Lokal
Share this on:

Razia Gabungan Tangkap 13 Kendaraan Bodong

  • Razia Gabungan Tangkap 13 Kendaraan Bodong
  • Razia Gabungan Tangkap 13 Kendaraan Bodong

PIMPIN APEL - Kepala Dishub Kabupaten Tegal Abdul Honi memimpin apel razia bersama Satlantas di Halaman Saperta, kemarin. (hermas purwadi/radar slawi)

SLAWI - Operasi pemeriksaan kelaikan jalan kendaraan bermotor roda empat kembali digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tegal bersama Satlantas Polres Tegal menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru. Razia kali ini dipusatkan di Sarana Perhubungan Terpadu (Saperta) Dukuhsalam.

Operasi ini membidik kendaraan truk, bus AKDP dan AKAP, serta angkutan pedesaan dan perkotaan. Kepala Dishub Kabupaten Tegal Abdul Honi menyatakan, tujuan operasi atau razia kali ini semata untuk mewujudkan kamtibselcarlantas (keamanan, ketertiban, keselamatan, kelancaran lalu lintas) di wilayah Kabupaten Tegal.

"Fokus penindakan adalah uji kir kendaraan sudah dilakukan atau belum dan izin operasi atau trayek sudah diurus atau belum. Razia sengaja kami gelar di Saperta sekaligus untuk sosialisasi keberadaan kantor Dinas Perhubungan yang ada di kawasan ini," terangnya, kemarin.

Kasat Lantas AKP Ahmad Ghifar melalui Kanit Turjawali Ipda Adi Susanto menyatakan, dari razia bersama ini berhasil menjaring 13 kendaraan bermotor tanpa surat resmi (bodong), menahan 53 STNK, dan 18 SIM.

"Razia atau operasi Dinas Perhubungan ini sudah diagendakan sebulan sebanyak 8 kali, atau seminggu 2 kali selama 10 bulan," terangnya.

Abdul Honi mengatakan, angka pelanggaran yang sering dilakukan pengemudi angkutan umum baik barang maupun penumpang masih tergolong tinggi. Hal ini mendorong pihaknya meningkatkan efektivitas operasinya dalam kurun waktu setiap bulannya.

"Untuk razia dengan bidikan sub terminal akan kami lakukan secara menyeluruh tidak hanya di Sub Terminal Adiwerna. Kami juga telah merancang razia di terminal bayangan seperti yang terdapat di Klonengan dan tempat pemberhentian angkutan tidak resmi," tambahnya.

Menurutnya, payung hukum yang digunakan untuk menggelar razia kendaraan adalah Perbup Nomor 551/II/2009 yang mengatur aspek aturan kendaraan laik jalan atau tidak. Termasuk di dalamnya masih berlaku atau tidaknya izin trayek yang dikantongi pengemudi.

Aturan baku sudah ditetapkan baik untuk angkutan umum barang dan manusia wajib melakukan uji berkala selama 6 bulan sekali. Namun realita di lapangan masih banyak ditemui kendaraan yang masa uji laik jalannya kedaluwarsa namun tetap beroperasi. (her/ima/zul)

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!