• Home
  • Berita Lokal
  • Rumahnya di Tanah PT. KAI Dirobohkan, Warga Pasrah dan Tinggal di Kontrakan

Lokal
Share this on:

Rumahnya di Tanah PT. KAI Dirobohkan, Warga Pasrah dan Tinggal di Kontrakan

  • Rumahnya di Tanah PT. KAI Dirobohkan, Warga Pasrah dan Tinggal di Kontrakan
  • Rumahnya di Tanah PT. KAI Dirobohkan, Warga Pasrah dan Tinggal di Kontrakan

TEGAL - Puluhan kepala keluarga (KK) di tiga RT RW VII Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal hanya bisa pasrah dan membongkar sendiri rumah mereka. Sebab, tanah yang mereka tempati selama ini, akan diambil PT. KAI untuk kepentingan pembangunan Depo Lokomotif.

Mereka saat ini memilih tinggal di rumah kontrakan, sembari mengajukan KPR subsidi yang fasilitasi Pemkot Tegal. Rencananya, uang ganti ongkos bongkar yang diberikan PT. KAI, akan digunakan sebagai pembayaran awal.

Wasroni (47), salah seorang warga, mengatakan selama menempati tanah PT. KAI, BUMN itu tidak pernah menariki pungutan atau uang sewa.

Warga hanya membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) setiap tahunnya. "Kalau dari PT KAI tidak ada pembayaran apapun," katanya.

Karenanya, kata Wasroni, saat PT. KAI akan menggunakan tanah yang ditempatinya, warga hanya bisa pasrah. Saat ini dia tinggal di kontrakan untuk sementara waktu.

Terpisah, Ani, warga lainnya, mengakui setelah menerima pembayaran ganti ongkos bongkar, sejumlah warga kemudian berencana mengajukan permohonan KPR. Diperkirakan ada sekitar 35 KK yang kini berencana mengajukan KPR dengan fasilitasi dari Kelurahan Panggung.

"Rencananya, kita akan mengajukan permohonan KPR subsidi dengan bantuan dari Pemerintah Kelurahan," jelasnya.

Lurah Panggung Heru Sukoco mengatakan pihak kelurahan sejauh ini hanya bisa memfasilitasi warga untuk mendapatkan rumah subsidi. Harapannya itu bisa terealisasi, sehingga warga bisa segera memiliki tempat tinggal. (muj/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

RSUD Suradadi dan Dinas Kesehatan Naik Status, Jadi Apa?

RSUD Suradadi dan Dinas Kesehatan Naik Status, Jadi Apa?

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tegal meminta pada RSUD Suradadi dan Dinas Kesehatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Siap-siap Payung dan Jas Hujan, Kemarau Segera Berakhir

Siap-siap Payung dan Jas Hujan, Kemarau Segera Berakhir

Untuk beberapa hari ke depan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas III Tegal memprediksi intensitas curah hujan mulai muncul.


Wali Kota Tegal wanti-wanti Pedagang Tak Gunakan Jasa Rentenir

Wali Kota Tegal wanti-wanti Pedagang Tak Gunakan Jasa Rentenir

Para pedagang dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Tegal diminta untuk tidak lagi menggunakan jasa rentenir untuk mendapatkan permodalannya.


Pedagang Asongan dan Pemulung Ikut Upacara

Pedagang Asongan dan Pemulung Ikut Upacara

Komandan Lanal Tegal memimpin upacara sederhana memperingati Hari Pahlawan di Rumah Riani Pengelola Daerah Pembinaan


Diduga Mark Up Harga Fingerprint, 3 Pejabat Dikbud Diperiksa Kejaksaan

Diduga Mark Up Harga Fingerprint, 3 Pejabat Dikbud Diperiksa Kejaksaan

Kejaksaan Negeri Slawi memeriksa tiga pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal


Rentang Waktu Pemilu Nasional dan Daerah Diusulkan Tak Terlalu Rapat

Rentang Waktu Pemilu Nasional dan Daerah Diusulkan Tak Terlalu Rapat

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tegal melakukan evaluasi pelaksanaan Pemilu 2019.


BPJamsostek melindungi GTT dan PTT di Kabupaten Brebes

BPJamsostek melindungi GTT dan PTT di Kabupaten Brebes

Kabar duka hadir dari dunia pendidikan Kabupaten Brebes, dalam satu tahun terakhir terdapat 8 tenaga kerja di dunia pendidikan yang tutup usia.


Tiga Hari Truk dan Bus Dilarang Lewat Pantura Brebes

Tiga Hari Truk dan Bus Dilarang Lewat Pantura Brebes

Satlantas Polres Brebes, Jumat (8/11) hari ini, akan mulai melakukan rekayasa lalulintas.


Sehari Belajar di Luar, Siswa SMA Negeri 2 Slawi Main Bekel dan Lainnya

Sehari Belajar di Luar, Siswa SMA Negeri 2 Slawi Main Bekel dan Lainnya

Kepala SMA Negeri 2 Slawi Sunarni mengatakan, sekolah yang dipimpinnya memperingati Hari Anak Internasional dengan melakukan pembelajaran sehari di luar kelas.


Di Balik Warung Esek-esek Tepi Pantura dan Misteri Kematian Rini

Di Balik Warung Esek-esek Tepi Pantura dan Misteri Kematian Rini

Pasca penemuan mayat Marni alias Rini (45), aktivitas pedagang di jalur pantura berjalan seperti biasa.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!