• Home
  • Berita Lokal
  • Saluran Bau dan Penuh Sampah, Bupati Brebes Tegur Sejumlah Kepala Dinas

Lokal
Share this on:

Saluran Bau dan Penuh Sampah, Bupati Brebes Tegur Sejumlah Kepala Dinas

  • Saluran Bau dan Penuh Sampah, Bupati Brebes Tegur Sejumlah Kepala Dinas
  • Saluran Bau dan Penuh Sampah, Bupati Brebes Tegur Sejumlah Kepala Dinas

SIDAK - Bupati Brebes Idza Priyanti didampingi sejumlah kepala dinas meninjau saluran di pusat kota, Rabu (14/8). (eko fidiyanto/radar brebes)(.

BREBES - Bupati Brebes Idza Priyanti naik pitam saat meninjau saluran irigasi di sebelah pasar belakang Markas Kodim 0713/Brebes, Rabu (14/8). Saluran di tengah-tengah kota itu dipenuhi sampah, sehingga tampak kotor dan menimbulkan bau menyengat.

Melihat itu, Idza langsung memanggil sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk segera membenahi kondisi saluran irigasi tersebut. Spontan Bupati pun langsung menyemprot beberapa kepala OPD agar segera mencari solusinya.

Beberapa OPD yang kena semprot di antaranya Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkopumdag), Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Tata Ruang (PSDA-TR), Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS), serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP).

"Keluhan masyarakat harus kita utamakan, sehingga hari ini juga. Beberapa kepala dinas kita undang untuk terlibat langsung dalam penanganan masalah sampah ini," kata Idza usai tinjauan.

Dari koordinasi dengan beberapa OPD, kata Idza, untuk penanganannya yaitu seluruh sampah yang berada di saluran dibersihkan dan dibuang ke tempat pembuangan sampah (TPS). Selain itu, lumpur yang sudah menghitam juga dikeruk agar tidak ada lagi bau menyengat dari saluran sepanjang 300 meter itu.

"Untuk pengerukan tersebut, kita datangkan alat berat berupa backhoe. Sekaligus kita tambah tenaga manusia agar pembersihan cepat selesai," ujarnya.

Jika salurah sudah dibersihkan dari sampah dan lumpur, Idza memerintahkan pada Dinas PSDA-TR untuk memasang jaring di atas saluran. Tujuannya agar sampah baik dari pedagang Pasar Belakang Kodim maupun dari masyarakat umum, tidak lagi masuk ke saluran dan membuat lingkungan kembali kumuh dan berbau.

"Itu untuk jangka pendeknya. Jika tidak dipasang jaring, maka sampah akan masuk ke saluran terus dan akan kembali dikeluhkan," jelasnya.

Sementara untuk jangka panjangnya, pihaknya akan mengirim surat ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar menutup saluran tersebut menggunakan beton di bagian atasnya. Sehingga, selain mencegah sampah masuk saluran, nantinya bisa dijadikan area parkir pengunjung pasar.

"Kita akan minta agar saluran ditutup permanen. Selain bisa untuk kegiatan lain seperti parkir, juga bisa mencegah sampah masuk sehingga menimbulkan bau yang tidak enak," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, kondisi saluran irigasi di wilayah perkotaan Brebes saat musim kemarau kian memprihatinkan, Selasa (13/8). Kondisi ini diakibatkan karena banyaknya sampah yang memenuhi saluran irigasi, sehingga air tidak bisa mengalir. Kondisi ini mengakibatkan bau busuk sampah yang bercampur lumpur dan mengganggu pengendara yang melintas.

Salah seorang pengendara, Muslih mengatakan, meskipun kerapkali dilakukan pembersihan oleh warga dan sejumlah instansi, namun kondisi ini masih terus berlarut-larut. Hal ini lantaran saluran irigasi tersebut berada di tengah-tengah pasar. Ini menyebabkan sampah pasar kerapkali masuk ke saluran irigasi.

"Baunya menyengat sekali. Kalau lewat sini pasti tutup hidung soalnya sangat bau. Kami berharap irigasi ini segera dibersihkan karena sangat mengganggu pengendara yang lewat di jalan ini," pungkasnya. (fid/zul)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

World Cleanup Day di Pemalang, 2.36 Ton Sampah Pantai Widuri Dikuras

World Cleanup Day di Pemalang, 2.36 Ton Sampah Pantai Widuri Dikuras

Hari bersih-bersih sedunia atau World Clean Up Day, jadi momentum untuk memulai hidup bersih. Berbagai daerah di Indonesia pun turut memperingatinya.


Dapur Umum PMI dan Gupala Siapkan 300 Porsi untuk Makan Relawan

Dapur Umum PMI dan Gupala Siapkan 300 Porsi untuk Makan Relawan

Palang Merah Indonesia (PMI), KSB Guci dan Gupala mendirikan dapur umum untuk menyiapkan makan petugas dan relawan sebanyak 300 porsi.


Awas, Kebakaran Hutan Masuk ke Guci, Dua Kilometer Permukiman Warga

Awas, Kebakaran Hutan Masuk ke Guci, Dua Kilometer Permukiman Warga

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Lereng Gunung Slamet mulai masuk ke Guci.


Uniknya Pelayanan di Kelurahan Sugihwaras, Warga Wajib Bawa Sampah Plastik

Uniknya Pelayanan di Kelurahan Sugihwaras, Warga Wajib Bawa Sampah Plastik

Sampah plastik menjadi persoalan pencemaran lingkungan yang sedang dihadapi. Sudah menjadi pengetahuan bersama bahwa sampah berbahan ini sulit teruai.


Dinas Sosial Dirikan Dapur Umum di Lokasi Kebakaran Hutan

Dinas Sosial Dirikan Dapur Umum di Lokasi Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan di Lereng Gunung Slamet Dukuh Sawangan dan Kalipedes semakin meluas.


Proses Pemadaman Api Terkendala Minimnya Peralatan

Proses Pemadaman Api Terkendala Minimnya Peralatan

Kebakaran hutan yang terjadi di Lereng Gunung Slamet, Dusun Sawangan dan Kalipedes semakin meluas.


Tak Terlihat Tiga Hari, ABG Tewas di Rumahnya yang Terkunci

Tak Terlihat Tiga Hari, ABG Tewas di Rumahnya yang Terkunci

Nurlia Amanda Saputri (15), warga Desa Kramat, Jatibarang, Brebes ditemukan tewas di dalam rumahnya, Kamis (19/9) malam.


Polisi Bentuk Tim Atasi Kebakaran Lereng Gunung Slamet

Polisi Bentuk Tim Atasi Kebakaran Lereng Gunung Slamet

Untuk mengatasi kebakaran 18 hektare hutan lindung yang berada di Petak 48 dan 16, Polres Tegal membentuk tim penanggulangan.


Gelandangan di Tengah Kota, Enam Orang Gila Diamankan

Gelandangan di Tengah Kota, Enam Orang Gila Diamankan

Enam orang gila diamankan Dinas Sosial dan personel Satpol PP Kabupaten Brebes, Kamis (19/9).


Dosen dan Mahasiswa di Tegal Tolak UU KPK yang Baru

Dosen dan Mahasiswa di Tegal Tolak UU KPK yang Baru

Puluhan mahasiswa dan civitas akademika dari salah satu universitas ternama di Kota Tegal menggelar aksi penolakan disyahkannya Undang-undang (UU) KPK yang baru



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!