Lokal
Share this on:

Panitia Pilkades Gumayun Diduga Teledor

  • Panitia Pilkades Gumayun Diduga Teledor
  • Panitia Pilkades Gumayun Diduga Teledor

BERKAS LAMARAN - Salah satu pelamar bakal calon kades Gumayun menyerahkan berkas lamaran pada panitia pilkades. (hermas purwadi/radar slawi)

SLAWI - Riak kecil mulai mengemuka di tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang ketiga yang akan digelar 20 November 2019. Kali ini, panitia pilkades Desa Gumayun, Kecamatan Dukuhwaru diduga teledor dan mengesampingkan persyaratan yang harus dipenuhi bakal calon kades dalam berkas lamaran yang diajukan. Hal ini dikhawatirkan akan memicu terjadinya gejolak di tahapan selanjutnya.

Salah satu bakal calon kades di desa tersebut, Mohammad Agus Sofani sempat bingung ketika membandingkan persyaratan kelengkapan lamaran yang diajukan ke panitia pilkades, berbeda dengan persyaratan yang ada di desa tetangga.

"Di persyaratan berkas lamaran bakal calon kades Gumayun, panitia tidak menyertakan ketentuan keharusan melampirkan surat pernyataan bakal calon kades tidak mempunyai hubungan keluarga dengan panitia pilkades secara garis lurus. Satu tingkat ke samping, ke atas dan ke bawah," ujarnya, Rabu (18/9) kemarin.

Namun dirinya bersama bakal calon lain, Nurkholis tetap menyertakan surat pernyataan tersebut dalam berkas lamaran yang diserahkan di tahap pengecekan dan klarifikasi syarat pelamar, Selasa (17/9) pukul 16.06.

Pilkades di desa tersebut ada 9 bakal calon yang mendaftarkan diri. Sebanyak 7 bakal calon diantaranya tidak menyertakan surat pernyataan tidak punya hubungan keluarga dengan panitia pilkades.

Terpisah, Kepala Dispermades Prasetyawan melalui Kabid Penataan Desa Gunawan menyatakan bahwa surat pernyataan dari balon kades soal tidak adanya hubungan keluarga dengan panitia pilkades wajib disertakan.

"Hal itu seperti yang sudah diatur dalam Perbup Nomor 27 Tahun 2018 dan Nomor 31 Tahun 2019 tentang Kepala Desa. Di sana dijelaskan bahwa bakal calon kepala desa diwajibkan menyertakan surat pernyataan dalam berkas lamaran bakal calon, yang isinya bakal calon tidak mempunyai hubungan darah dengan panitia pilkades satu tingkat ke samping dan ke atas maupun ke bawah," ujar dia.

Ketika ditanya apakah surat pernyataan tersebut bisa disusulkan setelah batas akhir pengecekan atau klarifikasi syarat pelamar usai, dengan tegas dia menyatakan tidak bisa. (her/gun/ima)

Berita Sebelumnya

Kekeringan di Pantura Semakin Parah
Kekeringan di Pantura Semakin Parah

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Diduga Kena Flu Burung, Ratusan Ayam di Brebes Mati Mendadak

Diduga Kena Flu Burung, Ratusan Ayam di Brebes Mati Mendadak

Ratusan ayam di salah satu peternakan di Kabupaten Brebes mati mendadak, belum lama ini.


Sepi Pendaftar, Istri Tantang Suaminya saat Pilkades Serentak di Brebes

Sepi Pendaftar, Istri Tantang Suaminya saat Pilkades Serentak di Brebes

108 desa di Kabupaten Brebes akan menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak Desember mendatang.



Diduga Lokasi Parkir Dijualbelikan, Petugas Dipersilakan Lapor Komisi III

Diduga Lokasi Parkir Dijualbelikan, Petugas Dipersilakan Lapor Komisi III

Dugaan adanya beberapa lokasi parkir jalan umum di Kabupaten Tegal yang dijualbelikan oknum yang bukan petugas dikeluhkan petugas parki


Besok, Pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa Ditutup

Besok, Pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa Ditutup

Selasa (15/10) besok, merupakan batas akhir pendaftaran bakal calon (balon) kepala desa (kades) pilkades gelombang II di Kabupaten Brebes.


Perlu Perbaikan, Perda Soal Pilkades Rawan Gugatan

Perlu Perbaikan, Perda Soal Pilkades Rawan Gugatan

Kunjungan kerja Komisi I DPRD Kabupaten Tegal ke 18 kecamatan banyak menerima aduan dari masyarakat maupun pihak kecamatan.


Rumah Terduga Pelaku Penyerangan dan Penusukkan Wiranto Dipolice Line

Rumah Terduga Pelaku Penyerangan dan Penusukkan Wiranto Dipolice Line

Rumah Fitria Diana (20), di RT 07 RW 02 Dusun Sitanggal 1 Desa Sitanggal Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes, yang diduga terlibat peristiwa penusukan Menteri K


Dua Pemburu Landak yang Sebabkan Hutan Pinus Terbakar, Terancam 6 Tahun Penjara

Dua Pemburu Landak yang Sebabkan Hutan Pinus Terbakar, Terancam 6 Tahun Penjara

Dua pemburu landak yang diduga memicu terjadinya kebakaran hutan pinus di Bukit Clirit Desa Kalibakung Kecamatan Kabupaten Tegal, Minggu (6/10), ditahan di sel


Nelayan yang Hilang di Tengah Laut, Belum Jelas Nasibnya

Nelayan yang Hilang di Tengah Laut, Belum Jelas Nasibnya

Warsum (45), warga Desa Prapag Kidul Kecamatan Losari Kabupaten Brebes yang diduga hilang di tengah Perairan Jongor Kabupaten Brebes, Selasa (8/10) siang, belum


Diduga Gelapkan Uang, Eks Ketua Paguyuban Pasar Buah dan Sayur Digiring ke Persidangan

Diduga Gelapkan Uang, Eks Ketua Paguyuban Pasar Buah dan Sayur Digiring ke Persidangan

Eks Ketua Paguyuban Pasar Buah dan Sayur Pemalang Cari Antoni menjalani sidang pertama pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Pemalang, Selasa (8/10).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!