Lokal
Share this on:

PKL Kapten Sudibyo Dideadline 1x24 Jam Beresi Dagangannya

  • PKL Kapten Sudibyo Dideadline 1x24 Jam Beresi Dagangannya
  • PKL Kapten Sudibyo Dideadline 1x24 Jam Beresi Dagangannya

DIBONGKAR - Dua PKL di Jl. Kapten Soedibyo Tegal membongkar lapaknya, sementara pedagang lainnya masih bertahan, kemarin. (agus wibowo/radar tegal)

TEGAL - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tegal mengeluarkan peringatan ke-3 kepada pedagang kaki lima (PKL) di Jl. Kapten Soedibyo persis sebelum Simpang Empat Maya. Mereka dideadline agar segera membongkar lapak atau tenda jualannya dalam 1x24 jam, Selasa (2/10).

Jika dalam waktu 1x24 jam terhitung 2 Oktober ini, maka petugas penegak perda akan melakukan tindakan tegas. Tak mau lapak dan dagangannya diangkut Satpol PP, Selasa (2/10), dua pedagang sudah meninggalkan lapak dan tak berjualan lagi.

Namun beberapa pedagang lainnya masih bertahan dengan menggelar dan menjajakan dagangannya di sebelah barat Pacifik Mal. Mereka mengaku bahwa usaha yang dilakoni sudah puluhan tahun tanpa ada yang melarang.

''Sampai dengan sekarang, Pemkot Tegal hanya menyuruh kami untuk pindah. Namun tidak memberikan lahan atau relokasi tempat lain,'' terang Yanti, salah seorang pedagang di lokasi tersebut.

Menurutnya, solusi dari Pemkot, PKL ini diminta untuk masuk berjualan di dalam areal Pacifik Mall. Dan permintaan ini jelas dinilai sangat lucu.

''Kami orang kecil, pedagang kecil yang tidak mungkin menyewa maupun membayar tempat mahal. Itu bukan solusi namanya, namun justru ingin menjerat kami dalam piutang,'' ungkapnya.

Hal sama juga dikatakan Jenal. Dia meminta agar pemkot jangan tebang pilih dalam penertiban. Terlebih, PKL di Kapten Sudibyo juga tidak mengganggu aktifitas.

''Coba dilihat di Jalan Kartini, yang berada di titik kota. Mereka malah berjualan di badan jalan tidak masalah. Sementara kami yang berjualan di pinggir malah disuruh pindah dan pemkot tidak memberikan solusi. Mana bentuk keadilannya. Kami orang kecil yang sudah bertahan selama puluhan tahun di sini,'' jelasnya.

Kepala Satpol PP Kota Tegal Joko Sukur dalam suratnya Nomor 301/062/2018 menerangkan, batas waktu pedagang berjualan adalah Senin 28 September lalu.

''Untuk itu, agar para pedagang dalam waktu 1 x 24 jam terhitung mulai 2 Oktober 2018, untuk tidak berjualan di trotoar Jalan Kapten Sudibyo. Apabila tidak mengindahkan peringatan ini maka akan dilakukan penertiban sesuai dengan ketentuan perundangan berlaku,'' pungkasnya. (gus/ela/zul)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Keluyuran Pada Jam Dinas, Enam PNS Kena Razia

Keluyuran Pada Jam Dinas, Enam PNS Kena Razia

Pemkab Tegal sudah mengeluarkan peringatan keras dan ancaman sanksi.


Lima Gerobak PKL Alun-alun Ditertibkan

Lima Gerobak PKL Alun-alun Ditertibkan

Lima gerobak milik Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Alun-alun Brebes akhirnya ditertibkan pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Brebes.


Ganggu Ketertiban, PKL Depan RSUD Kardinah Dideadline

Ganggu Ketertiban, PKL Depan RSUD Kardinah Dideadline

Satpol PP mendatangi kawasan Jalan Sultan Agung Tegal, tepatnya di depan RSUD Kardinah Kota Tegal, Senin (17/6) siang.


Jika Masih Ditinggal di Alun-alun, Gerobak PKL Akan Disita

Jika Masih Ditinggal di Alun-alun, Gerobak PKL Akan Disita

Pedagang kaki lima (PKL) diminta tidak meninggalkan gerobaknya, setelah berdagang di Alun-alun Tegal.


Pedagang di Depan RSUD Brebes Ditertibkan

Pedagang di Depan RSUD Brebes Ditertibkan

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Brebes akhirnya menertibkan sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di depan RSUD Brebes.


Ditinggal di Alun-alun, Gerobak-gerobak PKL Disegel

Ditinggal di Alun-alun, Gerobak-gerobak PKL Disegel

Gerobak-gerobak milik pedagang kaki lima (PKL) di yang ditinggal di Kawasan Alun-alun Tegal diamankan Satpol PP Kota Tegal, Rabu (12/6).


Limbah Industri Dibuang di Saluran, Warga Ngeluh Mual dan Pusing

Limbah Industri Dibuang di Saluran, Warga Ngeluh Mual dan Pusing

Warga di sekitar wilayah RW 14 Kelurahan Panggung Kota Tegal mengeluhkan kerap merasakan pusing pada jam-jam tertentu.


Ketahuan Ngemall di Jam Kerja, Puluhan ASN Dirazia Satpol PP

Ketahuan Ngemall di Jam Kerja, Puluhan ASN Dirazia Satpol PP

Sejumlah aparatur sipil nasional (ASN) diamankan anggota Satpol PP karena kedapatan di pusat perbelanjaan saat jam kerja, Kamis (16/5).


Membandel, Pedagang Kaki Lima di Slawi Ditertibkan, Anak Punk Dirazia

Membandel, Pedagang Kaki Lima di Slawi Ditertibkan, Anak Punk Dirazia

Satpol PP Kabupaten Tegal, Jumat (10/5) sore, kembali menertibkan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di jantung Kota Slawi.


Tokoh Agama Apresiasi Pemilu, Polisi Akan Jaga 24 Jam

Tokoh Agama Apresiasi Pemilu, Polisi Akan Jaga 24 Jam

Sejumlah tokoh agama dan elemen masyarakat di Kota Tegal, mengapresiasi kinerja penyelenggara pemilu 2019, sehingga kontestasi lima tahunan itu aman dan kondusi



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!