Lokal
Share this on:

Petani Kentang Desa Pandansari Dihantui Penyakit Busuk Daun

  • Petani Kentang Desa Pandansari Dihantui Penyakit Busuk Daun
  • Petani Kentang Desa Pandansari Dihantui Penyakit Busuk Daun

SEMPROT TANAMAN - Petani kentang Desa Pandansari menyemprot tanaman kentang sebagai antisipasi serangan penyakit busuk daun yang tengah marak. (Teguh Supriyanto/Radar Brebes)

BREBES - Di tengah membaiknya harga kentang sebagai komoditas unggulan di sentra pertanian Desa Pandasari Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes, petani di wilayah tersebut saat ini tengah dihantui serangan penyakit busuk daun pada tanaman mereka.

Kepala Desa Pandasari Sukhamdo mengatakan, petani di wilayahnya saat ini sedang berperang dengan hama penyakit yang disebut istilah busuk daun.

"Jenis penyakit ini biasa menyerang tanaman kentang. Namun dengan kondisi cuaca saat ini, dimana intensitas hujan masih cukup tinggi, maka serangan penyakit dirasa semakin mengganas," ungkap Khamdo, Kamis (18/4).

Dikatakan, dampak yang dirasakan petani saat penyakit busuk daun adalah penurunan produksi. Mengingat serangan penyakit ini tidak hanya pada bagian daun saja, tapi juga umbi tanaman atau kentang.

"Jika sudah parah, maka produksi bisa turun hingga 50 persen," imbuhnya.

Biasanya, lanjut dia, penyakit busuk daun menyerang pada tanaman yang berusia tiga minggu hingga satu bulan. Gejala awalnya berupa munculnya bercak kecoklatan pada ujung daun dan semakin melebar hingga ke bagian tangkai.

"Jika bercak tadi sudah melebar hingga ke seluruh bagian, maka tanaman bisa mati dalam waktu 1 hingga 4 hari. Lebih parah jika kondisi cuaca dingin. Upaya yang dilakukan petani sejauh ini dengan melakukan penyemprotan, itu pun hanya untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan," terangnya.

Menurut dia, sebetulnya saat ini petani sedikit dapat bernafas lega seiring membaiknya harga jual kentang di pasaran. Sebab sebelumnya, harga kentang di tingkat petani sempat terjun hingga Rp3.500/kilogram, sementara saat ini bisa dijual seharga Rp5.000 hingga Rp6.500/kilogram.

"Tapi maskipun harga bagus, petani masih harus menutup biaya produksi sebelumya saat harga jatuh. Belum lagi masa tanam sekarang ini was-was karena dibayangi penyakit busuk daun," ujarnya. (pri/wan)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Wanita Muda yang Nikahi Kakek 83 Tahun Itu ternyata Janda

Wanita Muda yang Nikahi Kakek 83 Tahun Itu ternyata Janda

Masih ingat dengan Nuraeni (27), warga Desa Jatilaba Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal yang menikah dengan Sudirgo (83) tahun?


Ditinggal Salat Maghrib, Rumah Terbakar

Ditinggal Salat Maghrib, Rumah Terbakar

Rumah milik Rojin (60) di Desa Kaligayam Kecamatan Talang Kabupaten Tegal terbakar, Jumat (23/8) malam, sekitar pukul 18.00 WIB.


Akses Diperbaiki, Petani Pemalang Gembira

Akses Diperbaiki, Petani Pemalang Gembira

Setelah lama menunggu, jalur pertanian di ruas Kebongede-Paguyangan Kecamatan Bantarbolang akhirnya diperbaiki.


Soal Alih Status, Pemkab Tegal Diminta Jangan Paksakan Kehendak

Soal Alih Status, Pemkab Tegal Diminta Jangan Paksakan Kehendak

Mengambangnya alih status desa menjadi kelurahan di Desa Slawi Kulon, Kecamatan Slawi mendapat perhatian serius


Empat Sepeda Motor Pengangkut Sampah Desa Slawi Kulon Mangkrak

Empat Sepeda Motor Pengangkut Sampah Desa Slawi Kulon Mangkrak

Empat sepeda motor pengangkut sampah milik Pemdes Slawi Kulon sudah satu tahun lebih mangkrak.


Ditinggal Petik Cengkeh, Rumah di Pemalang Ludes Terbakar

Ditinggal Petik Cengkeh, Rumah di Pemalang Ludes Terbakar

Sebuah rumah milik Sadi (58) di Desa Banyumudal, RT 05, RW 06 Kecamatan Moga, ludes dilalap api, Rabu (21/8) sekitar pukul 07.30.


Kawasan Hutan Sengon Terbakar

Kawasan Hutan Sengon Terbakar

Kawasan hutan albasia atau sengon milik PTP Semugih di Blok Semakir, Desa Semaya, Randudongkal terbakar.


Kakak Ipar Kades Incumbent Jadi Ketua Panitia Pilkades, Kok Bisa?

Kakak Ipar Kades Incumbent Jadi Ketua Panitia Pilkades, Kok Bisa?

Di Desa Kertayasa, Kecamatan Kramat, kakak ipar kades incumbent yang akan maju kembali di pilkades serentak terpilih menjadi ketua panitia.


Proyek Gardu Pandang Dinilai Lamban

Proyek Gardu Pandang Dinilai Lamban

Proyek pembangunan Gardu Pandang Gunung Slamet senilai Rp15,8 miliar di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari dinilai lamban.


Kenal Singkat, Kakek 83 Tahun di Tegal Nikahi Gadis 27 Tahun

Kenal Singkat, Kakek 83 Tahun di Tegal Nikahi Gadis 27 Tahun

Sudirgo (83), warga warga RT 3 RW 5 Desa Pagerbarang, Pagerbarang Kabupaten Tegal menyunting Nuraeni (22) asal Desa Jatilaba, Margasari Kabupaten Tegal, Minggu



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!