Lokal
Share this on:

Napi Provokator Kerusuhan Rutan Pemalang Dipindah

  • Napi Provokator Kerusuhan Rutan Pemalang Dipindah
  • Napi Provokator Kerusuhan Rutan Pemalang Dipindah

PEMALANG - Pascaterjadi keributan antar warga binaan (napi narkoba) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pemalang, aparat kepolisian dari Polres Pemalang dan Kodim 0711/Pemalang melakukan pengamanan di sekitar rutan. Hal tersebut untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan.

Kepala Rutan Kelas IIB Pemalang Hisam Wibowo menyampaikan, yang pertama dilakukan pascakeributan yakni tindakan evakuasi terhadap sumber masalah dan provokator dipindahkan. "Tadi malam langsung mendapat bantuam pengamanan dari polres sebanyak 18 dan dari Kodim 4 orang ditambah keamanan dari dalam Rutan," ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan, seluruh aparat keamanan yang disiagakan pada hari pertama sebanyak 22 personel Polri dan TNI, namun melihat kondisi yang sudah relatif aman, sebagian secara bertahap sudah ditarik dan saat sekarang menjadi 10 personel, mungkin nanti jumlahnya akan berkurang melihat situasi dan kondisi.

"Mereka diperkirakan akan terus siaga hingga sepekan ke depan," paparnya.

Terkait pengamanan, lanjut Hisam, baru saja Kapolres dan Dandim 0711/Pemalang juga berkunjung ke rutan melihat situasi terakhir pascakeributan. Kapolres dan Dandim memastikan bahwa kondisi Rutan benar-benar aman dan kondusif pasca terjadinya kericuhan.

"Tadi malam sudah ke seluruh kamar untuk melakukan dialog dan mereka siap menjaga ketertiban dan paginya seluruh warga binaan dikumpulkan intinya untuk pendekatan dan mediasi agar hal-hal seperti itu tidak terulang lagi," kata Hisam.

Pihaknya juga merencanakan akan mengumpulkan seluruh staf untuk dievaluasi kenapa sampai terjadi seperti itu dan mungkin jika ada kesalahan ke depan akan diperbaiki dan apakah langkah-langkah yang sudah dilakukan sudah sesuai prosedur dan lain-lain.

"Yang tidak kalah penting adalah menyemangati seluruh pegawai untuk tetap semangat apapun ini adalah sudah menjadi resiko pekerjaan kita," jelasnya.

Terkait pembinaan tahanan narkoba, kata dia, di Rutan Pemalang tidak ada pembinaan khusus karena kondisi sarana dan prasarana yang tidak menunjang. Hal yang dilakulan lebih pada arah pembinaan keagamaan dan kalau dilihat, dari segi fisik sudah tidak memakai.

Itu terlihat dari postur dan wajahnya yang dulu cecking krempeng sekarang sudah berisi dan tambah segar. "Kalau khusus tidak ada, paling koordinasi dengan BNN," imbuhnya. (rid/har)

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!