• Home
  • Berita Lokal
  • Perbaikan Jalur Pejagan-Klonengan yang Ambles di Larangan Dikebut

Lokal
Share this on:

Perbaikan Jalur Pejagan-Klonengan yang Ambles di Larangan Dikebut

  • Perbaikan Jalur Pejagan-Klonengan yang Ambles di Larangan Dikebut
  • Perbaikan Jalur Pejagan-Klonengan yang Ambles di Larangan Dikebut

PERBAIKI - Perbaikan jalan amblas terus dikebut, kemarin. (dok)

BREBES - Perbaikan jalan nasional penghubung Brebes-Purwokerto yang ambles di Kecamatan Larangan beberapa waktu lalu terus dikebut. Koordinator Pengawas Lapangan Binamarga Kementerian PU-PR, Panuluh mengatakan, saat ini pihaknya terus mengebut perbaikan jalan yang amblas tersebut.

Menurutnya, sebelum ambles pada (23/2) lalu, jalan tersebut sempat mengalami penurunan badan jalan sedalam 15 centimeter (cm) pada oprit jembatan poncol sisi selatan. "Data dari lapangan, penyebabnya posisi batu pada oprit jembatan mengalami pergeseran," katanya.

Dia menambahkan, pergerakan kembali terjadi sehari setelah pergerakan hari pertama. Namun, di pergerakan kedua kalinya tersebut mengakibatkan jalan nasional tersebut amblas sedalam 50 cm.

"Jadi saat ini jalur yang menuju Brebes-Purwokerto begitu juga sebaliknya yang menggunakan jalan tersebut hanya menggunakan satu jalur," kata dia.

Hingga hari ini, kata Panuluh, perbaikan jalan yang amblas masih memasuki tahap pemancangan sheet pile baja untuk menahan pergeseran tanah. "Jadi, terkait rencana penanganan pertama penggelaran LPA, di bahu jalan nanti untuk detour kendaraan. Kemudian pemancangan sheet pile baja untuk menahan pergeseran tanah. Selanjutnya, melakukan pembongkaran jalan eksisting dan penggantian material timbunan. Terakhir penggelaran hotmix pada lapis permukaan," beber dia.

Lebih lanjut, dalam perbaikan jalan yang amblas pihaknya mengerahkan beberapa alat berat. Dia meminta kepada masyarakat atau pengguna jalan untuk bersabar jika melintas di jalur tersebut yang mengalami kemacetan.

"Minggu ketiga di bulan ini kita targetkan pembangunan bisa selesai. Meskipun sering terkendala cuaca," ungkapnya.

Seperti diketahui, amblesnya jalan tersebut membuat lalu lintas yang menuju Purwokerto atau sebaliknya, tersendat dan terjadi antrean kendaraan. Akibatnya, jalan yang digunakan satu lajur bergantian dilewati kendaraan dari arah Brebes ataupun sebaliknya. (ded/ism/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Air PDAM Mati, Warga Kota Tegal Kesal
Air PDAM Mati, Warga Kota Tegal Kesal

Berita Sejenis

Data Pemilih 8 Kelurahan Belum Terupload, Penetapan DPTHP2 Ditunda

Data Pemilih 8 Kelurahan Belum Terupload, Penetapan DPTHP2 Ditunda

Rapat pleno penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP2) yang seyogyanya dilakukan, Senin (10/12), terpaksa ditunda.


13 Pejabat Eselon II Dilantik, Tiga Jabatan Staf Ahli Dibiarkan Kosong

13 Pejabat Eselon II Dilantik, Tiga Jabatan Staf Ahli Dibiarkan Kosong

13 pejabat eselon II di Pemkab Brebes dilantik dan dikukuhkan untuk mengisi sejumlah jabatan lama yang kosong, Senin (10/12).


Pemilih Pemula di Pilkades, Wajib Bawa e-KTP saat Akan Nyoblos

Pemilih Pemula di Pilkades, Wajib Bawa e-KTP saat Akan Nyoblos

Pemilih yang berusia 17 saat hari pencoblosan pemilihan kepala desa serentak harus bawa E-KTP jika ingin menggunakan hak pilihnya.


Di Pemalang Ada Guru Wiyata bakti yang Digaji Rp50 Per Bulannya

Di Pemalang Ada Guru Wiyata bakti yang Digaji Rp50 Per Bulannya

Guru wiyata bakti yang tergabung dalam Forum Guru Wiyata Bakti Non Kategori (FGWB-NK) Pemalang mendatangi DPRD Kabupaten Pemalang, Senin (10/12) kemarin.


Begini Detik-detik Truk yang Tabrak 14 Mobil dan 18 Motor di Bumiayu

Begini Detik-detik Truk yang Tabrak 14 Mobil dan 18 Motor di Bumiayu

Jalur Utama Bumiayu tepatnya di Jalan Raya Pangeran Diponegoro Desa Jatisawit Kecamatan Bumiayu Kabupaten Tegal kembali memakan korban jiwa.


Kasihan, Bayi 40 Hari Tak Punya Anus

Kasihan, Bayi 40 Hari Tak Punya Anus

Malang nian nasib bayi pasangan Resi Oktaviana (21) dan Manis (25), warga Desa Wlahar Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes ini.


Nyari Jamur, Warga Malah Temukan Kerangka Manusia di Hutan Gunung Slamet

Nyari Jamur, Warga Malah Temukan Kerangka Manusia di Hutan Gunung Slamet

Kerangka manusia ditemukan di kawasan hutan Gunung Slamet, yang masuk wilayah Dukuh Liwung Desa Kedawung Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal.


Merokok saat Jam Kerja, 12 PNS Didenda Masing-masing Rp50 Ribu

Merokok saat Jam Kerja, 12 PNS Didenda Masing-masing Rp50 Ribu

Sebanyak 12 pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN) yang terbukti merokok saat jam kerja, terjaring razia petugas Satpol PP Kota Semarang.


Polisi Tunggu Visum Penyebab Kematian Pedagang Pasar Krandon

Polisi Tunggu Visum Penyebab Kematian Pedagang Pasar Krandon

Hingga saat ini jajaran Kepolisian masih berupaya mengungkap kematian Evy Trianto (35) pedagang yang ditemukan tewas di dalam kiosnya.


Hendak Jual 20 Ton Pupuk Bersubsidi, Pengecer Perempuan Digerebek Polisi

Hendak Jual 20 Ton Pupuk Bersubsidi, Pengecer Perempuan Digerebek Polisi

20 ton pupuk bersubsidi yang hendak dijual ke Kendal dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET) diamankan Tim Resmob Satreskrim Polres Tegal.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!