Lokal
Share this on:

Nelayan Pantura Hanya Andalkan Ban Bekas saat Dihantam Ombak

  • Nelayan Pantura Hanya Andalkan Ban Bekas saat Dihantam Ombak
  • Nelayan Pantura Hanya Andalkan Ban Bekas saat Dihantam Ombak

TINGGI - Ombak di Laut Jawa seperti di Perairan Suradadi Kabupaten Tegal sangat tinggi, Jumat (12/1). (farid firdaus/radartegal.com)

SURADADI - Gelombang tinggi kerap mengancam keselamatan nelayan saat sedang melaut terutama di bulan Januari ini. Meski menghadapi risiko kecelakaan kerja yang tinggi, banyak nelayan di Kabupaten Tegal tak memiliki alat pelindung.

Salah satu nelayan di Desa Suradadi Kecamatan Suradadi ‎Sodikin (55) mengaku hanya mengandalkan alat pelindung manual berupa ban mobil bekas jika sewaktu-waktu perahunya dihantam gelombang tinggi.

"Kita tidak punya alat pelindung. Kalau terjadi insiden (kapal terbalik), kita hanya menggunakan ban dalem bekas. Itu pun kalau punya, kalau tidak punya, paling hanya berenang sampai ke tepi," ‎ujar nelayan pencari rajungan ini, Jumat (12/1).

Karena itu Sodikin berharap bisa mendapat ‎alat pelindung untuk mengantisipasi hantaman gelombang tinggi yang bisa mengancam jiwanya. Selama ini ia mengaku terpaksa berhenti melaut sementara jika kondisi perairan sedang dilanda cuaca buruk.

"Saat-saat ini di Laut Jawa kondisi ombaknya sedang tinggi, di atas satu meter. Tidak berani kalau berangkat melaut," tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal Rustoyo mengatakan, nelayan di Kabupaten Tegal banyak yang menggunakan perahu jenis dogolan sehingga rentan terbalik jika dihantam gelombang tinggi. Sementara alat pelindung keselamatan yang dimiliki minim.

"Saat kapalnya tenggelam diterjang ombak, nelayan hanya bisa pasrah. Ini karena nelayan tidak memiliki alat penyelamat. Pemkab memang sudah memberi bantuan alat keselamatan, tapi masih banyak yang belum mendapat," kata Rustoyo.

‎Rustoyo yang berasal dari Suradadi ini meminta pemkab maksimal dalam memperhatikan para nelayan. Selain kebutuhan alat pelindung keselamatan, nelayan juga memerlukan dermaga yang memadai.

‎"Nelayan Suradadi bertahan dengan jenis perahu kecil karena tidak ada dermaga sandar yang memadai," ujarnya. (far/Zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis


Empat Orang Tersambar Petir, Seorang Meninggal Seketika

Empat Orang Tersambar Petir, Seorang Meninggal Seketika

Empat orang tersambar petir saat berteduh dalam gubuk di areal persawahan Desa Cikakak Kecamatan Banjarharo Kabupaten Brebes, Jumat (14/12) sore.


Empat Pembobol ATM Disergap saat Beraksi di SPBU Karanganyar

Empat Pembobol ATM Disergap saat Beraksi di SPBU Karanganyar

Sindikat pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) disergap Satreskrim Polres Tegal Kota, Jumat (14/12) siang.


Bantu Alat Keselamatan untuk Nelayan, Umi Minta Jangan Dijual

Bantu Alat Keselamatan untuk Nelayan, Umi Minta Jangan Dijual

250 nelayan di Kabupaten Tegal mendapat alat pelindung diri (APD) dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Kamis (13/12).


Tolak Pembongkaran, Perempuan Berhijab Hadang Alat Berat Petugas

Tolak Pembongkaran, Perempuan Berhijab Hadang Alat Berat Petugas

Warga di sepanjang Jalur Pantura Desa Grinting Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes terlibat cekcok dengan polisi, yang mengawal proses pembongkaran jembatan.


Manfaatkan Reses untuk Kampanye, Petahana Bisa Dipenjara 2 Tahun

Manfaatkan Reses untuk Kampanye, Petahana Bisa Dipenjara 2 Tahun

Bawaslu Kota Tegal menemukan indikasi dugaan pelanggaran kampanye saat digelarnya kegiatan serap aspirasi (reses) anggota DPD RI di Kota Tegal, pekan lalu.


Pemilih Pemula di Pilkades, Wajib Bawa e-KTP saat Akan Nyoblos

Pemilih Pemula di Pilkades, Wajib Bawa e-KTP saat Akan Nyoblos

Pemilih yang berusia 17 saat hari pencoblosan pemilihan kepala desa serentak harus bawa E-KTP jika ingin menggunakan hak pilihnya.


Merokok saat Jam Kerja, 12 PNS Didenda Masing-masing Rp50 Ribu

Merokok saat Jam Kerja, 12 PNS Didenda Masing-masing Rp50 Ribu

Sebanyak 12 pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN) yang terbukti merokok saat jam kerja, terjaring razia petugas Satpol PP Kota Semarang.


Polisi Tunggu Visum Penyebab Kematian Pedagang Pasar Krandon

Polisi Tunggu Visum Penyebab Kematian Pedagang Pasar Krandon

Hingga saat ini jajaran Kepolisian masih berupaya mengungkap kematian Evy Trianto (35) pedagang yang ditemukan tewas di dalam kiosnya.


Duh, 74.850 Angkatan Kerja di Kota Tegal Hanya Lulus SD

Duh, 74.850 Angkatan Kerja di Kota Tegal Hanya Lulus SD

Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Tegal mencatat, sebanyak 74.850 kualitas sumber daya manusia sebagai tenaga kerja masih lulusan sekolah dasar.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!