• Home
  • Berita Lokal
  • Pengisian Kolom Agama, Disdukcapil Brebes Tunggu Instruksi Kemendagri

Lokal
Share this on:

Pengisian Kolom Agama, Disdukcapil Brebes Tunggu Instruksi Kemendagri

  • Pengisian Kolom Agama, Disdukcapil Brebes Tunggu Instruksi Kemendagri
  • Pengisian Kolom Agama, Disdukcapil Brebes Tunggu Instruksi Kemendagri

BREBES - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Brebes belum bisa menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan permohonan kolom agama di KTP diisi dengan kepercayaan, belum lama ini. Instansi tersebut masih akan menunggu surat pemberitahuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait hal tersebut.

"Terkait keputusan itu, kami belum mendapatkan informasi dan pemberitahuan dari pemerintah pusat mapun provinsi," ungkap Kepala Disdukcapil Brebes, Asmuni saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon genggamnya, kemarin.

Meski demikian, kata dia, jika dalam waktu dekat ada surat pemberitahuan atau perintah dari Kemendagri terkait hasil putusan MK, pihaknya akan berkordinasi dengan instansi terkait. Dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes.

"Nanti kita akan melakukan kordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk mengetahui ada berapa penganut kepercayaan yang ada di kota bawang," katanya.

Asmuni menambahkan, jika ada perubahan pengisian kolom agama yang diisi dengan 'kepercayaan' otomatis pihaknya memerlukan blangko KTP-el tambahan. Ini tidak lain untuk menutupi kebutuhan pergantian status (pengisian kolom Agama) bagi warga yang memiliki kepercayaan.

"Jelas kita akan membutuhkan blangko KTP tambahan, jadi nanti kita akan kordinasi dengan Kemendagri terkait penambahan blangko ini," ujarnya.

Dia mengungkapkan putusan MK bersifat final dan mengikat, tentu Kemendagri akan melakukan amar putusan itu. "Jadi saat ini kita tunggu surat perintah dari Kemendagri terkait pengisian kolom agama dengan 'kepercayaan'," tegasnya lagi.

Diberitakan sebelumnya, ratusan penganut kepercayaan Sapta Darma di Kabupaten Brebes akhirnya bisa bernafas lega. Pasalnya, tuntutan mereka ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait status kolom agama yang kosong, akhirnya menemukan titik temu.

Pasalnya, Rabu (7/11) lalu MK mengabulkan permohonan perwakilan penganut kepercayaan. Dengan begitu, kolom agama KTP penganut atau penghayat yang tadinya kosong atau tertulis lainnya akan diisi kepercayaan.

Salah seorang penganut Sapta Darma, warga RT 2 RW 2 Desa Cikandang Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes Carlim (47) menuturkan perlu perjuangan yang panjang dalam menuntut keadalian (pengisian kolom agama ke MK). Pasalnya, kurang lebih menunggu 1,3 tahun untuk bisa mendapatkan putusan dari MK.

Dia menceritakan, usulan MK yang diajukan September 2016 lalu tersebut diwakili oleh penganut kepercayaan yang ada di Indonesia. Termasuk dirinya yang merupakan perwakilan penganut Kepercayaan Sapta Darma. (ded/ism/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Berenang Usai Menjala Ikan, Pemuda Tewas Tenggelam

Berenang Usai Menjala Ikan, Pemuda Tewas Tenggelam

Seorang pemuda, David Purba (36), warga Desa Larangan Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes tewas tenggelam di Sungai Pemali Dukuh Cecek Desa Rengaspendawa Kecama


Korban Caleg yang Gelapkan Mobil Rentalan juga Ada di Kota Tegal

Korban Caleg yang Gelapkan Mobil Rentalan juga Ada di Kota Tegal

Seorang caleg yang juga mantan Kades Banjaratma Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, Janudin menjadi tersangka penipuan dan penggelapan mobil rental.


Tuntut Lanjutan Pemekaran, Ratusan Warga Turun ke Jalan

Tuntut Lanjutan Pemekaran, Ratusan Warga Turun ke Jalan

Masa dari berbagai elemen masyarakat dari wilayah selatan Kabupaten Brebes, menggelar unjuk rasa terkait kelengkapan persyaratan untuk pembentukan DOB.


Diduga Gelapkan Mobil Rentalan, Mantan Kades yang juga Caleg Ditangkap Polisi

Diduga Gelapkan Mobil Rentalan, Mantan Kades yang juga Caleg Ditangkap Polisi

Seorang calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Brebes Daerah Pemilihan 6 (Kecamatan Wanasari dan Kecamatan Bulakamba) berinisial JD diringkus polisi, kemarin.


Oknum PNS Brebes Pemilik Narkoba Terancam 15 Tahun Hingga Hukuman Mati

Oknum PNS Brebes Pemilik Narkoba Terancam 15 Tahun Hingga Hukuman Mati

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tegal melimpahkan berkas kasus narkoba yang menjerat oknum ASN Pemkab Brebes kepada Kejaksaan Negeri Tegal, Selasa (16/10) s


Irigasi Diratakan untuk Pabrik, Petani Wadul ke Dewan

Irigasi Diratakan untuk Pabrik, Petani Wadul ke Dewan

Petani yang sawahnya terdampak pembangunan pabrik di Desa Bangsri Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes protes.


Diduga Korupsi Dana BOS Rp2,53 Miliar, Kepala SMK dan Wakilnya Ditahan

Diduga Korupsi Dana BOS Rp2,53 Miliar, Kepala SMK dan Wakilnya Ditahan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes menahan Kepala Sekolah (Kasek) dan Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMK Kerabat Kita Bumiayu, Senin (15/10).


Unggah Postingan Politik di Facebook, Guru PNS di Brebes Disanksi

Unggah Postingan Politik di Facebook, Guru PNS di Brebes Disanksi

Gegara mengunggah postingan soal politik di medsos, seorang guru PNS di Kabupaten Brebes dijatuhi sanksi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).


Rujukan BPJS Bikin Bingung, Pasien RSUD Brebes Turun 60 Persen

Rujukan BPJS Bikin Bingung, Pasien RSUD Brebes Turun 60 Persen

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes drg O’o Suprana keberatan dengan pemberlakuan uji coba sistem rujukan online BPJS Kesehatan.


Sumur Mengering, Warga di Brebes Selatan Pakai Air Sungai

Sumur Mengering, Warga di Brebes Selatan Pakai Air Sungai

Kemarau yang masih berlangsung saat ini berdampak pada menurunnya ketersediaan air bersih di pemukiman warga Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!