Lokal
Share this on:

Narjo: Jangan Sekolahkan Sertifikat Kalau Tidak Kepepet

  • Narjo: Jangan Sekolahkan Sertifikat Kalau Tidak Kepepet
  • Narjo: Jangan Sekolahkan Sertifikat Kalau Tidak Kepepet

INGATKAN WARGA - Wakil Bupati Brebes, Narjo, mengingatkan warga agar tidak sembarangan 'Sekolahkan Sertifikat' di bank. (Eko Fidiyanto/Radar Brebes)

BREBES - Wakil Bupati Brebes, Narjo mengingatkan warga yang telah menerima sertifikat tanah dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk tidak sembarang menggadaikan sertifikat tanah sebagai jaminan di bank. Pernyataan itu disampaikan di hadapan ratusan warga saat pembagian program PTSL di Desa Klampok Kecamatan Wanasari, Jumat (12/4).

Dia mengingatkan warga agar tidak menggadaikan sertifikat tanah miliknya untuk hal-hal yang konsumtif. Sebab, jika sertifikat tanah tersebut digunakan untuk hal konsumtif, maka masyarakat akan terbebani ketika pengembalian uang pinjamannya. Namun, Narjo mempersilakan jika sertifikat tersebut digadaikan untuk hal produktif dan mampu menyesuaikan kemampuan pembayaran pinjaman.

"Jangan gunakan sertifikat tanah untuk hal yang sifatnya konsumtif seperti menggadaikan atau menjadikan sertifikat tanah sebagai jaminan kredit membeli sepeda motor dan lainnya," kata Narjo.

Narjo menyebutkan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) menyerahkan 3800 lembar sertifikat hak milik (SHM) dari program PTSL untuk 7 desa di Kabupaten Brebes. Program PTSL pada pendaftaran tahun 2018 beberapa hari lalu mulai diserahterimakan kepada warga. Tahun 2018, program PTSL ini di ikuti oleh beberapa desa yang ada di Kecamatan Bulakamba, Wanasari, Losari, dan Songgom.

Wakil Bupati juga mengingatkan warga agar menyimpan sebaik mungkin sertifikat tanah telah diterima tersebut. Serta tidak memberikan sertifikat kepada orang lain tanpa alasan jelas. Sebab, banyak orang bermasalah setelah memberikan sertifikat tanah miliknya kepada orang lain. Ternyata sertifikat tersebut sudah dijadikan jaminan kredit perbankan.

"Gunakan sertifikat tanah ini untuk hal yang sifatnya produktif, seperti mendapatkan pinjaman modal usaha. Inilah keuntungannya kalau masyarakat membuat sertifikat atas tanahnya," kata dia.

Menurut Narjo, jika sudah bermasalah dengan perbankan, maka tanah yang sertifikatnya dijadikan agunan akan disita. Artinya, tanah tersebut sudah jadi milik bank. Sehingga, peminjam tak lagi bisa berharap tanahnya bisa kembali sebelum dilakukan pelunasan pinjanan di perbankan. Narjo meminta warga menyimpan sertifikat sebaik mungkin di tempat yang aman.

"Karena itu, kami ingatkan warga yang sudah menerima sertifikat melalui program PTSL menyimpan dan menggunakannya dengan sebaik mungkin. Sertifikat tanah itu merupakan surat berharga," tegasnya.

Narjo juga meminta warga agar memfotokopi sertifikat sebanyak-banyaknya dan di simpan di tempat berbeda. Sebab jika suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan, mereka masih punya data kepemilikan atas tanahnya. Menurutnya, sertifikat tanah merupakan dokumen penting yang harus disimpan dengan baik oleh pemiliknya. Sertifikat juga tidak diperkenankan untuk diberikan ke sembarang orang.

"Untuk jaga-jaga, barangkali terjadi sesuatu yang tidaj diinginkan misalnya bencana, lebih baik difotokopi dan disimpan," pungkasnya. (fid/wan}

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Rawan Sesak Nafas, Masker Dibagikan ke Warga Dusun Sawangan

Rawan Sesak Nafas, Masker Dibagikan ke Warga Dusun Sawangan

Kebakaran yang terjadi di hutan lereng Gunung Slamet masuk wilayah Dusun Sawangan, Desa Sigedong tidak terdampak pada masyarakat.


Nangis Ketakutan, Panitia Sunatan Massal Datangkan Badut

Nangis Ketakutan, Panitia Sunatan Massal Datangkan Badut

Sunatan massal yang digelar di Mapolsek Bantarbolang, Pemalang berlangsung seru. Tidak sedikit anak-anak peserta sunatan yang menangis karena ketakutan.


Serangan Jantung, Tukang Kayu Ditemukan Tewas di Sawah

Serangan Jantung, Tukang Kayu Ditemukan Tewas di Sawah

Seorang tukang kayu yang diketahui identitasnya bernama Darmo, 61 warga Pemalang ditemukan sudah tidak bernyawa di sawah.


Lagi, Warga Klaim Lihat Kepala Buaya di Kali Comal

Lagi, Warga Klaim Lihat Kepala Buaya di Kali Comal

Antara ya dan tidak. Isu kemunculan buaya di bantaran Kali Comal khususnya di Gom I dan IV Desa Kauman, Kecamatan Comal


Harga Anjlok, Lahan Kubis di Lereng Gunung Slamet Dibiarkan Terlantar

Harga Anjlok, Lahan Kubis di Lereng Gunung Slamet Dibiarkan Terlantar

Harga sayuran kubis di lereng Gunung Slamet, mengalami penurunan drastis. Petani pun kebingungan karena jangankan keuntungan, modal juga tidak kembali.


Resmi Dilantik, Anggota Dewan Ramai-ramai "Sekolahkan" SK?

Resmi Dilantik, Anggota Dewan Ramai-ramai "Sekolahkan" SK?

Rumor banyak SK anggota DPRD Kabupaten Tegal "disekolahkan" ke bank milik pemerintah Provinsi Jawa Tengah ramai dibicarakan.


Bawa Orang Sakit, Polisi Urung Tilang Kendaraan Roda 3 Pengangkut Orang

Bawa Orang Sakit, Polisi Urung Tilang Kendaraan Roda 3 Pengangkut Orang

Upaya membudayakan tertib lalu lintas dalam operasi patuh candi 2019, tidak melulu melalui tindakan tilang.


Tak Berfungsi, Ribuan KTP-el Dimusnahkan

Tak Berfungsi, Ribuan KTP-el Dimusnahkan

Sebanyak 10.857 keping KTP-el yang sudah tidak berfungsi dimusnahkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tegal.


Ingin Bercocok Tanam Tanpa Mencangkul, Hidroponik Solusinya

Ingin Bercocok Tanam Tanpa Mencangkul, Hidroponik Solusinya

Masyarakat yang ingin bercocok tanam tapi tidak memiliki lahan yang luas, jangan khawatir pasti ada solusinya.


Diduga Cemburu Buta, Pasangan Tak Resmi Tenggak Baygon

Diduga Cemburu Buta, Pasangan Tak Resmi Tenggak Baygon

Gara-gara cemburu buta, wanita diduga pasangan tidak resmi nekat menenggak baygon, Jumat (30/8).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!