Lokal
Share this on:

Pimen Kiye, Lubang Jalur Pantura makin Banyak dan Dalam

  • Pimen Kiye, Lubang Jalur Pantura makin Banyak dan Dalam
  • Pimen Kiye, Lubang Jalur Pantura makin Banyak dan Dalam

KRAMAT - Kerusakan jalur pantura memasuki minggu ketiga di awal tahun 2017 terlihat semakin parah. Selain dipenuhi lubang, terdapat beberapa jalan yang bergelombang sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan yang melintas di jalur terpadat di Pulau Jawa tersebut.

Kanapi (45), pengemudi truk ekspedisi mengaku pernah sekali mengalami patah as roda karena masuk ke dalam lubang yang cukup dalam. Selain lubang, di beberapa titik terutama di sebelah kiri, aspal terlihat bergelombang dan berbahaya bagi kendaraan yang menghindar secara tiba-tiba atau berhenti mendadak karena bisa diseruduk kendaraan lain yang ada di belakangnya.

Untuk ruas sebelah utara atau yang mengarah dari kota menuju Kabupaten Tegal, kerusakan mulai terlihat begitu turun dari Jembatan Kali Ketiwon dan di beberapa meter sebelum dan sesudah Jembatan Kali Pah. Kerusakan jalan kembali terlihat begitu masuk wilayah Purwahamba, Suradadi, Demangharjo hingga Kedungkelor yang berbatasan dengan Kabupaten Pemalang.

Kerusakan, kata dia, umumnya terjadi pada badan jalan yang belum dibeton. ?Untuk kendaraan luar kota yang jarang melintas, biasanya akan berhenti mendadak begitu melihat ada lubang atau aspal yang bergelombang. Inilah yang membahayakan keselamatan mereka serta kendaraan lain yang ada di sekitarnya,? ujarnya.

Pengemudi lainnya, Tasripin (53) menambahkan, kerusakan yang dibiarkan begitu saja akan semakin parah seiring dengan tingginya intensitas hujan saat ini di jalur pantura. Selain di ruas sebelah utara, kerusakan juga terjadi di ruas jalan sebelah selatan sehingga pengemudi harus ekstra hati-hati dan membagi konsentrasi.

Artinya, saat mengemudi, mereka harus tetap fokus melihat kondisi kendaraan lain di sekitarnya, melihat rambu lalu lintas dan tidak boleh lengah mengawasi jalan yang berlubang atau bergelombang.

Kondisi seperti ini tentu sangat jauh dari ideal dan bisa menjadi salah satu faktor terjadinya kecelakaan, utamanya di malam hari. Apalagi, kendaraan besar seperti truk, bus, trailer dan sejenisnya setiap hari melintas di jalur pantura dan kondisi tersebut harus didukung dengan infrastruktur jalan yang memadai dan menjamin kenyamanan serta keamanan pengguna jalan.

?Jika dibiarkan saja, lubang yang ada akan semakin lebar dan itu sangat berbahaya karena sebagian pengemudi memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi saat melintas di jalur pantura,? pungkasnya. (gun/zul)


Berita Sejenis

15 Wajah Baru Isi DPRD Brebes

15 Wajah Baru Isi DPRD Brebes

KPU Kabupaten Brebes menggelar Rapat Pleno Terbuka perolehan kursi dan penetapan calon terpilih, Senin (22/7) malam.


Transaksi Sabu, Dua Wanita Muda dan Satu Pria Diringkus di Perumahan Mewah Texin

Transaksi Sabu, Dua Wanita Muda dan Satu Pria Diringkus di Perumahan Mewah Texin

Jual beli sabu di komplek perumahan mewah kawasan Texin diendus Satnarkoba Polres tegal.


Jumadi: Orang Tua Harus Arahkan Anak Bijak Berteknologi

Jumadi: Orang Tua Harus Arahkan Anak Bijak Berteknologi

Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi menegaskan di era teknologi saat ini, banyak peluang yang dapat dimanfaatkan.


Geger, Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas di Dekat Pintu Tol

Geger, Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas di Dekat Pintu Tol

Seorang pria tak dikenal ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di sisi jalur pantura, tidak jauh dari akses pintu Tol Gandulan Kecamatan Taman, Pemalang.


Budidaya Sistem Bioflok, Minimalkan Pakan dan Tempat

Budidaya Sistem Bioflok, Minimalkan Pakan dan Tempat

Dinas Perikanan Kabupaten Brebes melalui bagian penyuluhan melakukan pemantauan dan penyuluhan terhadap petani ikan lele dengan sistem bioflok


Layanan Berangsur Normal, Mandiri Minta Nasabah Tak Kuatir

Layanan Berangsur Normal, Mandiri Minta Nasabah Tak Kuatir

Tidak bisa diaksesnya sejumlah layanan perbankan di Bank Mandiri, Sabtu (20/7), membuat nasabahnya di Slawi, Brebes, dan Tegal panik.


Miris, Di Pantura Marak Panti Pijat Tidak Berizin dan Bersertifikat

Miris, Di Pantura Marak Panti Pijat Tidak Berizin dan Bersertifikat

Beberapa panti pijat di jalur Pantura Kabupaten Tegal diketahui belum memiliki izin dan bersertifikat.


Gelombang Tinggi, Nelayan Takut Melaut dan Pilih Banting Setir

Gelombang Tinggi, Nelayan Takut Melaut dan Pilih Banting Setir

Sejumlah nelayan di perairan Tanjursari Pemalang memilih tak melaut karena gelombang tinggi.


Awas! Pasar Burung Pemalang Rawan Pencurian dan Kumuh

Awas! Pasar Burung Pemalang Rawan Pencurian dan Kumuh

Pencurian burung rupanya juga sering terjadi di Pasar Burung Pemalang. Korbannya para pedagang setempat.


Harga Sayur dan Cabai Makin Menggila

Harga Sayur dan Cabai Makin Menggila

Harga sejumlah sayuran dan cabai merah terus naik di sejumlah pedagang eceran Pasar Bumiayu.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!