• Home
  • Berita Lokal
  • Proyek Tol Rusak Jalan Desa, Kades Siap Kerahkan Warga Demo Besar-besaran

Lokal
Share this on:

Proyek Tol Rusak Jalan Desa, Kades Siap Kerahkan Warga Demo Besar-besaran

  • Proyek Tol Rusak Jalan Desa, Kades Siap Kerahkan Warga Demo Besar-besaran
  • Proyek Tol Rusak Jalan Desa, Kades Siap Kerahkan Warga Demo Besar-besaran

MENYAMPAIKAN – Kepala Desa Kejambon Damu Sutikno menyampaikan kekesalannya, kemarin. (agus pratikno/radar pemalang)

PEMALANG - Sejumlah kepala desa (kades) bersama warganya di Kabupaten Pemalang mengancam akan menggelar demonstrasi besar-besaran, terhadap pelaksanaan pembangunan jalan tol. Aksi akan dilakukan, jika pelaksana pembangunan jalan tol tidak segera menyelesaikan tanggung jawab perbaikan jalan rusak yang terdampak pembangunan tol.

Ancaman aksi itu kembali disampaikan saat rapat bersama Komisi B DPRD Kabupaten Pemalang di Ruang Rapat Dewan, Senin (6/8). Rapat pembahasan dampak pembangunan jalan tol, dilaksanakan sebagai tindaklanjut rapat sebelumnya.

Saat itu, PT. Sumber Mitra Jaya (SMJ) berjanji akan segera menyampaikan jadwal waktu pelaksanaan perbaikan jalan yang rusak. Kenyataannya, dalam rapat itu perwakilan PT. SMJ tidak hadir.

Letidakhadiran pihak PT. SMJ membuat sejumlah kades merasa dibohongi. Akibatnya sejumlah kades pun geram, apalagi rapat yang ke swekian kalinya digelar tidak membuahkan hasil yang jelas.

Seperti yang disampaikan oleh sejumlah kepada desa, mereka itu merasa kesal karena penyelesaian dampak pembangunan jalan tol tidak kunjung selesai. Kepala Desa Sokawangi Sutikno dalam pernyataannya hanya ingin segera diselesai dan rapat ini harus sudah final. Karena sudah berkali-kali rapat tidak ada hasil. Maka pihaknya merasa geram, ketika janji-janjinya itu tidak pernah dipenuhi.

Kepala Desa Kejambon Damu Sutikno juga menyampaikan rasa kekesalannya. Menurutnya semua kepala desa itu sebenarnya sudah lelah kecapaian menunggu kepastian perbaikan jalan rusak akibat pembangunan jalan tol tersebut.

Pihaknya dengan kekesalannya menuding kepada semua pihak pelaksana pembangunan jalan tol itu yang merusak infrastruktur jalan yang ada dan akibat jalan rusak itu, kena dampaknya juga, karena merasa moralnya telah dirusak oleh semua pelaksana pembangunan jalan tol tersebut.

Alasannnya sering kali didatangi, warga yang menuntut perbaikan jalan, sehingga menilai kepada desa tidak bisa bekerja. Dampak terhadap kepada desa, juga karena kondisi tersebut telah dimanfaatkan oleh rival-rivalnya untuk memojokan dirinya sebagai kepala desa saat menjelang Pemilihah Kepala Desa.

“Maka terkait rapat pembahasan dampak jalan tol ini, tidak harus banyak bicara, tapi sebaiknya untuk segera diselesaikan. Jangan saling melempar tanggungjawab dan saling menyalahkan,” katanya.

Disebutkan, sebagai kepala desa, hanya ingin memberikan kenyamanan kepada masyarakatnya, karena jalan yang rusak sangat mengganggu masyarakat di desanya. Karena itu, dia tidak mau tahu alasan yang ada. Sebab di daerah lain bisa diselesaikan, tapi di Kabupaten Pemalang justru tidak bisa, bahkan berlarut-larut. Sehingga, hasil rapat hanya rapat dan rapat tidak ada ujung penyelesaiannya.

“Jika ini tetap tidak segera diselesaikan masyarakat akan tetap membuat tenda di sepanjang jalan tol. Kalau ini tidak ada penyelesaiannya, maka kami tidak bisa berbuat banyak untuk membendung keinginan masyarakat,”ujarnya.

Sebagai kepala desa, tentunya harus mengikuti apa yang menjadi kemauan warga masyarakatnya. Meskipun harus tidur di jalan tol, kepala desapun juga semua siap, bersama-sama dengan masyarakat melakukan aksi itu. Dengan tujuan untuk mencari solusi terakhir bagaimana, agar perbaikan jalan rusak itu segera selesai.

Perwakilan Pemerintah Desa Sitemu, dalam forum raapt itu, mencoba menanyakan kepada pelaksana pembangunan jalan tol. Menurutnya solusi ini mestinya bisa dilaksanakan dan PT Pemalang Batang Tol Road (PBTR) sebagai owner, kenapa tidak dari dulu memfasilitasi agar permasalahan ini segera selesai, tapi baru sekarang mau memfasilitasi padahal sudah dibuatkan MOU.

“Maka PBTR itu memberikan solusi yang terbaik, warga Desa Sitemu pun siap jika diminta untuk melakukan aksi bersama-sama,”terangnya.

Lebih keras lagi, yang disampaikan oleh Kepala Desa Petanjungan H Sriyanto menyampaikan hasil rapat sebelumnya PT SMJ akan memberikan jadwal waktu perbaikan jalan. Tapi sampai sekarang masih akan ada rapat lagi. Padahal PT SMJ dalam perjanjian melaksanakan pembangunan jalan tol mungkin tinggal beberapa hari lagi. Sementara ruas jalan yang sudah diperbaiki baru kurang lebih 0,6 persen, jadi masih 90 persen lebih yang belum diperbaiki. Itupun baru jalan kabupaten belum lagi jalan-jalan desa.

Menurutnya, sewaktu warga Desa Petanjungan melakukan aksi demo, menanyakan ke SMJ saat katanya sudah ada MOU, tapi hasilnya pun tidak ada. Sehingga PT SMJ berbohong besar terhadap warga. Oleh karenanya , dia tidak bisa lagi membendung apa yang menjadi keinginan warga untuk akan melakukan aksi demo. Karena janji akan segera menyelesaikan perbaikan jalan tidak ada lagi selesainya.

“Saya sudah kompak dengan semua kepala desa akan naik ke jalan tol untuk membangun tenda sesuai lokasi di masing-masing desa. Bahkan warga desapun siap untuk memberi makan selama 24 jam,”katanya dengan lantang.

Meski demikian , pihaknya masih tetap akan menunggu sampai besok, namun jika sudah ada jadwal waktu perbaikan jalan rusak. Jika tidak ada, semua kompak untuk melakukan aksi demo di Jalan Tol. Karena dia, sebagai kepala desa akibat pembangunan jalan tol merasa menjadi bulan-bulanan warga.

Apalagi sekarang ini sedang dalam musim pemilihan kepala desa dan meniai kepala desa diam , karena sudah menerima sesuatu dari pembangunan jalan tol. Padahal tidak ada sesuatu yang diterima kepala desa , tapi yang ada dampak akibat pembangunan jalan tol yang dirasakan oleh kepala desa.

Rapat pembahasan dampak pembangunan jalan , yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pemalang Fahmi Hakim, hingga selesai jalannya rapat, nampaknya masih belum jelas penyelesaiannya. Karena dalam pembahasan itu, tidak menghasilkan kata sepakat adanya perbaikan, tapi masih akan ada lagi rapat lanjutan.

Yaitu dari PT PBTR selaku owner akan memfasilitasi semua sub pelaksana pembangunan jalan tol tersebut. Sehingga hingga berita ini diturunkan belum jelas soal jadwal waktu pelaksanaan perbaikan jalan rusak akibat pembangunan jalan tol tersebut. (apt/har/zul)


Berita Sejenis

Simulasi Demo, Tiga Polisi Digigit Anjing Pelacak, Bahkan Ada yang sampai Dijahit

Simulasi Demo, Tiga Polisi Digigit Anjing Pelacak, Bahkan Ada yang sampai Dijahit

Polres Tegal menggelar simulasi penanganan unjuk rasa pemilu 2019 untuk mengantisipasi munculnya ketidakpuasan terhadap hasil pemilu, Rabu (19/9).


2019, Kabupaten Brebes Akan Punya Mal Pelayanan Publik

2019, Kabupaten Brebes Akan Punya Mal Pelayanan Publik

Pemerintah Kabupaten Brebes berencana membuat Mal Pelayanan Publik untuk mempermudah warga mengurus pembuatan Kartu Keluarga, KTP, akte kelahiran, izin usaha.


Siap-siap Daftar, Pemkab Brebes Segera Buka 355 Formasi CPNS

Siap-siap Daftar, Pemkab Brebes Segera Buka 355 Formasi CPNS

Pemkab Brebes segera membuka 335 lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini.


Pembangunan Pasar Margasari Molor, Pedagang Tak Mampu Bayar Utang Bank

Pembangunan Pasar Margasari Molor, Pedagang Tak Mampu Bayar Utang Bank

Sejumlah pedagang Pasar Margasari di Desa Margasari Kabupaten Tegal banyak yang terlilit utang di bank.


Bawa Dua Penumpang, Mesin Kereta Gantung Guci Mati Satu Jam

Bawa Dua Penumpang, Mesin Kereta Gantung Guci Mati Satu Jam

Baru dua pekan dioperasionalisasikan, kereta gantung di Obyek Wisata Pemandian Air Panas Guci di Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal macet di tengah jalan.


Sumur Mengering, Tujuh Desa di Pantura Kekeringan Parah

Sumur Mengering, Tujuh Desa di Pantura Kekeringan Parah

Sedikitnya tujuh desa di wilayah Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal kekeringan parah.


Duh, Sungai Gumayun Bau Menyengat Tercemar Limbah

Duh, Sungai Gumayun Bau Menyengat Tercemar Limbah

Dampak pembuangan limbah perajin industri rakyat yang berupa bahan baku spirtus di Desa Gumayun Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal mulai menuai kritik.


Mayat Tak Dikenal Ditemukan Tengah Bersujud dan Pegangi Perutnya

Mayat Tak Dikenal Ditemukan Tengah Bersujud dan Pegangi Perutnya

Warga Desa Danaraja Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal, Minggu (16/9) kemarin, dikejutkan dengan penemuan mayat di Kawasan Hutan Jati.


Tunggu Kementerian PUPR, Tol Brexit-Pemalang Gratis Dua Hari Ditunda

Tunggu Kementerian PUPR, Tol Brexit-Pemalang Gratis Dua Hari Ditunda

Jalan tol Pejagan-Pemalang seksi III dan IV (Brebes Timur-Pemalang) direncanakan untuk mulai dioperasikan.


Pimen Kiye, 1.009.244 Warga Kabupaten Tegal Tak Miliki Akta Kelahiran

Pimen Kiye, 1.009.244 Warga Kabupaten Tegal Tak Miliki Akta Kelahiran

Kepemilikan akta kelahiran di Kabupaten Tegal masih harus terus digenjot. Tercatat masih ada 1.009.244 warga yang belum memiliki akta kelahiran.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!