Lokal
Share this on:

Petani Garam Tegal Tolak Impor Garam

  • Petani Garam Tegal Tolak Impor Garam
  • Petani Garam Tegal Tolak Impor Garam
  • Petani Garam Tegal Tolak Impor Garam
  • Petani Garam Tegal Tolak Impor Garam

TEGAL - Petani garam menolak rencana impor garam oleh Pemerintah. Pasalnya, wilayah pantai yang cukup luas di Indonesia sangat memungkinkan untuk produksi garam yang hasilnya mampu memenuhi kebutuhan.

Karenanya, petani berharap rencana itu bisa dibatalkan. Sebab, garam impor dapat merusak harga lokal yang berimbas pada petani.

Ketua Kelompok Budidaya Ikan Gemilang Minang Jaya Kota Tegal Teguh Sapari mengatakan saat ini dirinya tengah mengembangkan budidaya garam dengan model tertutup (tunnel). Dengan lahan seluas 3x8 meter mampu menghasilkan 3 kuintal garam dalam tiga minggu.

"Kita Kembangkan budidaya garam yang tidak dijemur langsung pada sinar matahari. Dengan model ini musim hujan tetap bisa produksi," katanya.

Menurut Teguh, hasil panen itu dijual kepada sejumlah pengecer dengan harga Rp2.700 per kilogram. Biasanya, garam-garam itu digunakan untuk ikan asin.

"Budidaya ini sangat potensial dikembangkan. Karenanya, saya pribadi menolak adanya impor. Itu bisa merusak pasaran garam lokal," jelasnya.

Teguh mengatakan garam lokal tidak kalah bagusnya dengan produk impor. Hanya saja jika diimpor, harga garam lokal akan rusak. Sebab, biasanya harganya lebih murah. (muj/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Mahasiswa Tegal Turun ke Jalan Tolak UU KPK

Mahasiswa Tegal Turun ke Jalan Tolak UU KPK

Massa Aliansi Mahasiswa Pancasakti menggeruduk DPRD Kota Tegal Jumat (20/9).


Korban Ambulans Maut Bertambah Jadi Lima Orang

Korban Ambulans Maut Bertambah Jadi Lima Orang

Korban tewas akibat kecelakaan maut di Tol Pejagan-Pemalang, tepatnya di Desa Kendayakan Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal, Kamis (19/9) sore, bertambah.


Polisi Bentuk Tim Atasi Kebakaran Lereng Gunung Slamet

Polisi Bentuk Tim Atasi Kebakaran Lereng Gunung Slamet

Untuk mengatasi kebakaran 18 hektare hutan lindung yang berada di Petak 48 dan 16, Polres Tegal membentuk tim penanggulangan.


Alat Kelengkapan Dewan Dibagi Rata dengan Partai Koalisi

Alat Kelengkapan Dewan Dibagi Rata dengan Partai Koalisi

Pertemuan ketua partai peroleh kursi di DPRD Kabupaten Tegal telah sepakat untuk berkoalisi.


Partai Peroleh Kursi DPRD Sepakat Bentuk Koalisi Bersama

Partai Peroleh Kursi DPRD Sepakat Bentuk Koalisi Bersama

Seluruh partai politik peroleh kursi di DPRD Kabupaten Tegal sepakat membentuk koalisi. Langkah itu dilakukan agar roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik.


Dosen dan Mahasiswa di Tegal Tolak UU KPK yang Baru

Dosen dan Mahasiswa di Tegal Tolak UU KPK yang Baru

Puluhan mahasiswa dan civitas akademika dari salah satu universitas ternama di Kota Tegal menggelar aksi penolakan disyahkannya Undang-undang (UU) KPK yang baru


Kekeringan di Pantura Semakin Parah

Kekeringan di Pantura Semakin Parah

Kekeringan di wilayah Pantura Kabupaten Tegal semakin parah. Sumur warga sudah banyak yang mengering. Lahan pertanian juga mengalami hal serupa.


Emak-emak yang Mobilnya Tertabrak Kereta di Tirus Mengaku Salah dan Minta Maaf

Emak-emak yang Mobilnya Tertabrak Kereta di Tirus Mengaku Salah dan Minta Maaf

Dyah Widyastuti (56), emak-emak pengemudi yang mobilnya terperosok lalu tertabrak Kereta Api Argo Cirebon di Perlintasan Tirus Kota Tegal, Jumat (13/9) lalu


Khojin Kembali Pimpin Perbarindo DPK Tegal

Khojin Kembali Pimpin Perbarindo DPK Tegal

H Khojin SH MM kembali terpilih sebagai Ketua Perbarindo DPK Tegal dalam Musyawarah Komisariat (Muskom) VII DPK Tegal


Kekeringan Meluas Hingga 11 Desa di Jatinegara

Kekeringan Meluas Hingga 11 Desa di Jatinegara

Dari 17 desa di Kecamatan Jatinegara, 11 desa diantaranya sudah mengalami kekeringan. Hal ini perlu mendapat penanganan serius dari Pemkab Tegal.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!