Lokal
Share this on:

Pantau Medsos, Polisi Tegal Sudah Siapkan Tim Cyber

  • Pantau Medsos, Polisi Tegal Sudah Siapkan Tim Cyber
  • Pantau Medsos, Polisi Tegal Sudah Siapkan Tim Cyber

SINERGIS - Bersama dengan TNI, Polisi mengaku siap mengamankan dan mensukseskan tahun politik di Kota Tegal, kemarin. (agus wibowo/radar tegal)

TEGAL - Kepala Kepolisian Resor Tegal Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Jon Wesly Arianto SIK mengingatkan masyarakat Kota Tegal untuk bisa terus menjaga persatuan dan kesatuan menjelang pelaksanaan Pilkada di tahun 2018. Tak hanya itu, sebagai langkah antisipasi dini, polisi juga kini tengah menyiapkan tim cyber guna memantau dan mengawasi rawannya dunia maya yang biasanya digunakan sejumlah orang untuk mengedarkan konten ujaran kebencian melalui media sosial.

"Harapan kami tahun pilkada ini, masyarakat Kota Tegal jangan sampai terpecah belah karena pelaksanaan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, yang hanya lima tahun sekali," terang Kapolres yang akrab disapa JeWe, kemarin.

Tim intelejen diterjunkan dalam upaya pendekatan agar bisa sama-sama tercipta suasana kondusif. Di antaranya dengan para tokoh politik dan masyarakat. Selain kondisi keamanan dan ketertiban di lapangan, pihaknya juga akan mengawasi rawannya dunia maya jelang Pilkada 2018 ini.

JeWe juga menjelaskan bahwa di masa-masa jelang Pilkada biasanya digunakan sejumlah orang untuk mengedarkan konten ujaran kebencian melalui media sosial. Termasuk tak sedikit satu dengan yang lain, 'menjatuhkan' calon yang tidak sependapat.

"Berkaitan dengan konten media sosial yang mengarah pada SARA, hate speech, ini hal yang tidak diinginkan karena berpotensi melawan hukum," ulas Kapolres.

Karenanya, Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial, khususnya dalam situasi kampanye Pilkada. Ia berharap masyarakat tak lagi menggunakan isu yang bersinggungan dengan ras atau agama tertentu karena ada risiko pidana yang menanti.

''Maka dari itu, sebagai antisipasi dan upaya pengawasan kami juga sudah menyiapkan tim cyber untuk bisa memantau dan mengawasi rawannya dunia maya yang biasanya digunakan sejumlah orang untuk mengedarkan konten ujaran kebencian melalui media sosial,” beber dia.

JeWe juga menambahkan bahwa tim Cyber Polres Tegal Kota secara aktif melakukan pemantauan media sosial untuk mencari konten negatif. Jika ditemukan, maka dilakukan penyelidikan lebih jauh apakah memenuhi unsur pelanggaran sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

'"Selain itu, kami juga mengaktifkan Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) sebagai pusat pelaporan masyarakat jika menemukan adanya penyebaran ujaran kebencian atau kampanye negatif berbau SARA,'' pungkasnya. (gus/ela/zul)

Berita Sebelumnya

50 Napi Pindahan, Seorang Positif Narkoba
50 Napi Pindahan, Seorang Positif Narkoba

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Awas, Sindikat Curanmor Incar Grand Max untuk Dijual ke Luar Negeri

Awas, Sindikat Curanmor Incar Grand Max untuk Dijual ke Luar Negeri

Sindikat pencurian mobil lintas daerah berhasil diringkus Tim Resmob Satreskrim Polres Tegal. Mobil hasil curian dijual hingga ke luar negeri.


Polisi Tunggu Visum Penyebab Kematian Pedagang Pasar Krandon

Polisi Tunggu Visum Penyebab Kematian Pedagang Pasar Krandon

Hingga saat ini jajaran Kepolisian masih berupaya mengungkap kematian Evy Trianto (35) pedagang yang ditemukan tewas di dalam kiosnya.


Pimen Kiye, Sembilan Ibu Hamil di Kabupaten Tegal Positif HIV/AIDS

Pimen Kiye, Sembilan Ibu Hamil di Kabupaten Tegal Positif HIV/AIDS

Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Tegal terus bertambah dalam dua tahun terakhir.


Hendak Jual 20 Ton Pupuk Bersubsidi, Pengecer Perempuan Digerebek Polisi

Hendak Jual 20 Ton Pupuk Bersubsidi, Pengecer Perempuan Digerebek Polisi

20 ton pupuk bersubsidi yang hendak dijual ke Kendal dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET) diamankan Tim Resmob Satreskrim Polres Tegal.


Es Doger Mengandung Zat Pewarna Tekstil

Es Doger Mengandung Zat Pewarna Tekstil

Es doger yang dijual bebas di depan SD di Slawi, Kabupaten Tegal disinyalir mengandung senyawa rhodamin B atau pewarna buatan untuk tekstil.


Duh, 74.850 Angkatan Kerja di Kota Tegal Hanya Lulus SD

Duh, 74.850 Angkatan Kerja di Kota Tegal Hanya Lulus SD

Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Tegal mencatat, sebanyak 74.850 kualitas sumber daya manusia sebagai tenaga kerja masih lulusan sekolah dasar.


Dua Laki-laki dan Seorang Perempuan Pembobol ATM Disergap di Jalur Pantura

Dua Laki-laki dan Seorang Perempuan Pembobol ATM Disergap di Jalur Pantura

Sebanyak tiga orang yang diduga kawanan sindikat pembobol anjungan tunai mandiri (ATM) ditangkap polisi, Rabu (5/12).


Digulung Puting Beliung, Empat Rumah dan Masjid Rusak

Digulung Puting Beliung, Empat Rumah dan Masjid Rusak

Sedikitnya empat rumah dan sebuah masjid di Dukuh Jurang Jero Desa Semboja RT 6 RW 1 Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal mengalami kerusakan sedang hingga par


Hendak Mandi, ABG Meninggal Tersengat Listrik

Hendak Mandi, ABG Meninggal Tersengat Listrik

Nasib naas menimpa Angela Aura Adelia (17), warga Jl. Sawo Gang Nangka Kelurahan Kraton Kota Tegal.


Underpass Karangsawah Diklaim Tidak Akan Terendam Banjir

Underpass Karangsawah Diklaim Tidak Akan Terendam Banjir

Underpass atau terowongan di bawah perlintasan kereta api Karangsawah di ruas jalan Tegal-Purwokerto Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes sudah diujicoba.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!