Lokal
Share this on:

Pimen Kiye, 17 Ribu Anak di Brebes Tak Sekolah

  • Pimen Kiye, 17 Ribu Anak di Brebes Tak Sekolah
  • Pimen Kiye, 17 Ribu Anak di Brebes Tak Sekolah

BEASISWA - Bupati Brebes Idza Priyanti membagikan tabungan simpanan pelajar dari CSR daerah, belum lama ini. (eko fidiyanto/radar brebes)

BREBES - 17.420 anak di Kabupaten Brebes hingga hari ini, diketahui terdata sebagai anak tidak sekolah (ATS). Padahal melalui Gerakan Kembali Bersekolah (GRB) gampir setahun lalu, 4.074 anak sudah kembali ke bangku sekolah.

Sebelumnya, saat launching GKB Oktober 2017 lalu, jumlah ATS mencapai 3.454 orang, yang tersebar di 16 desa. Pendataan pun terus dilakukan Tim GKB yang terdiri dari Dinas Pendidikan, Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP), pemerintah desa, dan elemen masyarakat lainnya.

Hasilnya, jumlah ATS dari 3.454 anak bertambah menjadi 4.070 ATS. Pendataan terus digencarkan ke-297 desa yang ada di Kabupaten Brebes, hingga akhirnya terkumpul menjadi 7.722 ATS.

Ironisnya, belum genap setahun GKB diluncurkan, ATS pun melonjak menjadi 17.240 orang. “Yang baru bisa kami kembalikan itu 4.074 ATS dari total ATS saat ini yang mencapai 17.240. Hasil pendataan itu belum sempurna, karena masih dilakukan pendataan secara parsial yang dilakukan oleh UPT Dindikpora di setiap kecamatan,” kata Ketua FMPP Kabupaten Brebes Bahrul Ulum, kemarin.

Ulum menjelaskan, hasil pendataan tidak bisa dijadikan acuan dasar, bahwa data itu memenuhi akurasi. Namun, paling tidak, sudah ada gambaran Tim GKB untuk mengembalikan ATS melanjutkan sekolahnya.

Pendataan akan lebih akurat, papar Ulum, melalui sistem sensus yang melibatkan pemerintah desa. “Kendalanya memang itu, masih dilakukan secara parsial. Saat ini tidak semua pemerintah desa itu melakukan pendataan, itu yang mejadi kendala dalam pendataan. Kalau pendataan dilakukan dengan sensus, jumlah ATS di Kabupaten Brebes bisa mencapai 27.000 ATS,” tambahnya.

Untuk mendapatkan data yang valid, tim GKB akan mengajak organisasi non pemerintah atau Non Govermental Organization (NGO). Ulum menuturkan, NGO yang selama ini menjadikan Kabupaten Brebes sebagai daerah intervensi programnya adalah Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (Kompak) yang merupakan mitra dari Pemerintah Australia yang berkerjasama dengan Bapennas.

Menurutnya, dengan mengajak organisasi non pemerintah akan lebih mudah dalam melakukan pendataan. Karena sumber pendanaan untuk melakukan pendataan tidak diambil dari APBD Kabupaten Brebes. Pasalnya, Pemkab Brebes sudah menggelontorkan Rp5,7 miliar untuk mengembalikan puluhan ribu ATS tersebut.

“Kami merekomendasikan ke Kompak untuk mendanai pendataan ATS dengan sesus, agar data yang dihasilkan lebih valid dan pendataan bisa dilakukan secara massif di setiap desa,” jelasnya.

Dalam program GKB yang dicanangkan oleh Pemkab Brebes dan dilucurkan pada Oktober 2017 lalu, Tim GKB sudah melakukan berbagai upaya pengembalian ATS. Bahkan, Tim GKB tidak hanya mengandalkan pembiayaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Brebes. Namun mencari pendanaan dari sumber lain.

“Berbagai upaya telah kami lakukan termasuk pihak swasta dan memanfaatkan dana corporate social resposibility (CSR) perusahan milik daerah. Juga alokasi 4 persen dari Dana Desa yang digunakan untuk pendidikan di setiap desa, terutama untuk menangani ATS,” tandasnya. (fid/ism/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Sepi Pendaftar, Istri Tantang Suaminya saat Pilkades Serentak di Brebes

Sepi Pendaftar, Istri Tantang Suaminya saat Pilkades Serentak di Brebes

108 desa di Kabupaten Brebes akan menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak Desember mendatang.


Angkut 118 Kayu Gelap, Truk Dihentikan Polisi di Bumiayu

Angkut 118 Kayu Gelap, Truk Dihentikan Polisi di Bumiayu

Ratusan batang kayu hasil ilegal loging diamankan Satreskrim Polres Brebes, kemarin.


Tiga Pasangan ABG Digerebek, Ada yang Sudah Nyaris Telanjang

Tiga Pasangan ABG Digerebek, Ada yang Sudah Nyaris Telanjang

Tiga pasangan anak baru gede (ABG) yang tengah asyik berduaan di bilik asmara, terjaring razia Satpol PP Brebes, Kamis (17/10) kemarin.


Puluhan Papan Reklame dan Spanduk Tak Berizin Ditertibkan

Puluhan Papan Reklame dan Spanduk Tak Berizin Ditertibkan

Kegiatan rutin operasi penertiban dengan sasaran reklame tidak berizin kembali dilakukan anggota Satpol PP di wilayah Kecamatan Dukuhturi.


Bawa Gergaji Es Balok, Siswa SMK Diamankan Warga dan Polisi

Bawa Gergaji Es Balok, Siswa SMK Diamankan Warga dan Polisi

Sejumlah pelajar dari salah satu sekolah kejuruan berhasil diamankan warga bersama aparat kepolisian, Rabu (16/10) sore.


Kasihan ABG Ini, Umur 11 Tahun Berat Badannya Hanya 8,7 Kg

Kasihan ABG Ini, Umur 11 Tahun Berat Badannya Hanya 8,7 Kg

Slamet Wahyudi (11), warga Desa Tonggara Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal memiliki berat badan yang tak lazim seperti anak seusianya.


Sarana Prasarana Sekolah Belum Lengkap, Penerapan KIA Ditunda

Sarana Prasarana Sekolah Belum Lengkap, Penerapan KIA Ditunda

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tegal menunda penerapan Kartu Identitas Anak (KIA) hingga beberapa tahun ke depan.


Kakak Beradik asal Brebes Ditangkap Densus 88

Kakak Beradik asal Brebes Ditangkap Densus 88

Kakak beradik asal Desa Kluwut Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes ditangkap Densus 88 Anti Teror Polri, Selasa (16/10) sore, di Sukoharjo, Jawa Tengah.


Tak Keluar Rumahnya Seharian, Ternyata Sudah Tewas Tergantung

Tak Keluar Rumahnya Seharian, Ternyata Sudah Tewas Tergantung

Seorang pria ditemukan tewas tergantung di dalam rumahnya di Jalan Arjuna Kelurahan Slerok Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal, Rabu (16/10) siang, sekitar pukul 1


Dijatah 500 Lembar Blangko Sebulan, 17 Ribu Warga di Pemalang Belum Pegang KTP-El

Dijatah 500 Lembar Blangko Sebulan, 17 Ribu Warga di Pemalang Belum Pegang KTP-El

Persoalan kelangkaan blangko KTP hingga kini belum terselesaikan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!