Lokal
Share this on:

Pengunjung Guci Dilarang Mendekat Sungai

  • Pengunjung Guci Dilarang Mendekat Sungai
  • Pengunjung Guci Dilarang Mendekat Sungai

BUMIJAWA - Pengelola obyek wisata Guci Bumijawa Kabupten Tegal memastikan kondisi Guci aman dikunjungi meski cuaca ekstrim melanda sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Namun pengunjung diminta tetap berhati-hati.

Kepala UPTD Guci Abdul Haris mengatakan, walaupun saat ini tengah memasuki puncak musim hujan, wahana yang ada di kawasan Guci tetap dibuka untuk pengunjung seperti biasanya, seperti pancuran 13 maupun wahana lainnya.

"Pancuran 13 tetap buka walaupun pengunjung dilarang untuk menepi sungai," kata Haris, kemarin.

Menurutnya, larangan untuk mendekat ke sungai yang berada di kawasan pancuran 13 untuk mengantisipasi meningkatnya debit air sungai karena saat ini sedang musim hujan. Terlebih arus sungai juga tergolong cukup deras.

"Larangan tersebut untuk mengantisipasi saja," ujarnya.

Sebelumnya Haris juga menepis video terkait kondisi Guci yang ramai beredar di media sosial dan aplikasi percakapan, sepanjang Kamis (8/2) malam. Dalam video berdurasi sekitar satu menit tersebut, debit air sungai yang berada di kawasan pancuran 13 meningkat dan¬†dan berarus deras seperti banjir bandang.¬

Di video yang tidak bisa dipastikan kapan diambil itu, ketinggian air sungai yang berwarna kecoklatan terlihat sudah nyaris menyentuh jembatan penyeberangan di atas sungai dan meluber hingga ke kolam di pancuran 13.

"Kondisi pancuran 13 sepi dari pengunjung dan kondisi di sekitar lokasi aman. Selain itu debit air sungai juga tidak terlalu besar," kata Haris saat dihubungi radartegal.com untuk dikonformasi terkait video itu, Kamis (8/2) malam. (far/zul)

Berita Sebelumnya

1.640 Rumah di Pemalang Terendam Banjir
1.640 Rumah di Pemalang Terendam Banjir

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Ada yang Penuh Sampah, Tiga Sungai di Kota Tegal Tercemar Limbah

Ada yang Penuh Sampah, Tiga Sungai di Kota Tegal Tercemar Limbah

DLH Kota Tegal merilis hasil terbaru pengujian air sungai yang dilakukan bekerjasama dengan Laboratorium DLH Kabupaten Bandung.


Dua Bocah Tewas Tenggelam di Sungai Pemali

Dua Bocah Tewas Tenggelam di Sungai Pemali

Dua bocah ditemukan tewas tenggelam di Sungai Pemali yang mengalir di Desa Wanasari Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, Senin (14/5), sekitar pukul 14.00 WIB.


Sungai Pakembaran Ancam Hanyutkan Rumah Warga

Sungai Pakembaran Ancam Hanyutkan Rumah Warga

Beberapa rumah warga di Jalan Mawar RT 3 RW 5 Kelurahan Pakembaran Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal terancam ambruk karena digerus Sungai Pakembaran.


Nekat Seberangi Sungai, Kakek Hanyut Terbawa Arus

Nekat Seberangi Sungai, Kakek Hanyut Terbawa Arus

Akibat nekat menyebrangi sungai usai bercocok tanam, Supardi (65), warga Brebes hanyut terbawa arus sungai.


Jembatan Rajegwesi Ambruk, Truk Tronton Ikut Masuk Tercebur ke Sungai

Jembatan Rajegwesi Ambruk, Truk Tronton Ikut Masuk Tercebur ke Sungai

Jembatan di Desa Rajegwesi Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal, Sabtu (21/4) sekitar pukul 13.45 ambruk.


Usai Diotopsi, Pelajar yang Jazadnya Mengambang di Sungai Ketiwon Dimakamkan

Usai Diotopsi, Pelajar yang Jazadnya Mengambang di Sungai Ketiwon Dimakamkan

Setelah menjalani otopsi di RSUD dr. Soeselo Slawi, jenazah Muhammad Bagus Pamungkas, yang ditemukan mengambang di Sungai Ketiwon dimakamkan, Kamis (19/4).


Jazad yang Mengambang di Sungai Ketiwon Ternyata Pelajar SMAN 2 Tegal

Jazad yang Mengambang di Sungai Ketiwon Ternyata Pelajar SMAN 2 Tegal

Tak membutuhkan waktu lama, Satreskrim Polres Tegal akhirnya mampu mengungkap identitas korban yang ditemukan mengambang di Sungai Ketiwon.


Mayat Misterius yang Mulai Membusuk Ditemukan di Sungai Ketiwon

Mayat Misterius yang Mulai Membusuk Ditemukan di Sungai Ketiwon

Sesosok mayat ditemukan mengambang di Sungai Ketiwon Dukuh Surabayan Kelurahan Dampyak Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal, Rabu (18/4).


Sekolah Dilarang Menahan Ijazah

Sekolah Dilarang Menahan Ijazah

Komisi I DPRD Kota Tegal meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera membuat larangan bagi sekolah yang menahan ijazah.


Nyetrum Ikan di Sungai Bisa Dipenjara

Nyetrum Ikan di Sungai Bisa Dipenjara

Bagi warga yang biasa menangkap ikan dengan cara menyetrum dengan aki, menebar potasium, dan sebagainya, sanksi tegas menanti.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!