Lokal
Share this on:

Picu Longsor, Warga Tolak Penambangan

  • Picu Longsor, Warga Tolak Penambangan
  • Picu Longsor, Warga Tolak Penambangan

PROTES - Warga Desa Wisnu mendatangi Balai Desa Wisnu, Watukumpul, Pemalang, kemarin. (siti maftukhah/radar pemalang)

WATUKUMPUL - Warga Desa Wisnu Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang menggeruduk Balai Desa Wisnu untuk menyampaikan aspirasinya. Penyampaian aspirasi tersebut dilakukan, karena warga menolak adanya penambangan, yang ada di sebelah barat desa dengan luas sekitar 10,8 hektare.

Kapolsek Watukumpul AKP M Subagyo mengimbau warga menyampaikan aspirasi dengan tertib, aman, terkontrol, dan tidak mengarah ke pidana. Menularkan aspirasi adalah hak semua orang, dan bangga dengan kepatuhan serta salut dengan warga Desa Wisnu, karena adanya penyampaian aspirasi ini sesuai prosedur.

"Silahkan sampaikan aspirasi dengan tertib, kami menjaga keamanan dan berharap suasana tetap kondusif," ungkapnya, kemarin.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, H. Gunawan, aspirasi yang mereka sampaikan adalah menuntut penambangan digagalkan. Adanya penambangan tidak lepas dari tangan manis pejabat desa dan kecamatan, sehingga ada dalam perdes.

Padahal Desa Wisnu masuk zona merah, sehingga jika ditambang akan longsor, apalagi di musim hujan seperti ini. Saat ini untuk pelayanan ke masyarakat dinilai grafiknya menurun, kami menyampaikan aspirasi dalam rangka tujuan damai, dan kita berharap agar selesai saat ini juga, karena kita menghargai dan menghormati kearifan lokal di Desa Wisnu.

"Jangan hanya pejabat yang mengkritisi masyarakat, akan tetapi masyarakat juga yang mengkritisi pejabat," ungkapnya.

Slamet Riyadi, salah seorang warga, menambahkan di desanya sudah sejak dulu tidak ada penambangan, karena tanah labil dan bergerak. Maka jika penambangan tetap dilakukan, dikhawatirkan akan terjadi longsor oleh sebab itu kita menuntut agar perdes dicabut dan gagalkan penambangan.

Warga sangat berharap agar aspirasi bisa diselesaikan, dan akan tetap menunggu hingga kepala Desa Wisnu datang dan menemui mereka, namun hingga sore hari kepala desa yang ditunggu tidak juga datang. (maf/har/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Banjir Masih Potensial Terjadi, Warga Diminta Waspada

Banjir Masih Potensial Terjadi, Warga Diminta Waspada

BPBD Kabupaten Tegal meminta warga untuk tetap waspada banjir seiring intensitas hujan yang diperkirakan masih akan tinggi hingga beberapa hari ke depan.


Ular Sanca Kembang 35 Kg Ditangkap Warga

Ular Sanca Kembang 35 Kg Ditangkap Warga

Ular sanca kembang dengan panjang 5 meter sebesar paha orang dewasa berhasil ditangkap warga Desa paninggaran Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan.


Jalur Penghubung Dua Kecamatan Tertutup Longsor

Jalur Penghubung Dua Kecamatan Tertutup Longsor

Jalur penghubung dua kecamatan di Kabupaten Brebes tertutup dan tak bisa dilalui kendaraan, Sabtu (17/2) lalu.


Ditinggal ke Sawah, Rumah Pak Tani Terbakar

Ditinggal ke Sawah, Rumah Pak Tani Terbakar

Rumah milik pasangan Nasi'i (66) dan Hindun (61), warga Desa Sokasari RT 1 RW 4 Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal terbakar, Sabtu (17/2) sekitar pukul 09.00 WI


Ratusan Warga Masih Terisolasi, Bantuan Sulit Didistribusikan

Ratusan Warga Masih Terisolasi, Bantuan Sulit Didistribusikan

Sejumlah warga yang berada di tiga kelurahan, utamanya di selatan Pantura, masih terdampak banjir dan terisolasi.


Warga Sekitar Bendungan Weloet Poetih Waspada

Warga Sekitar Bendungan Weloet Poetih Waspada

Bendungan Weloet Poetih di Desa Pepedan Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang mengalami kenaikan debit air warga sekitar bendungan diimbau untuk waspada.


Pemancing Tewas Mengenaskan Ditabrak Kereta Api, Motornya Patah Jadi Dua

Pemancing Tewas Mengenaskan Ditabrak Kereta Api, Motornya Patah Jadi Dua

Nasib naas dialami Catur Pramadya, warga Desa Sengon Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes.


Warung dan Rumah di Bumiayu Hanyut Diterjang Banjir Bandang

Warung dan Rumah di Bumiayu Hanyut Diterjang Banjir Bandang

Banjir besar di aliran Sungai Keruh merobohkan satu rumah dan juga warung milik Sutiyani (52), warga Bumiayu kabupaten Brebes.


Tebing Sungai Pedes Ambrol, Satu Rumah Hanyut, Lima Terancam Longsor

Tebing Sungai Pedes Ambrol, Satu Rumah Hanyut, Lima Terancam Longsor

Rumah milik Turah (60), warga Dukuh Satir RT 03/09 Desa Kutamendala Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes, Kamis (15/2) petang, hanyut terbawa banjir.


Rekam Hubungan Intimnya, Pelaku Peras dan Intimi Lagi Korbannya

Rekam Hubungan Intimnya, Pelaku Peras dan Intimi Lagi Korbannya

Sungguh bejat apa yang dilakukan Sr (29), warga Dukuh Brengkok Desa Penujah Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal ini.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!