terungkap.


Bolos Sekolah, Delapan Pelajar Diamankan Anggota Satpol PP

Bolos Sekolah, Delapan Pelajar Diamankan Anggota Satpol PP

Delapan pelajar dari SMP dan SMK swasta di Kabupaten Tegal diamankan anggota Satpol PP.


Penahanan Dua Kades Terduga Korupsi Dana Desa dan PBB Dipindah ke Semarang

Penahanan Dua Kades Terduga Korupsi Dana Desa dan PBB Dipindah ke Semarang

Dua tersangka kasus korupsi dana desa (DD) dan pajak bumi bangunan (PBB) di Kabupaten Brebes dititipkan di Lapas Kedungpane Semarang oleh Kejaksaan Negeri (Keja



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!