Lokal
Share this on:

Petani Brebes Rugi Hingga Rp50 Miliar

  • Petani Brebes Rugi Hingga Rp50 Miliar
  • Petani Brebes Rugi Hingga Rp50 Miliar

BREBES - Banjir yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Brebes menyebabkan petani mengalami kerugian hingga Rp50 miliar lebih. Mereka merugi karena tanamannya rusak dan gagal panen.

Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Juwari menyebutkan, akibat banjir yang melanda Brebes beberapa hari lalu, tercatat 2.550 hektare (ha) tanaman padi siap panen dan 995 ha tanaman bawang merah terendam. Lahan itu tersebar di Kecamatan Brebes, Jatibarang, Songgom dan Wanasari.

Selain mengalami penurunan produksi, banjir juga mengakibatkan gagal panen, utamanya di tanaman bawang merah. Pasalnya, produk unggulan dari Brebes itu rentan terhadap genangan air.

"Kerugian petani kurang lebih mencapai Rp50 miliar. Ini kerugian tanaman padi dan bawang merah yang ggagal panen," ungkap Juwari, kemarin.

Dia menjelaskan, kerugian dilihat dari jumlah luasan yang terendam banjir dikalikan biaya yang dikeluarkan. Dikatakannya, untuk tanaman bawang merah, setiap hektare membutuhkan biaya modal dari awal tanam hingga panen rata-rata Rp60 juta.

Namun saat terendam banjir mayoritas tanamannya baru berumur satu bulan, sehingga rata-rata modal yang telah dikeluarkan petani sekitar separohnya Rp30 juta. Jika dikalikan luasan yang terendam, diperkirakan kerugaiannya mencapai Rp29,85 miliar.

Sedangkan tanaman padi, modal per ha dari mulai tanam hingga panen mencapai Rp 12 juta, dan kerugian petani akibat banjir rata-rata Rp8 juta per ha. Itu karena tidak semua tanaman gagal panen, sehingga totalnya kerugian untuk tanaman padi mencapai Rp20,4 miliar.

"Data kita masih sementara. Khusus untuk tanaman bawng merh yang terendam otomatis harus diganti bibit 100 persen," jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dari ribuan tanaman padi dan bawang merah yang terendam banjir itu, kondisi terparah dialami di wilayah kecamatan Wanasari. Yakni, tanaman padi seluas 810 ha dan bawang merah 270 ha. Kemudian, wilayah Kecamatan Songgom dengan rincian tanaman padi 560 ha dan bawang 210. Sedangkan Kecamatan Jatibarang, untuk padi 430 ha dan bawang 175 ha. Kecamatan Brebes, padi 860 ha dan bawang 40 ha.

Juwari berharap, adanya musibah banjir itu pemerintah bisa memberikan perhatian, sehingga petani bisa kembali bercocok tanam. "Perhatian ini tidak lain adanya penggantian bibit dari pemerintah untuk membantu petani yang mengalami gagal panen," paparnya.

Bupati Brebes, Idza Priyanti prihatin atas musibah yang menimpa warganya tersebut. Untuk itu, pemerintah daerah akan segera melakukan inventarisasi data kerugian. Kemudian, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk berupaya meminta bantuan ke pemerintah pusat terkait kebutuhan petani di Brebes yang dilanda bencana tersebut.

"Kita akan berkordinasi dengan instansi terkait. Yang jelas kita tidak akan berdiam diri, segera akan mendata kerugian yang dialami petani," terangnya. (ded/ism/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Underpass Karangsawah Rampung, Potensi Macet Tinggal di Pasar Linggapura

Underpass Karangsawah Rampung, Potensi Macet Tinggal di Pasar Linggapura

Underpass di ruas jalan Tegal-Purwokerto, Karawangsawah Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes dinilai bisa mengurangi kemacetan.


700 Warga Salah Satu Desa di Brebes Pilih Jadi TKI, Sebagian Besar ART alias Pembantu

700 Warga Salah Satu Desa di Brebes Pilih Jadi TKI, Sebagian Besar ART alias Pembantu

Terbatasnya lapangan pekerjaan di Tanah Air menyebabkan masih banyak warga yang memilih menjadi tenaga kerja indonesia atau TKI ke luar negeri.


Empat Orang Tersambar Petir, Seorang Meninggal Seketika

Empat Orang Tersambar Petir, Seorang Meninggal Seketika

Empat orang tersambar petir saat berteduh dalam gubuk di areal persawahan Desa Cikakak Kecamatan Banjarharo Kabupaten Brebes, Jumat (14/12) sore.


Diduga Pakai Uang Sisa Prona Rp98,5 Juta, Kades di Brebes Digeruduk Warganya

Diduga Pakai Uang Sisa Prona Rp98,5 Juta, Kades di Brebes Digeruduk Warganya

Warga Desa Kedunguter Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes, yang tergabung dalam Forum Masyarakat Kedunguter, Jumat (14/12), menggeruduk kantor Desa Kedunguter.


Banyak Kecelakaan, Jalur Bawah Flyover Kretek Diminta Difungsikan Lagi

Banyak Kecelakaan, Jalur Bawah Flyover Kretek Diminta Difungsikan Lagi

Banyaknya desakan agar jalur di bawah Flyover Kretek difungsikan lagi, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Brebes melakukan inventarisasi.


Tebing Longsor, Jalan Salem-Banjarharjo Tertutup Tanah

Tebing Longsor, Jalan Salem-Banjarharjo Tertutup Tanah

Tebing Lio yang berada di tepi Jalan Raya Salem-Banjarharjo, Kabupaten Brebes di Desa Pasirpanjang Kecamatan Salem mengalami longsor, Kamis (13/12) sore.


11 Mobil dan 18 Motor yang Terlibat Kecelakaan Maut di Bumiayu Diidentifikasi

11 Mobil dan 18 Motor yang Terlibat Kecelakaan Maut di Bumiayu Diidentifikasi

Satlantas Polres Brebes melalui Pos Lantas Bumiayu terus melakukan identifikasi terhadap belasan kendaraan yang terdampak kecelakaan maut.


Laka Maut di Flyover Kretek, Dua Pemotor Tewas Mengenaskan

Laka Maut di Flyover Kretek, Dua Pemotor Tewas Mengenaskan

Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas flyover Kretek Bumiayu Kabupaten Brebes, Rabu (12/12) sore, sekitar pukul 17.50 WIB.


Tolak Pembongkaran, Perempuan Berhijab Hadang Alat Berat Petugas

Tolak Pembongkaran, Perempuan Berhijab Hadang Alat Berat Petugas

Warga di sepanjang Jalur Pantura Desa Grinting Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes terlibat cekcok dengan polisi, yang mengawal proses pembongkaran jembatan.


Sempat Ditunda, Penetapan DPTHP2 Kota Tegal Akhirnya Rampung

Sempat Ditunda, Penetapan DPTHP2 Kota Tegal Akhirnya Rampung

Setelah sempat ditunda, rapat pleno penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP2) akhirnya bisa digelar hingga selesai, Selasa (11/12), sekitar pukul



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!