Lokal
Share this on:

Petani dan Pengusaha Ricemill di Pemalang Tolak Impor Beras

  • Petani dan Pengusaha Ricemill di Pemalang Tolak Impor Beras
  • Petani dan Pengusaha Ricemill di Pemalang Tolak Impor Beras

BERAS - Stok beras menumpuk di Gudang Bulog, kemarin. (sulung pamanggih/radar pemalang)

PEMALANG - Stok beras di Kabupaten Pemalang masih mencukupi bahkan terbilang melimpah. Kondisi ini justru dirasa menyebabakan harga beras cenderung mengalami penurunan.

Pengusaha ricemile di Kecamatan Taman Slamet Riyanto mengatakan setelah sisa panen kemarin tinggal 10 persen, penjualan beras justru makin lesu. Harga beras medium yang semula Rp8.700 anjlok menjadi Rp8.550 perkilogramnya. Penurunan itu, kata dia, setelah pemerintah mengimpor beras dari Vietnam.

“Beras Vietnam sekarang sudah distok banyak, apabila harga bergerak naik,” kata Slamet kemarin.

Menurutnya, dengan banyaknya beras impor tersebut, dikawatirkan membuat harga beras pada panenan musim hujan nanti akan semakin rendah harganya, dan itu akan menyulitkan petani. Dia menginginkan agar pemerintah tidak perlu impor beras lagi.

Ketika Radar mencoba mendatangi Gudang Bulog Devisi Regional Kedung Kelor pada Kamis (20/9) kemarin, wartawan tidak bisa meminta keterangan terkait jumlah persis stok berasa kepada Kepala Gudangnya karena yang bersangkutan tidak berada di lokasi. Namun dari keterangan pekerja setempat, stok beras di tempatnya cenderung banyak.

Dari enam gudang, hanya dua yang kosong yaitu di gudang E dan F. “Hanya dua gudang yang kosong, lainnya penuh,” kata pekerja setempat.

Kepala Dinas Pertanian Pemalang Suharto melalui Kabid Ketahanan Pangan, Muntoha menyebut untuk stok beras di Kabupaten Pemalang sendiri setiap tahun surplus. Bahkan, cadangan pangan untuk petani yang gagal panen atau masyarakat andaikata kekurangan, saat ini masih tersisa 2 ton dari 15 ton yang disediakan tahun ini.

“Kemarin stok keluar terbanyak untuk membantu bencana putting beliung di Bantarbolang, dan masyarakat petani yang gagal panen,” jelasnya.

Menurutnya, untuk petani yang gagal panen hanya berada di wilayah Pemalang punggung karena kesulitan air. Sehingga prosentasi gagal panen menurutnya sangat kecil, karena wilayah lain bisa membantu. Apalagi masyarakat wilayah punggung saat kemarau sudah mulai menanam palawija. (sul/har/zul)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Dikeluhkan Warga Cemari Desanya, Limbah Beracun di Margasari Dicek

Dikeluhkan Warga Cemari Desanya, Limbah Beracun di Margasari Dicek

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal mengambil sampel udara dan air di kawasan pabrik pengolah limbah berbahaya dan beracun (B3).


Pura-pura Tanya Alamat, Dihipnotis lalu Emas dan Uang Dirampas

Pura-pura Tanya Alamat, Dihipnotis lalu Emas dan Uang Dirampas

Warga Desa Demangharjo Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal diresahkan dengan penipuan dengan hipnotis bermodus tanya alamat.


Sebelum Lakukan Penyerangan, Siswa SMK Lebih Dulu Pesta Miras

Sebelum Lakukan Penyerangan, Siswa SMK Lebih Dulu Pesta Miras

Satreskrim Polres Tegal Kota masih melakukan pemeriksaan maraton siswa SMK swasta yang terlibat penyerangan dan pengeroyokan pelajar lainnya, kemarin.


Bawaslu Kembali Copoti Paksa APK Caleg dan Pilpres

Bawaslu Kembali Copoti Paksa APK Caleg dan Pilpres

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kembali melakukan penertiban alat peraga kampanye (APK) Pemilu 2019, Selasa (15/1) siang.


Terpeleset saat Bermain, Balita Tewas Tenggelam dan Terbawa Arus Sungai

Terpeleset saat Bermain, Balita Tewas Tenggelam dan Terbawa Arus Sungai

Nahas nian nasin Restu Pandu. Balita yang baru berusia tiga tahun ini, harus meregang nyawa setelah tenggelam di aliran Sungai Sibiuk.


SMAN 1 dan SMPN 1 Tegal Terancam Digusur, Pemkot Tegal Siapkan PK

SMAN 1 dan SMPN 1 Tegal Terancam Digusur, Pemkot Tegal Siapkan PK

Meski kalah di tingkat Kasasi, Pemkot Tegal masih berupaya melakukan upaya hukum lanjutan melalui peninjauan kembali (PK).


Dua Bulan, 12 Rumah Rusak Diterjang Longsor

Dua Bulan, 12 Rumah Rusak Diterjang Longsor

Warga di Kabupaten Tegal harus mewaspadai ancaman banjir dan tanah longsor seiring meningkatnya intensitas hujan.


Pagi-pagi, Kakek di Pemalang Ditemukan Tergantung di Pohon

Pagi-pagi, Kakek di Pemalang Ditemukan Tergantung di Pohon

Seorang buruh, warga Desa Pesucen RT 10 RW 02 Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang, Danuri (65) ditemukan tewas gantung diri di bawah pohon gayam.


Mantan Wali Kota dan Brigjen Purnawirawan Mulai Turun Gunung

Mantan Wali Kota dan Brigjen Purnawirawan Mulai Turun Gunung

Terancam tergusurnya bangunan SMA Negeri 1 Tegal membuat para alumninya turun gunung.


Romantisnya Ayunan Tresno dan Sensasi Kopi Gambuhan di Bukit Kukusan

Romantisnya Ayunan Tresno dan Sensasi Kopi Gambuhan di Bukit Kukusan

Meski sudah dioperasiinalisasikan dan dibuka untuk umum sejak akhir 2016 lalu, Wisata Panorama Bukit Kukusan Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!