oleh

Petani Tebu di Brebes Kesulitan Pupuk Subsidi

BREBES – Petani tebu di Kabupaten Brebes mengeluh biaya produksinya semakin tinggi, karena sulit mendapatkan pupuk bersubsidi. Keluhan petani tebu ini terungkap saat rembug petani tebu di eks Pabrik Gula (PG) Ketanggungan Barat di Kecamatan Kersana, Selasa (21/1) kemarin.

Sedikitrnya 30 petani tebu menyampaikan keluhan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi. Bahkan, mereka terpaksa meminjam nama petani lain (bukan petani tebu), agar bisa mendapatnya.

Mereka adalah petani tebu binaan PG Tersana Baru dari Kecamatan Losari, Banjarharjo, Kersana, dan Ketanggungan. Salah seorang petani tebu asal Kersana, Riyadi Santoso mengungkapkan, petani tebu sangat kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi.

Dia sudah beberapa kali mengeluhkan biaya produksi yang tinggi kepada dinas terkait. Namun belum ada tanggapan supaya petani tebu bisa mendapatkan pupuk subsidi.

“Tidak adanya pupuk subsidi membuat biaya produksi cukup tinggi. Ini mempengaruhi tren penurunan produksi tebu yang sangat signifikan,” kata Riyadi.

Kepala Rayon Ketanggungan Barat, Irfani Abdullah mengatakan, luas areal tebu di Kabupaten Brebes dalam 3 tahun terakhir menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan.

Pada tahun 2017, luas areal tebu di Kabupaten Brebes yang digiling di PG Tersana Baru yang berlokasi di Babakan, Jawa Barat seluas 750 hektare dan mengalami kemerosotan.

“Tahun 2017 dari 750 hektare merosot menjadi 270 hektare pada giling tahun 2019. Tapi kami optimis luas areal tebu di Kabupaten Brebes akan meningkat,” pungkasnya. (fid/zul)

Komentar

Berita Terbaru