• Home
  • Berita Lokal
  • Ratusan Ibu Muda Tertipu Arisan Bodong hingga Ratusan Juta Rupiah

Lokal
Share this on:

Ratusan Ibu Muda Tertipu Arisan Bodong hingga Ratusan Juta Rupiah

  • Ratusan Ibu Muda Tertipu Arisan Bodong hingga Ratusan Juta Rupiah
  • Ratusan Ibu Muda Tertipu Arisan Bodong hingga Ratusan Juta Rupiah

KORBAN - Dua korban arisan bodong menunjukkan bukti setoran, dan data para korban beserta jumlah uang yang sudah disetor, Rabu (8/11). (farid firdaus/radartegal.com)

DUKUHWARU - Ratusan ibu rumah tangga tertipu arisan bodong yang dijalankan dengan sistem online. Kerugian para korban total mencapai ratusan juta rupiah.

Selain berasal dari Kabupaten Tegal, para korban juga berasal dari Kota Tegal, Pekalongan, hingga Semarang. Mereka rata-rata sudah menyetor uang antara Rp500 ribu-Rp25 juta ke pelaku pengelola arisan. Namun belum sempat menikmati hasilnya, uang tersebut diduga dibawa kabur oleh pelaku.

Pelaku pengelola arisan sendiri diketahui bernisial AA, warga Adiwerna, Kabupaten. Arisan online yang dikelolanya menyasar para ibu rumah tangga, terutama ibu-ibu muda.

Salah satu korban, Nur Hikmah, mengungkapkan, arisan dikelola pelaku melalui grup di media sosial Facebook. Sistemnya para anggota menyetor uang tiap bulan dan dijanjikan akan mendapat keuntungan tiap bulannya tergantung jumlah uang yang disetorkan.

Warga Desa Pedagangan, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal ini mengaku sudah menyetor uang arisan ke pelaku sebesar Rp7 juta selama dua bulan mengikuti arisan.

"Tiap anggota jumlah yang sudah disetorkan berbeda-beda. Ikutnya juga tidak hanya satu kloter. Paling kecil Rp400 ribu, paling banyak ada yang total sampai Rp25 juta," ungkap Nur saat ditemui radartegal.com, Rabu (8/11).

Nur menyebut jumlah anggota grup arisan online mencapai 500 orang sehingga diperkirakan sudah dijalankan pelaku cukup lama. Puluhan di antaranya merupakan warga Kabupaten dan Kota Tegal.

Baca juga : 500 Korban Arisan Online Bodong adalah Istri Karyawan Bank hingga Polisi

"Anggotanya rata-rata ibu rumah tangga. Semua anggota yang sudah setor uang sudah kita data. Total uang yang sudah disetor jumlahnya Rp300 juta," ujarnya.

Menurut Nur, saat awal-awal menjadi anggota arisan, ia tak menaruh curiga karena menurut penuturan anggota lainnya arisan berjalan lancar. Ia juga sudah pernah memperoleh hasil dari pengundian, namun uang itu dimasukkan kembali sebagai setoran.

"Baru curiga ketika tiba-tiba grupnya (grup di Facebook) off. Termasuk akun Facebook-nya (pelaku). Terus nomornya juga tidak bisa dihubungi. Rumahnya didatangi juga tidak ada," ujarnya.

Menurut Nur, sebagian korban sudah mendatangi Satreskrim Polres Tegal untuk melaporkan AA, Rabu (8/11). Rencananya korban lainnya juga akan melakukan hal serupa. "Kita inginnya pelaku bisa ditangkap," kata dia.

Hal senada diungkapkan korban lainnya, Wulan, warga Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal. Ia mengaku sedikit bersyukur baru dua bulan mengikuti arisan dan menyetor Rp‎3 juta.

"Tadi malam kita sudah mendatangi rumahnya, tapi orangnya sudah tidak ada. Tidak jelas di mana.. Facebook-nya sudah off, dan nomernya mati. Sejak itu kita baru merasa sudah tertipu. Saya langsung lemes walaupun baru setor Rp3 juta," ungkapnya, Rabu (8/11). (far/zul)


Berita Sejenis

KPU Tegal Coret 163 Pemilih dari DPT

KPU Tegal Coret 163 Pemilih dari DPT

Ratusan pemilih yang tercantum dalam DPT Pemilu 2019 dicoret.


Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Bibit Bawang di Brebes Kembalikan Uang Rp225 Juta

Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Bibit Bawang di Brebes Kembalikan Uang Rp225 Juta

Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes menerima pengembalian uang kerugian negara senilai Rp225.472.500 dari dua terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi.


Di Police Line, 23 Room Karaoke New B’Fun Ludes Terbakar

Di Police Line, 23 Room Karaoke New B’Fun Ludes Terbakar

Setelah dianggap aman dari amukan si jago merah, managemen Karaoke New B Fun Kota Tegal hingga kini belum bisa menaksir kerugian atas insiden kebakaran.


Ratusan Tukang Becak Deklarasi Dukung Jokowi

Ratusan Tukang Becak Deklarasi Dukung Jokowi

Ratusan tukang becak di Kabupaten Tegal mendeklarasikan dukungan kepada Presiden Joko Widodo yang kembali mencalonkan diri dalam Pilpres 2019, Senin (17/9).


Kawanan Begal Bacok Operator SPBU, Uang Setoran Rp180 Juta Dibegal

Kawanan Begal Bacok Operator SPBU, Uang Setoran Rp180 Juta Dibegal

Aksi pembegalan yang dilakukan kawanan begal bersenjata tajam (sajam) kembali terjadi di Kota Tegal.


Suami Dikenal Pemarah, Jenazah Ibu dan Anak Dimakamkan Terpisah

Suami Dikenal Pemarah, Jenazah Ibu dan Anak Dimakamkan Terpisah

Sungai Pemali Brebes seperti menjadi pilihan bagi sebagian kecil warga Brebes untuk mengakhiri hidupnya.


Jazad Ibu yang Ajak Anak Balitanya Terjun ke Sungai Pemali Ditemukan

Jazad Ibu yang Ajak Anak Balitanya Terjun ke Sungai Pemali Ditemukan

Warga Desa Pesantunan Kecamatan wanasari Kabupaten Brebes, Selasa (11/9), digemparkan dengan penemuan jazad seorang wanita yang mengambang di Sungai Pemali.


Rupiah Keok, Perajin Logam Berancang-ancang PHK Karyawannya

Rupiah Keok, Perajin Logam Berancang-ancang PHK Karyawannya

Nilai tukar rupiah terhadap dolar yang hampir menembus Rp15 ribu, berimbas pada pengusaha logam besi di Kabupaten Tegal.


Rupiah Terpuruk, Pengrajin Perkecil Ukuran Tempe yang Dijual

Rupiah Terpuruk, Pengrajin Perkecil Ukuran Tempe yang Dijual

Melambungnya dolar Amerika Serikat (AS) mulai berdampak pada pengrajin tempe di Kabupaten Tegal karena harga kedelai ikut naik.


Penggusuran 32 Rumah di Atas Lahan PT KAI Ditunda Dua Bulan

Penggusuran 32 Rumah di Atas Lahan PT KAI Ditunda Dua Bulan

Rencana penertiban 32 rumah di wilayah RT4 dan 19 RW 7 Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal oleh PT. KAI ditunda dua bulan hingga November nanti.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!