Lokal
Share this on:

Pedagang Tiban Sebabkan Jalan Zaenal Arifin dan Kaloran Kumuh

  • Pedagang Tiban Sebabkan Jalan Zaenal Arifin dan Kaloran Kumuh
  • Pedagang Tiban Sebabkan Jalan Zaenal Arifin dan Kaloran Kumuh

KUMUH - Genangan air dan pedagang tiban membuat kesan kumuh di sepanjang Jalan Zaenal Arifin Tegal, kemarin. (syamsul falak/radar tegal)

TEGAL - Menjamurnya pedagang tumpah di sepanjang Jalan Zaenal Arifin dan Kaloran, kembali dikeluhkan sebagian besar pengendara dan masyarakat Kota Tegal. Sebab, selain mengakibatkan rawan krodit kondisi hujan dan genangan di sepanjang jalan komplek Pasar Pagi Tegaltersebut juga menimbulkan kesan kumuh dan semrawut.

Seperti disampaikan Sukarsih (43), warga asal Kelurahan Pekauman yang sangat menyayangkan kurangnya ketegasan pengelola pasar melakukan penertiban pedagang dan tukang becak. Menurutnya, tidak adanya tindakan tegas dari Satpol PP membuat masyarakat dan pengunjung di lingkungan Blok B semakin kesulitan mengakses jalan di sepanjang Jalan Zaenal Arifin.

"Kesan kumuh dan semrawut, diperparah dengan padatnya pedagang dan tukang becak yang mangkal di Jalan Zaenal Arifin," keluhnya.

Keluhan serupa diungkapkan Khodijah (49) yang mengaku jengkel saat melintasi sepanjang Jalan Kaloran untuk mengantarkan pesanan sayur dari pedagang. Sebab, kondisi pasar tumpah di sepanjang Jalan Kaloran membuat akses jalan umum menjadi sempit dan semrawut.

Kondisi ini diperparah saat mobil boks pengangkut sembako yang hendak mengirim pasokan ke sejumlah pedagang di lingkungan Blok C.

"Idealnya, dinas terkait segera menertibkan agar jangan sampai jalan umum malah dibiarkan jadi pasar tumpah," jelasnya.

Khodijah menambahkan, pada jam-jam tertentu saat ramai transaksi pedagang dan pembeli pasar tumpah justru semakin membuat krodit hingga menutup akses jalan di sepanjang Jalan Kaloran. Sehingga, Pemkot Tegal melalui dinas terkait harus segera mengambil langkah tegas untuk melakukan penertiban di Jalan Zaenal Arifin dan Kaloran agar bisa diakses pengguna jalan sebagai jalan umum. (syf/ela/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dinas Sosial Dirikan Dapur Umum di Lokasi Kebakaran Hutan

Dinas Sosial Dirikan Dapur Umum di Lokasi Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan di Lereng Gunung Slamet Dukuh Sawangan dan Kalipedes semakin meluas.


Proses Pemadaman Api Terkendala Minimnya Peralatan

Proses Pemadaman Api Terkendala Minimnya Peralatan

Kebakaran hutan yang terjadi di Lereng Gunung Slamet, Dusun Sawangan dan Kalipedes semakin meluas.


Mahasiswa Tegal Turun ke Jalan Tolak UU KPK

Mahasiswa Tegal Turun ke Jalan Tolak UU KPK

Massa Aliansi Mahasiswa Pancasakti menggeruduk DPRD Kota Tegal Jumat (20/9).


Polisi Bentuk Tim Atasi Kebakaran Lereng Gunung Slamet

Polisi Bentuk Tim Atasi Kebakaran Lereng Gunung Slamet

Untuk mengatasi kebakaran 18 hektare hutan lindung yang berada di Petak 48 dan 16, Polres Tegal membentuk tim penanggulangan.


Ambulans Bawa Jenazah Tabrak Truk, Empat Tewas Seketika

Ambulans Bawa Jenazah Tabrak Truk, Empat Tewas Seketika

Ambulans jenazah yang melaju dari arah Jakarta menuju ke Semarang menabrak truk di Jalan Tol PPTR Jalur A KM 300+400 tepatnya di Desa Kendayakan Kecamatan Waruj


Warga Tamansari, Jalan Satu Kilometer untuk Dapatkan Air Bersih

Warga Tamansari, Jalan Satu Kilometer untuk Dapatkan Air Bersih

Kelangkaan air bersih di beberapa desa di Kecamatan Jatinegara sudah dirasakan sejak bulan Juli lalu.


Gelandangan di Tengah Kota, Enam Orang Gila Diamankan

Gelandangan di Tengah Kota, Enam Orang Gila Diamankan

Enam orang gila diamankan Dinas Sosial dan personel Satpol PP Kabupaten Brebes, Kamis (19/9).


Dosen dan Mahasiswa di Tegal Tolak UU KPK yang Baru

Dosen dan Mahasiswa di Tegal Tolak UU KPK yang Baru

Puluhan mahasiswa dan civitas akademika dari salah satu universitas ternama di Kota Tegal menggelar aksi penolakan disyahkannya Undang-undang (UU) KPK yang baru


95 Persen Kebakaran Hutan dan Lahan dari Pembakaran Sampah

95 Persen Kebakaran Hutan dan Lahan dari Pembakaran Sampah

Isu nasional terkait kebakaran hutan akhir-akhir ini juga menimpa di daerah.


Diduga Mengandung Zat Berbahaya, Satgas Pangan Diminta Sidak Jajanan Sekolah

Diduga Mengandung Zat Berbahaya, Satgas Pangan Diminta Sidak Jajanan Sekolah

Maraknya pedagang yang berjualan di sekolah patut diwaspadai akan kandungan zat berbahaya yang ada di makanan tersebut.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!