Lokal
Share this on:

Petani Garam Tegal Tolak Impor Garam

  • Petani Garam Tegal Tolak Impor Garam
  • Petani Garam Tegal Tolak Impor Garam
  • Petani Garam Tegal Tolak Impor Garam
  • Petani Garam Tegal Tolak Impor Garam

TEGAL - Petani garam menolak rencana impor garam oleh Pemerintah. Pasalnya, wilayah pantai yang cukup luas di Indonesia sangat memungkinkan untuk produksi garam yang hasilnya mampu memenuhi kebutuhan.

Karenanya, petani berharap rencana itu bisa dibatalkan. Sebab, garam impor dapat merusak harga lokal yang berimbas pada petani.

Ketua Kelompok Budidaya Ikan Gemilang Minang Jaya Kota Tegal Teguh Sapari mengatakan saat ini dirinya tengah mengembangkan budidaya garam dengan model tertutup (tunnel). Dengan lahan seluas 3x8 meter mampu menghasilkan 3 kuintal garam dalam tiga minggu.

"Kita Kembangkan budidaya garam yang tidak dijemur langsung pada sinar matahari. Dengan model ini musim hujan tetap bisa produksi," katanya.

Menurut Teguh, hasil panen itu dijual kepada sejumlah pengecer dengan harga Rp2.700 per kilogram. Biasanya, garam-garam itu digunakan untuk ikan asin.

"Budidaya ini sangat potensial dikembangkan. Karenanya, saya pribadi menolak adanya impor. Itu bisa merusak pasaran garam lokal," jelasnya.

Teguh mengatakan garam lokal tidak kalah bagusnya dengan produk impor. Hanya saja jika diimpor, harga garam lokal akan rusak. Sebab, biasanya harganya lebih murah. (muj/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Modus Baru, Salon Kecantikan Ternyata Juga Jual Miras

Modus Baru, Salon Kecantikan Ternyata Juga Jual Miras

Menjelang pelaksanaan Pilkades serentak di 116 desa pada pertengahan Desember 2018 mendatang, Polres Tegal mengosek keberadaan minuman keras (miras).


Antisipasi Konflik di 116 Pilkades, Polres Tegal Siagakan 447 Polisi

Antisipasi Konflik di 116 Pilkades, Polres Tegal Siagakan 447 Polisi

Sebanyak 116 desa di Kabupaten Tegal akan menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak gelombang II Desember mendatang.


Iseng Sebar Berita Hoaks soal Gempa, Facebooker Ditangkap Polisi

Iseng Sebar Berita Hoaks soal Gempa, Facebooker Ditangkap Polisi

Iseng posting berita gempa di Pulau Jawa, DP (25), seorang Facebooker, warga Kelurahan Keturen Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal ditangkap polisi.


Jalan Rusak Dibiarkan, Warga Ancam Demo Jalan Tol

Jalan Rusak Dibiarkan, Warga Ancam Demo Jalan Tol

Warga Desa Penarukan Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal mengancam bakal melakukan unjuk rasa di tengah-tengah Jalan Tol Trans Jawa Brebes Timur-Pemalang.


Masuki Musim Hujan, Waspadai Angin Kencang

Masuki Musim Hujan, Waspadai Angin Kencang

Warga di wilayah Kabupaten Tegal dan sekitarnya diminta mewaspadai potensi terjadinya angin kencang setiap saat hingga memasuki musim penghujan pada akhir Novem


Lepas SJI Korwil Tegal, Ketua DPRD Minta Tim Solid dan Hati-hati

Lepas SJI Korwil Tegal, Ketua DPRD Minta Tim Solid dan Hati-hati

Tim Suzuki Jip Indonesia (SJI) Korwil Tegal direncanakan akan mengikuti event off road Central Java VI di Semarang dan Batang.


Pemkot Tegal Siapkan Perda Larangan Memberi kepada Pengemis dan Pengamen

Pemkot Tegal Siapkan Perda Larangan Memberi kepada Pengemis dan Pengamen

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tegal mengimbau masyarakat untuk tidak memberi uang kepada pengamen dan pengemis, utamanya di sepanjang jalan protokol.


Dirazia, Pemilik Gubuk-gubuk Liar di Sungai Kemiri Bukan Warga Tegal

Dirazia, Pemilik Gubuk-gubuk Liar di Sungai Kemiri Bukan Warga Tegal

Dinas Sosial Kota Tegal kembali menggelar razia Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial, Rabu (14/11).


Hingga Pertengahan November, Ada 3.000 Janda Baru di Kabupaten Tegal

Hingga Pertengahan November, Ada 3.000 Janda Baru di Kabupaten Tegal

Kasus perceraian di Kabupaten Tegal ternyata cukup tinggi.


BPBD Mulai Antisipasi Bencana Banjir dan Longsor

BPBD Mulai Antisipasi Bencana Banjir dan Longsor

Potensi terjadinya banjir dan longsor di Kabupaten Tegal meningkat seiring mulai memasuki musim hujan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!