• Home
  • Berita Lokal
  • Oh... Ini Ternyata yang Membuat PP Nunggak Setoran Parkir Rp165 Juta

Lokal
Share this on:

Oh... Ini Ternyata yang Membuat PP Nunggak Setoran Parkir Rp165 Juta

  • Oh... Ini Ternyata yang Membuat PP Nunggak Setoran Parkir Rp165 Juta
  • Oh... Ini Ternyata yang Membuat PP Nunggak Setoran Parkir Rp165 Juta

KLARIFIKASI - Ketua MPC PP Kabupaten Tegal Slamet Supriyadi mengklarifikasi persoalan kurang bayar pendapatan retribusi parkir tepi jalan pada Pansus VI DPRD Kabupaten Tegal. (yerry novel/radar slawi)

SLAWI - Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Tegal yang mengelola parkir tepi jalan akhirnya membuka suara ihwal kendala setoran yang macet sejak 2016 silam. Itu terungkap saat Ketua MPC PP Kabupaten Tegal Slamet Supriyadi dengan didampingi dua pengurus lainnya hadir dalam undangan rapat klarifikasi oleh Panitia Khusus (Pansus) VI DPRD Kabupaten Tegal di ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD, kemarin.

Rapat klarifikasi tentang retribusi parkir tepi jalan dan pariwisata tahun 2016 ini dipimpin Ketua Pansus VI DPRD Kabupaten Tegal Miftachudin dan dihadiri sejumlah anggota Pansus VI.

Dalam klarifikasi itu, Slamet Supriyadi yang akrab disapa Supri menjelaskan, lelang pendapatan retribusi parkir tepi jalan yang dikelola Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Tegal yang sekarang dirubah menjadi Dinas Perhubungan (Dishub) dikelola sejumlah pihak. Salah satunya PP.

Namun dalam perkembangannya, pihak-pihak lainnya menyerahkan pengelolaan ke PP. Lalu, PP melakukan survei data titik parkir di lapangan. Diperolehnya data dari Dishub sebanyak 283 titik dengan potensi Rp1,7 miliar.

"Tapi, dalam kenyataan di lapangan dan hasil survei kami (PP) hanya ada 230 titik," ujarnya.

Menurut dia, tidak validnya data dikarenakan adanya dobel nama titik parkir, dan data dinilai semrawut. Hal itu yang membuat PP hanya berani menawar pendapatan retribusi parkir Rp516 juta.

Sejak awal mulai dikelola PP pada Januari 2016, PP mengalami kendala berhadapan dengan para preman berseragam dan preman kampung. Pihaknya sudah menyampaikan kendala itu ke Dishub.

"Kami harus babat alas pada awal tahun, sehingga Januari tidak ada pemasukan retribusi parkir. Kami baru menarik retribusi pada bulan Maret," ungkapnya.

Pada Januari dan Februari, pihaknya mengaku tidak bisa setor ke kas daerah dengan kendala benturan fisik di lapangan. Setelah dilakukan proses pendekatan, penarikan awal pada bulan Maret hanya mendapatkan Rp15 juta.

Namun, karena dalam perjanjian setoran setiap bulan harus 20 persen dari Rp561 juta, maka PP harus nomboki kekurangan setoran retribusi tersebut. PP hanya mampu menyetor Rp50 juta pada bulan Maret ke Dishub.

"Parkir memang identik dengan dunia preman. Banyak titik-titik parkir yang dikelola preman, sehingga sulit untuk memaksimalkan penarikan retribusi," keluhnya.

Selain preman, Supri mengaku juga terkendala dengan proyek perbaikan jalan di sejumlah tempat, sehingga lahan parkir hilang. Dicontohkan, proyek pembangunan jalan di Kemantran Kramat, proyek pembangunan Alun-alun Slawi, pembangunan Pasar Kemantran, pembangunan Pasar Pepedan, dan pembangunan lainnya.

"Kalau dihitung dari pendapatan parkir saat dikelola Dishub mengalami peningkatan, karena saat dikelola Dishub hanya mendapatkan Rp230 juta. Sedangkan dikelola PP bisa meningkat menjadi Rp315 juta," terangnya.

Sementara, saat ditanyakan tentang tindak lanjut persoalan kurang bayar retribusi parkir tepi jalan sekitar Rp165 juta oleh salah seorang anggota Pansus VI, Khaerul Soleh, Supri menegaskan, dalam perjanjian ada klausal bahwa jika terjadi wanprestasi, maka diselesaikan oleh Pengadilan Negeri sebagai lembaga administrasi.

Hal itu dikarenakan kekurangan bayar retribusi masuk dalam pidana perdata. Namun, hingga kini tidak ada upaya hal tersebut.

"Jika sudah ada upaya hukum, kami juga akan melakukan upaya hukum. Jujur, kami memiliki niat baik untuk melunasi kekurangan itu," tandasnya. (yer/ima/zul)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Naik Atap lalu Bobol Indomaret, Rokok Puluhan Juta Rupiah Raib

Naik Atap lalu Bobol Indomaret, Rokok Puluhan Juta Rupiah Raib

Aksi pencurian menimpa Indomaret di Jalan Raya Slawi- Adiwerna, tepatnya di Desa Grobog Kulon Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal, Rabu (23/5) dinihari.


Terminal Lama Bumiayu Akan Dijadikan Jalur Penyelamat

Terminal Lama Bumiayu Akan Dijadikan Jalur Penyelamat

Pemerintah Kabupaten Brebes akan segera membangun jalur penyelamat sebagai upaya antisipasi terjadinya kecelakaan yang diakibatkan rem blong.


Mudik Lebaran Lewat Tol Sewaka-Gandulan Gratis

Mudik Lebaran Lewat Tol Sewaka-Gandulan Gratis

Meski sudah bisa dilalui, para pemudik lebaran yang keluar melalui Pintu Tol Gandulan Pemalang tidak akan dipungut biaya alias gratis.


Diterjang Rob, Pulo Kodok Sementara Ditutup

Diterjang Rob, Pulo Kodok Sementara Ditutup

25 pedagang yang ada di Kawasan Pantai Martoloyo, Pulo Kodok, Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur dikejutkan dengan datangnya rob yang tiba-tiba.


Jalani Tes Kesehatan, Berkas Persyaratan Sabilillah Ardi Lengkap

Jalani Tes Kesehatan, Berkas Persyaratan Sabilillah Ardi Lengkap

KPU Kabupaten Tegal memastikan dokumen persyaratan calon yang diserahkan calon pengganti Enthus Susmono, Sabilillah Ardi, sudah lengkap.


Ada yang Penuh Sampah, Tiga Sungai di Kota Tegal Tercemar Limbah

Ada yang Penuh Sampah, Tiga Sungai di Kota Tegal Tercemar Limbah

DLH Kota Tegal merilis hasil terbaru pengujian air sungai yang dilakukan bekerjasama dengan Laboratorium DLH Kabupaten Bandung.


Tol Brebes-Pemalang Diuji, Penerangan dan Rambu-rambu Masih Kurang

Tol Brebes-Pemalang Diuji, Penerangan dan Rambu-rambu Masih Kurang

Tol Brebes-Pemalang rencananya akan dioperasionalisasikan saat mudik tahun ini.


Sopir Truk Maut Dirawat di RSUD Brebes dengan Tangan Diborgol

Sopir Truk Maut Dirawat di RSUD Brebes dengan Tangan Diborgol

Pratomodiyanto (48), sopir truk maut, yang merenggut 12 korban jiwa dalam kecelakaan di Jalan P Diponegoro Desa Jatisawit Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes.


Cerita Pedagang Siomay yang Selamat dari Truk Maut yang Tewaskan 12 Orang

Cerita Pedagang Siomay yang Selamat dari Truk Maut yang Tewaskan 12 Orang

Rudi Hartono (43), masih bisa mengingat dengan samar-samar detik-detik kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Raya Tegal-Purwokerto.


Begini Kesaksian Warga saat Truk Tabrak 18 Motor dan 7 Rumah di Bumiayu

Begini Kesaksian Warga saat Truk Tabrak 18 Motor dan 7 Rumah di Bumiayu

Kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Tegal-Purwokerto, Desa Jatisawit Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes, Minggu (20/5) sore.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!