• Home
  • Berita Lokal
  • Pendaki yang Terluka Tak Jatuh ke Jurang, tapi Terpeleset di Jalur Pendakian

Lokal
Share this on:

Pendaki yang Terluka Tak Jatuh ke Jurang, tapi Terpeleset di Jalur Pendakian

  • Pendaki yang Terluka Tak Jatuh ke Jurang, tapi Terpeleset di Jalur Pendakian
  • Pendaki yang Terluka Tak Jatuh ke Jurang, tapi Terpeleset di Jalur Pendakian
  • Pendaki yang Terluka Tak Jatuh ke Jurang, tapi Terpeleset di Jalur Pendakian
  • Pendaki yang Terluka Tak Jatuh ke Jurang, tapi Terpeleset di Jalur Pendakian
  • Pendaki yang Terluka Tak Jatuh ke Jurang, tapi Terpeleset di Jalur Pendakian
  • Pendaki yang Terluka Tak Jatuh ke Jurang, tapi Terpeleset di Jalur Pendakian

BUMIJAWA - Yulianto Nurdiansyah, pendaki Gunung Slamet, ternyata tidak jatuh ke jurang, namun terpeleset dan terjatuh di jalur pendakian. Korban sebelumnya sempat kehilangan keseimbangan, sebelum akhirnya terjatuh dan mengalami sejumlah luka di tubuhnya.

Pengurus Jalur Permadi Desa Guci Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal Heru mengatakan dari keterangan yang diperoleh, korban dan rekan-rekannya berangkat, Sabtu (22/5) pagi, sekitar puku 09.00 WIB. Selanjutnya, rombongan memutuskan ngecamp di Pos 4.

"Keesokan paginya, Minggu (23/4) sekitar pukul 04.00 WIB, rombongan melanjutkan perjalanan hingga ke Pos 5," tambahnya.

Kemudian, kata Heru, rombongan melanjutkan sampai ke puncak sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah berfoto, rombongan memutuskan untuk turun. "Setelah melalui tambang yang sudah ada di trek sebelum sumit, begitu lepas tambang korban langsung lari mendahului teman-teman lainya," jelasnya.

Saat itulah, kata Heru, korban kehilangan keseimbangan sehingga terjungkal di jalur pendakian. Selanjutnya sekitar pukul 11.00 WIB, rombongan melaporkan melalui telepon ke BC Permadi.

"Lima orang termasuk saya, kemudian berangkat langsung untuk mengevakuasi korban pukul 11.30 WIB. Sesampainya di lokasi kejadian, lalu kami mulai memapah korban jalan turun sampai ke Pos 5. Lalu bertemu tim evakuasi dari Relawan Kompak di Pos 4," tandasnya.

Korban, selanjutnya dievakuasi ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Ditambahkan Heru, saat ini Jalur Permadi sudah resmi dengan SK dari instansi terkait. (muj/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Proses Pemadaman Api Terkendala Minimnya Peralatan

Proses Pemadaman Api Terkendala Minimnya Peralatan

Kebakaran hutan yang terjadi di Lereng Gunung Slamet, Dusun Sawangan dan Kalipedes semakin meluas.


Tak Terlihat Tiga Hari, ABG Tewas di Rumahnya yang Terkunci

Tak Terlihat Tiga Hari, ABG Tewas di Rumahnya yang Terkunci

Nurlia Amanda Saputri (15), warga Desa Kramat, Jatibarang, Brebes ditemukan tewas di dalam rumahnya, Kamis (19/9) malam.


Polisi Bentuk Tim Atasi Kebakaran Lereng Gunung Slamet

Polisi Bentuk Tim Atasi Kebakaran Lereng Gunung Slamet

Untuk mengatasi kebakaran 18 hektare hutan lindung yang berada di Petak 48 dan 16, Polres Tegal membentuk tim penanggulangan.


Ambulans Bawa Jenazah Tabrak Truk, Empat Tewas Seketika

Ambulans Bawa Jenazah Tabrak Truk, Empat Tewas Seketika

Ambulans jenazah yang melaju dari arah Jakarta menuju ke Semarang menabrak truk di Jalan Tol PPTR Jalur A KM 300+400 tepatnya di Desa Kendayakan Kecamatan Waruj


Polisi Gadungan Ternyata Sudah Bawa Kabur Tiga Gadis Incarannya

Polisi Gadungan Ternyata Sudah Bawa Kabur Tiga Gadis Incarannya

Polisi gadungan Tasima (28) warga Cirebon yang membawa kabur gadis Pemalang, ternyata bukan pertama kali melakukan aksinya.


Buruh Tani Ngaku Polisi untuk Pikat Gadis Incaran, Lalu Dibawa Kabur

Buruh Tani Ngaku Polisi untuk Pikat Gadis Incaran, Lalu Dibawa Kabur

Polisi gadungan yang membawa kabur gadis Pemalang, Sari, ternyata kesehariannya berprofesi sebagai buruh tani.


Dosen dan Mahasiswa di Tegal Tolak UU KPK yang Baru

Dosen dan Mahasiswa di Tegal Tolak UU KPK yang Baru

Puluhan mahasiswa dan civitas akademika dari salah satu universitas ternama di Kota Tegal menggelar aksi penolakan disyahkannya Undang-undang (UU) KPK yang baru


Panitia Pilkades Gumayun Diduga Teledor

Panitia Pilkades Gumayun Diduga Teledor

Riak kecil mulai mengemuka di tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang ketiga yang akan digelar 20 November 2019.


Kekeringan di Pantura Semakin Parah

Kekeringan di Pantura Semakin Parah

Kekeringan di wilayah Pantura Kabupaten Tegal semakin parah. Sumur warga sudah banyak yang mengering. Lahan pertanian juga mengalami hal serupa.


Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Slamet Meluas Jadi 18 Hektare

Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Slamet Meluas Jadi 18 Hektare

Hingga, Rabu (18/9) malam, api yang membakar kawasan hutan di lereng Gunung Slamet sejak sehari sebelumnya belum dapat dipadamkan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!