Lokal
Share this on:

Peserta Belum Mengeksplorasi Keluasan Budaya di Jawa Tengah

  • Peserta Belum Mengeksplorasi Keluasan Budaya di Jawa Tengah
  • Peserta Belum Mengeksplorasi Keluasan Budaya di Jawa Tengah
  • Peserta Belum Mengeksplorasi Keluasan Budaya di Jawa Tengah
  • Peserta Belum Mengeksplorasi Keluasan Budaya di Jawa Tengah
  • Peserta Belum Mengeksplorasi Keluasan Budaya di Jawa Tengah
  • Peserta Belum Mengeksplorasi Keluasan Budaya di Jawa Tengah

SEMARANG - Sejumlah sastrawan muda di Jawa Tengah membuktikan kualitasnya melalui Festival Sastra Jawa Tengah 2019 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Karya-karya mereka berhasil memikat dewan juri, sehingga mampu menorehkan harapan besar untuk perkembangan kesusasteraan Jawa Tengah ke depannya.

Festival sastra memperlombakan empat jenis perlombaan, yakni penulisan cerita pendek, penulisan puisi, penulisan lakon, dan pembacaan puisi yang diikutui 327 sastrawan muda. Rinciannya tangkai baca puisi 80 peserta, penulisan puisi 110, penulisan cerpen 105, dan penulisan lakon 32. Bahkan untuk tangkai pembacaan puisi, panitia harus melakukan seleksi karena tingginya animo peserta dari seluruh Jawa Tengah.

Untuk tangkai penulisan cerpen, juara 1 diraih Galih Pandu Adi dari Rembang, juara 2 diraih Umi Salamah dari Kebumen dan juara 3 diraih Panji Sukma Herasih dari Sukoharjo. Untuk penulisan puisi keluar sebagai juara 1 adalah penyair asal Kendal, Setia Naka Andrian. Juara 2 Ahmad Musabbih dari Tegal dan juara 3 penyair asal Kudus, Aditya Galih Erlangga.

Sementara penulisan lakon Idham Ardi Nurcahyo asal Karanganyar yang menjadi juara 1. Untuk cabang lomba ini dewan juri tidak menemukan karya untuk dijadikan juara 2 dan 3 namun langsung ke juara harapan 1 yang diperoleh Ajeng Ratnasari dari Semarang. Juara harapan 2 diraih Muhammad Abduh dari Kebumen dan I Gusti Dwi Putra dari Tegal sebagai juara harapan 3.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Jumeri memberi apresiasi tinggi pada penyelenggaran yang tegas dalam menetapkan standar kualitas. Ia memastikan ajang yang sama digelar tahun depan.

"Kita sering terlupa hanya mengurus sektor pendidikan dan melupakan sektor kebudayaan. Padahal itulah karakteristik kita, manusia yang berbudaya. Untuk itu festival sastra ini akan kita adakan setiap tahun," katanya di sela-sela pengumuman pemenang, Sabtu (22/6) malam.

Namun demikian para dewan juri tak kurang menyelipkan sejumlah catatan. Menurut Sastrawan Triyanto Triwikromo, wawasan peserta harus diperluas agar tidak terkungkung dalam jebakan tema.

Dengan tema "Jawa Tengah Rumahku" menurutnya banyak peserta penulisan puisi, cerpen, dan lakon yang terjebak pada penunjukan nama tempat, bahkan slogan daerah. Padahal karya sastrawan besar dari Jawa Tengah seperti NH Dini maupun Ahmat Tohari bisa jadi rujukan bagaimana mengeksplorasi keluasan budaya provinsi di tengah Pulau Jawa ini.

"Upaya yang kita lakukan untuk menghidupi sastra tidak akan pernah cukup. Namun setidaknya keistiqomahan padanya yang membuat dunia sastra di Jawa Tengah terus berkembang," katanya.

Triyanto yang merupakan cerpenis terkemuka Indonesia dari Jawa Tengah merupakan satu dari tiga dewan juri penulisan selain Hanindawan (teaterawan, Solo) dan Bandung Mawardi (Esais, Karanganyar). Untuk juri baca puisi ada Sosiawan Leak (Deklamator, Solo), Apito Lahire (Aktor dan deklamator, Tegal) dan Laura Andri (dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro).

Sosiawan Leak juga menyoroti masih banyaknya peserta baca puisi yang kurang memahami struktur fisik dan struktur batin puisi. Hal ini membuat banyak peserta, seperti dikatakan Laura Andri, terjebak pada penafsiran yang keliru.

"Puisi Widji Thukul itu nafasnya perlawanan, maka tidak mungkin puisinya dibacakan dengan akting menangis, maka sebelum membaca harus tahu dulu siapa penulisnya dan pada konteks aoa puisi itu ditulis," kata Sosiawan.

Pada lomba baca puisi yang digelar Sabtu siang hingga sore melahirkan juara pertama yakni Didik Supriadi dari Kudus. Sedangkan juara kedua Iis Islamiyyah dari Rembang dan juara tiga Khanif Ramadhani Temanggung

Selain festival sastra ini, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah yang menggandeng Anantaka Cultural Trust juga bakal menyelenggarakan festival teater pada September mendatang. Kebudayaan memang jadi jalan penting untuk pengembangan sumberdaya manusia yang saat ini jadi fokus pemerintahan yang dipimpin Ganjar Pranowo.

"Kalau kualitas sumberdaya manusia Jawa Tengah handal, akan berimbas pada peningkatan taraf hidupnya, perekonomian maupun pendidikan," kata Direktur Anantaka Cultural Trust Anton Sudibyo. (muj/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Diduga Kena Flu Burung, Ratusan Ayam di Brebes Mati Mendadak

Diduga Kena Flu Burung, Ratusan Ayam di Brebes Mati Mendadak

Ratusan ayam di salah satu peternakan di Kabupaten Brebes mati mendadak, belum lama ini.


Tiga Pasangan ABG Digerebek, Ada yang Sudah Nyaris Telanjang

Tiga Pasangan ABG Digerebek, Ada yang Sudah Nyaris Telanjang

Tiga pasangan anak baru gede (ABG) yang tengah asyik berduaan di bilik asmara, terjaring razia Satpol PP Brebes, Kamis (17/10) kemarin.


Sarana Prasarana Sekolah Belum Lengkap, Penerapan KIA Ditunda

Sarana Prasarana Sekolah Belum Lengkap, Penerapan KIA Ditunda

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tegal menunda penerapan Kartu Identitas Anak (KIA) hingga beberapa tahun ke depan.


Kakak Beradik asal Brebes Ditangkap Densus 88

Kakak Beradik asal Brebes Ditangkap Densus 88

Kakak beradik asal Desa Kluwut Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes ditangkap Densus 88 Anti Teror Polri, Selasa (16/10) sore, di Sukoharjo, Jawa Tengah.


Dijatah 500 Lembar Blangko Sebulan, 17 Ribu Warga di Pemalang Belum Pegang KTP-El

Dijatah 500 Lembar Blangko Sebulan, 17 Ribu Warga di Pemalang Belum Pegang KTP-El

Persoalan kelangkaan blangko KTP hingga kini belum terselesaikan.


Even Kuliner Ditutup, Dewan Panggil Disparpora

Even Kuliner Ditutup, Dewan Panggil Disparpora

Penutupan even kuliner yang belum mengantongi izin dari kepolisian disesalkan anggota dewan.


Jelang Pelantikan Presiden, BEM dan Polri Mesra

Jelang Pelantikan Presiden, BEM dan Polri Mesra

Isu adanya aksi menjelang pelantikan presiden oleh mahasiswa, tidak begitu dirasakan di Jawa Tengah.


Pemilu 2019, Kabupaten Tegal Masuk Kategori Pelanggar Tertinggi

Pemilu 2019, Kabupaten Tegal Masuk Kategori Pelanggar Tertinggi

Dari 35 kota dan kabupaten di Jawa Tengah, pada Pemilu 2019 Kabupaten Tegal masuk pada penanganan pelanggaran tertinggi.


Nelayan yang Hilang Ditemukan Tewas Terapung di Tengah Laut Jawa

Nelayan yang Hilang Ditemukan Tewas Terapung di Tengah Laut Jawa

Warsum (45), nelayan dari Desa Prapag Kidul Kecamatan Losari Kabupaten Brebes, yang dilaporkan hilang di Perairan Jongor, Rabu (9/10), ditemukan tak bernyawa.


Nelayan yang Hilang di Tengah Laut, Belum Jelas Nasibnya

Nelayan yang Hilang di Tengah Laut, Belum Jelas Nasibnya

Warsum (45), warga Desa Prapag Kidul Kecamatan Losari Kabupaten Brebes yang diduga hilang di tengah Perairan Jongor Kabupaten Brebes, Selasa (8/10) siang, belum



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!