Lokal
Share this on:

Oknum Polisi Ngaku Tembak Mati Pengunjung Hotel karena Panik

  • Oknum Polisi Ngaku Tembak Mati Pengunjung Hotel karena Panik
  • Oknum Polisi Ngaku Tembak Mati Pengunjung Hotel karena Panik

SIDANG – Majelis hakim saat menunjukan senjata api yang digunakan terdakwa, kemarin. (agus wibowo/radar tegal)

TEGAL - Terdakwa kasus penembakan yang menewaskan seorang nelayan, Setya Eka Hari Prascaya (30) mengaku panik saat di TKP. Saat itu dia mengeluarkan senjata dan langsung menembaknya. Dia juga mengaku soal keselamatan dirinya yang sempat dikeroyok oleh banyak orang.

Hal itu terungkap saat siding di Pengadilan Negeri (PN) Tegal, Jalan Mayjen Sutoyo, dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Dalam fakta persidangan yang diketuai oleh hakim Elsa Lina SH MH, terdakwa yang akrab disapa Eka itu menjelaskan soal senjata yang digunakan dan menewaskan seorang nelayan serta satu orang terluka.

”Pada 25 September, pimpinan saya AKBP Ribut Hariwibowo memerintahkan saya untuk membersihkan senjata api (senpi) miliknya. Perintah tersebut saat Kapolres Surakarta itu tengah menggelar apel pagi di Polsek Banjarsari Surakarta Solo,” jelas Eka.

Terdakwa mengaku dia adalah seorang anggota polisi aktif yang bertugas sebagai driver, sekaligus ajudan Kapolres. ”Atas perintah itu, saya juga seketika menuju ke Mako dan ke bagian Sarpras untuk membersihkan senpi. Berbarengan dengan itu, saya ke bagian Sumda untuk meminta izin pulang ke Tegal, karena orang tua saya sakit,” akunya.

Sementara bagian Sarpras telah rampung membersihkan senpi dan izin pulang ke Tegal juga ke luar. Namun, Kapolres langsung mengikuti PTIK. ”Senpi memang dibawa saya pulang ke Tegal. Tidak ada orang yang meminta senpi, termasuk pimpinan atau pemilik senpi. Kondisi senpi terpisah dengan magazine (peluru), dan langsung dimasukan dalam tas,” ulasnya.

Dalam perjalanan Surakarta-Tegal, dia pun bertemu dengan ibunya yang sakit hingga kondisi orang tuanya mulai membaik. Sehari setelah dia cuti, dia berkesempatan main di rumah rekannya.

”Dari rumah rekannya, saya janjian dengan seorang perempuan untuk hiburan. Namun saat hendak ke lokasi, bertemu dengan Anjar (rekannya) dan seketika itu dia ikut,” bebernya.

Kondisi pistol sendiri sejak dari Surakarta hingga ke tempat hiburan selalu dibawa. Termasuk senjata dan peluru kondisinya terpisah atau belum dipasang.

”Saya memasang magazine usai saya memisah Anjar yang tengah dikeroyok. Kemudian saya juga ikut dikeroyok. Hingga saya panik, akhirnya saya langsung memasang magazine dan langsung menembak ke arah depan,” akunya.

Saat itu, Terdakwa mengaku sangat panik dan berpikir hal itu dilakukan demi keselamatan dia dan rekannya. ”Saya panik sekali. Sebab, di depan saya ada sekitar empat orang dan di belakang tiga orang yang memukul,” ungkapnya.

Eka mengaku menyesal atas perbuatannya itu. Bahkan, dalam ruang sidang, Eka mengucapkan maaf secara terbuka terhadap keluarga korban.

Namun, permintaan maaf korban sambil duduk di lantai membuat keluarga korban mendadak histeris. Bahkan, teriakan istri dan keluarga korban justru meminta kepada hakim agar bisa menghukum terdakwa dengan hukuman seberat-beratnya.

Usai sidang rampung, terdakwa yang hendak berjalan menuju ke ruang tahanan langsung dilempar kunci oleh keluarga korban. Sementara, usai pemeriksaan terdakwa, sidang rencananya akan digelar kembali pada 23 Januari dengan agenda tuntutan. (gus/fat/zul)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Sering Orfik, Sopir Taksi Online Nyaris Digebuki Rekan-rekannya

Sering Orfik, Sopir Taksi Online Nyaris Digebuki Rekan-rekannya

Karena sering 'nembak' aplikasi milik rekan seprofesinya agar terkena suspen pelanggaran dari operator, seorang supir online nyaris dimassa.


Terbukti Berzina, Oknum Anggota DPRD di-PAW

Terbukti Berzina, Oknum Anggota DPRD di-PAW

Melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Tegal, Harnotosi resmi menggantikan Suprianto yang dicopot sebagai anggota DPRD karena mendapat sanksi PAW.


Indra Sjafri Blusukan ke Pemalang

Indra Sjafri Blusukan ke Pemalang

Mantan Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri memberikan Coaching Clinic olahraga sepak bola di Hotel Winner Pemalang, kemarin.


Jual Motor Temannya, Pemuda Ini Ditangkap Polisi

Jual Motor Temannya, Pemuda Ini Ditangkap Polisi

Lantaran membawa kabur motor milik temannya, AR (26), warga Desa Maribaya Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal diamankan jajaran Polsek Tegal Barat.


12 Polisi Ditugasi Pelototi Medsos

12 Polisi Ditugasi Pelototi Medsos

Polres Tegal Kota menyiapkan tim cyber patrol yang tugasnya melakukan patroli pengawasan dan pemantauan di dunia maya.


Pimen Kiye, Banyak PJU di Kabupaten Tegal Mati

Pimen Kiye, Banyak PJU di Kabupaten Tegal Mati

Banyak lampu penerangan jalan umum (PJU) yang berada di tepi jalan kabupaten dan nasional di wilayah Kabupaten Tegal yang rusak.


Polisi Siap Amankan Tahapan Pendaftaran Pilbup

Polisi Siap Amankan Tahapan Pendaftaran Pilbup

Polres Tegal mulai menyiagakan personel untuk pengamanan pilkada serentak di Kabupaten Tegal.


Kapolres Tegal: Polisi dan Penyelenggara Pemilu Harus Netral

Kapolres Tegal: Polisi dan Penyelenggara Pemilu Harus Netral

Kapolres Tegal AKPB Heru Sutopo meminta jajarannya untuk menjaga netralitas saat pelaksanaan pilkada serentak Kabupaten Tegal.


Istri Disms, Suami Bacok Teman Istrinya

Istri Disms, Suami Bacok Teman Istrinya

Diduga karena cemburu istrinya SMS-an dengan pria lain, Andi Setiaji alias Kendhil (28), nekat membacok seorang pria yang juga teman istrinya.


Mabok, Begal Malah Bawa Korbannya ke Kantor Polisi

Mabok, Begal Malah Bawa Korbannya ke Kantor Polisi

Tak samapi 24 jam, Polres Brebes berhasil menangkap dua pelaku perampasan sepeda motor dan pemerkosaan terhadap seorang siswi SMA di Brebes, L (16), kemarin.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!