• Home
  • Berita Lokal
  • Pejabat Eselon II dan Pegawai Puskesmas di Brebes Tunggu Sanksi

Lokal
Share this on:

Pejabat Eselon II dan Pegawai Puskesmas di Brebes Tunggu Sanksi

  • Pejabat Eselon II dan Pegawai Puskesmas di Brebes Tunggu Sanksi
  • Pejabat Eselon II dan Pegawai Puskesmas di Brebes Tunggu Sanksi

BREBES - Menjelang tahun politik, jajaran aparatur negara semakin dituntut untuk menegakkan netralitasnya. Tak terkecuali, aparat birokrat di lingkungan Pemkab Brebes pun pun bakal diawasi oleh Tim Kode Etik Apatarur Sipil Negara (ASN) yang akan segera dibentuk.

"Dalam waktu dekat akan segera dibentuk tim ini, nanti akan bekerja untuk mengingatkan PNS agar tetap netral dalam pilkada dan pemilu, termasuk juga menindaklanjuti sanksi jika ada pegawai yang tidak netral," ujar Sekda Pemkab Brebes Emastoni Ezam, kemarin.

Diakuinya, keberadaan tim kode etik ini sangat penting untuk menjaga kode etik pegawai agar tetap netral. Pihaknya juga sudah mendapati adanya tembusan dari Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) terkait dengan dua PNS yang di Brebes yang ditengarai ikut terlibat dalam kegiatan dukung mendukung calon.

Bahkan, kedua oknum ASN itu telah dinyatakan melakukan pelanggaran kode etik ASN. Namun untuk menjatuhkan sanksi, pihaknya kini sedang membentuk tim kode etik ASN. Tim itu yang nantinya memutuskan sanksi yang akan dijatuhkan.

"Kami memang sempat dihubungi KASN terkait kasus ini. Namun, kita (Pemkab Brebes) belum membentuk tim kode etik, jadi belum bisa memutuskan sanksi apa untuk kedua ASN tersebut," terangnya.

Dia menambahkan, dalam sanksi atas pelanggaran kode etik ada berbagai jenis tergantung dari bobot pelanggaran yang dilakukan. Di mana sanksi terendah yakni teguran lisan hingga pemecatan.

"Saat ini masih menunggu tim kode etik ASN. Kami Jamin secepatnya akan memberikan sanksi ke kedua ASN yang tidak netral," pungkasnya.

Sebelumnya Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Pawaslu) Kabupaten Brebes, Wakro menyayangkan lambannya penanganan dugaan ketidaknetralan dua oknum (ASN) dalam proses pemilihan gubernur (pilgub) Jateng beberapa waktu lalu. Padahal, kasus tersebut telah dilaporkan ke Komisi Aparatur Sipil Negera (KASN) dan keputusan hasil pemeriksaannya telah disampaikan ke Pemkab Brebes.

"Surat keputusan terkait kasus ini sudah disampaikan ke Sekertaris Daerah (Sekda) Brebes. Yakni, sejak 21 Desember 2017 dengan nomro surat 161.a/ Banwaslu-Prov.JT-06/HK.00/XII/2017. Namun sampai saat ini belum ada tangapannya," ungkap Ketua Panwaslu Kabupaten Brebes, Wakro, kemarin.

Dalam kasus itu, jelas dia, pihaknya menemukan ketidaknetralan dua oknum ASN tersebut. Di mana, salah seorang kepala dinas di jajaran Pemkab Brebes dan salah seorang Pegawai di Puskesmas Banjarharjo.

Kedua oknum itu diduga tidak netral karena menghadiri acara pengukuhan panitia Relawan Jateng Gayeng yang mendukung Wakil Gubernur Jateng H. Heru Sudjatmoko menjadi bakal calon Gubernur beberapa waktu lalu. Atas temuan itu, pihaknya sudah menindaklanjuti dengan mengklarifikasi. (ded/ism/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

2.642 Warga Brebes Derita Penyakit TBC

2.642 Warga Brebes Derita Penyakit TBC

Selama periode 2018, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes mencatat sebanyak 2.642 warga Brebes terserang penyakit tuberkulosis (TBC).


Jelang Coblosan, Dua Kapolsek dan Kasatlantas Dimutasi

Jelang Coblosan, Dua Kapolsek dan Kasatlantas Dimutasi

Sejumlah Perwira di jajaran Polres Tegal Kota dimutasi untuk menempati sejumlah jabatan. Mutasi diharapkan akan memperkuat upaya pengamanan Pemilu 2019.


Enam Bulan Jualan di Rest Area Banjaratma Gratis

Enam Bulan Jualan di Rest Area Banjaratma Gratis

Menteri BUMN, Rini Soemarno meninjau langsung perkembangan renovasi bangunan eks Pabrik Gula (PG) Banjaratma di Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes.


Lubang "Sumur" di Jalur Pantura Semakin Membahayakan

Lubang "Sumur" di Jalur Pantura Semakin Membahayakan

Intensitas hujan yang masih tinggi di Pantura Jawa dan sekitarnya, menyebabkan beberapa lajur di Jalur Pantura rusak.


Enam Bus Dedy Jaya Terbakar di Garasi

Enam Bus Dedy Jaya Terbakar di Garasi

Enam bus Dedy Jaya terbakat saat kebakaran melanda garasi bengkel pool milik PO Dedy Jaya di Jalan Raya Pantura Cimohong Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, M


Wali Kota Tegal Dedy Yon Minta Tak Ada Lagi Istilah Kubu atau Blok-blokan

Wali Kota Tegal Dedy Yon Minta Tak Ada Lagi Istilah Kubu atau Blok-blokan

Setelah resmi dilantik dan menempati rumah dinasnya, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan Wakil Wali Kota Muhamad Jumadi menggelar ramah tamah.


Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Waduk Penjalin

Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Waduk Penjalin

Muhammad Nuriman Bin Rokiman (9), warga RT3 RW5 Dukuh Patuguran Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes ditemukan tewas di Waduk Penjalin, Sabtu (23


100 Hari Pertama, Dedy Yon Akan Benahi Manajemen Pemerintahan Pemkot Tegal

100 Hari Pertama, Dedy Yon Akan Benahi Manajemen Pemerintahan Pemkot Tegal

Duet Dedy Yon Supriyono dan Muhamad Jumadi resmi menjabat wali kota dan wakil wali kota regal periode 2019-2024.


Ini Kegiatan Dedi Yon-Jumadi Usai Dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal

Ini Kegiatan Dedi Yon-Jumadi Usai Dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal

Usai dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal periode 2019-2024, Sabtu (23/3), Dedy Yon Supriyono dan Jumadi langsung tancap gas.


Dedy Yon-Jumadi Dilantik Jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal

Dedy Yon-Jumadi Dilantik Jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal

Setelah melalui proses yang cukup panjang, Dedy Yon Supriyono-Muhammad Jumadi akhirnya dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal periode 2019-2024.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!